Avesiar – Puisi
_______________
Separuh Bulan, Separuh Aku
Oleh: Mas Ngabehi
_______________
Separuh bulan menggantung
di langit Ramadhan yang bening,
seperti cermin patah
yang memantulkan cahaya setengah.
Aku memandangnya lama,
dan tiba-tiba sadar—
yang terbelah bukan bulan,
melainkan diriku.
_______________
Separuh aku masih dunia:
ingin, takut, dan menggenggam.
Separuh lagi mulai bening:
belajar lepas,
belajar cukup pada Engkau.
Di antara keduanya
aku berdiri gemetar,
seperti senja
yang belum sepenuhnya malam.
_______________
Wahai Yang Maha Utuh,
Ramadhan membelahku
agar aku melihat retak sendiri.
Sebab selama aku merasa penuh,
aku tak mencari-Mu;
namun ketika aku terbelah,
aku rindu disatukan
oleh Cahaya-Mu.
_______________
Separuh bulan itu guru sunyi:
ia tak pernah mengeluh kurang,
sebab ia tahu
purnama telah dijanjikan.
Maka aku pun belajar
mencintai ketidaklengkapan,
sebagai jalan pulang
menuju kesempurnaan-Mu.
_______________
Kini di pertengahan waktu suci,
aku menyerahkan separuh diriku
yang masih gelap dan berat.
Lengkapkan aku,
bukan dengan dunia,
melainkan dengan Engkau.
Agar saat purnama tiba,
aku tak lagi terbelah—
melainkan utuh
dalam terang-Mu.
_______________
Biodata Penulis:
Mas Ngabehi adalah nama pena dari: Dr. H. Sri Satata, M. M. Beliau adalah seorang Dosen dan Pegiat Bahasa dan Sastra, serta literasi nasional. Sudah lebih dari 60 buku ditulisnya. Bergenre fiksi dan ilmiah: kumpulan puisi, kumpulan cerpen, esai, dan berbagai buku ilmiah lainnya. Sebagian besar terdapat dalam link berikut: https://lynk.id/sri_satata













Discussion about this post