Avesiar – Puisi
_______________
Doa yang Tak Selesai Dibaca
Oleh: Mas Ngabehi
_______________
Aku merapal doa dengan suara paling sunyi,
namun kalimatnya gugur sebelum sampai bibir.
Bukan karena lupa,
melainkan karena makna telah lebih dulu hadir,
menyentuh relung yang tak mengenal bahasa.
_______________
Di hadapan-Mu, kata-kata menjadi asing,
huruf-huruf menunduk sebagai makhluk lemah.
Sebab apa guna permintaan,
jika kehendak-Mu telah berdiam
di jantung takdirku?
_______________
Aku berhenti di separuh kalimat,
di sana ego retak tanpa suara,
dan harapanku luruh seperti daun tua.
Doa pun tak lagi memohon,
ia berserah—
seperti sungai yang ikhlas
menjadi laut.
_______________
Wahai Yang Maha Mendengar,
aku tak menuntaskan doaku
sebab Engkau telah lebih dahulu tahu
segala yang tak mampu kusebut.
Air mataku cukup menjadi saksi
bahwa aku pernah meminta
tanpa menyebut apa-apa.
_______________
Di ruang hening yang Kau sebut dekat,
aku belajar memahami:
doa bukan soal dikabulkan,
melainkan disadarkan.
Bukan agar kehendakku terjadi,
tetapi agar aku rela
pada apa yang Kau kehendaki.
_______________
Kini aku duduk dalam diam yang pasrah,
membaca doa tanpa suara,
tanpa akhir, tanpa awal.
Sebab doa yang paling sampai
adalah yang tak selesai dibaca,
ketika aku berhenti berharap pada diriku,
dan sepenuhnya pulang
pada-Mu.
_______________
Biodata Penulis:
Mas Ngabehi adalah nama pena dari: Dr. H. Sri Satata, M. M. Beliau adalah seorang Dosen dan Pegiat Bahasa dan Sastra, serta literasi nasional. Sudah lebih dari 60 buku ditulisnya. Bergenre fiksi dan ilmiah: kumpulan puisi, kumpulan cerpen, esai, dan berbagai buku ilmiah lainnya. Sebagian besar terdapat dalam link berikut: https://lynk.id/sri_satata













Discussion about this post