Avesiar – Jakarta
Kuliah umum bertajuk “Kepemimpinan Berbasis Karakter dalam Dunia Digital yang Saling Terhubung,” yang dihadiri Datuk Seri Panglima Salleh Said Keruak, Mantan Menteri Komunikasi dan Digital Malaysia sebagai pembicara utama berlangsung di ballroom Tanri Abeng University, Jakarta Selatan, Kamis (5/3/2026).
Kegiatan mengangkat semangat refleksi perjalanan institusi sekaligus memperkuat komitmen dalam mencetak generasi pemimpin masa depan yang berintegritas, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global, diikuti oleh mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika Tanri Abeng University.
Melalui pemaparannya, Salleh Said Keruak menyoroti bagaimana perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah lanskap komunikasi serta cara masyarakat membangun kepercayaan terhadap seorang pemimpin.
Ia menjelaskan bahwa di era digital yang semakin transparan dan saling terhubung, kepemimpinan tidak lagi hanya ditentukan oleh jabatan atau kekuasaan formal, melainkan oleh karakter, integritas, serta konsistensi moral seorang pemimpin.
Salleh memperkenalkan konsep “Character Before Authority”, yang menekankan bahwa karakter harus dibangun terlebih dahulu sebelum seseorang menjalankan otoritas. Menurutnya, otoritas merupakan bentuk legitimasi yang diberikan oleh orang lain, sementara karakter terbentuk dari nilai, pengalaman, integritas, dan tanggung jawab pribadi.
Lebih lanjut, ia juga membahas berbagai tantangan etika dalam kepemimpinan digital, seperti manipulasi informasi, isu privasi, hingga tuntutan transparansi yang semakin tinggi di ruang publik. Dalam dunia digital yang serba cepat, informasi dapat dengan mudah tersebar dan memengaruhi opini masyarakat. Oleh karena itu, pemimpin dituntut untuk mampu mengelola informasi secara bijak serta menjaga kepercayaan publik.
Tidak hanya itu, fenomena budaya reaktif di media sosial, menurutnya, juga menjadi salah satu tantangan yang dihadapi pemimpin saat ini. Dalam situasi di mana opini publik dapat berubah dengan sangat cepat, seorang pemimpin perlu memiliki karakter yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh tekanan opini sesaat.
Salleh Said Keruak juga menekankan pentingnya pengalaman dalam membentuk karakter kepemimpinan. Menurutnya, pengalaman hidup, baik keberhasilan maupun kegagalan, merupakan proses pembelajaran yang membentuk kedewasaan dalam berpikir dan bertindak.
Diskusi berlangsung secara interaktif melalui sesi tanya jawab yang melibatkan mahasiswa. Para peserta menunjukkan antusiasme dengan mengajukan berbagai pertanyaan terkait kepemimpinan di era digital, etika komunikasi publik, serta strategi membangun reputasi dan kepercayaan di tengah derasnya arus informasi.
Melalui kegiatan itu, Tanri Abeng University kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan perkembangan zaman. Perayaan Dies Natalis ke-15 menjadi momentum penting bagi universitas untuk terus memperkuat perannya sebagai institusi pendidikan yang berfokus pada pengembangan kepemimpinan, integritas, dan kewirausahaan.
Dengan semangat perjalanan 15 tahun, Tanri Abeng University berharap dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, tanggung jawab sosial, serta kemampuan beradaptasi di tengah perubahan global yang cepat. (put/pro)













Discussion about this post