Avesiar – Jakarta
Putra Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei, diperkirakan akan diangkat sebagai penggantinya. Dilansir The New Arab, Rabu (4/2/2026), Iran menyatakan hal tersebut dan disebutkan bahwa pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang direncanakan pada hari Rabu, telah ditunda karena antisipasi jumlah pelayat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Upacara perpisahan untuk Imam yang gugur telah ditunda. Tanggal baru akan diumumkan kemudian,” demikian laporan televisi Iran pada hari Rabu setelah Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada akhir pekan.
Pihak berwenang telah melakukan persiapan untuk upacara pemakaman selama tiga hari, yang dijadwalkan dimulai pada Rabu malam.
Media pemerintah Iran mengatakan, Ayatollah Ali Khamenei meninggal pada usia 86 tahun pada hari Sabtu dalam serangan gabungan AS-Israel dan akan dimakamkan dalam upacara publik, dengan warga diundang untuk memberikan penghormatan dan berduka atas kepergiannya.
Ketua Dewan Dakwah Islam Iran, Hojjatoleslam Mahmoudi, mengumumkan bahwa masyarakat dapat memberikan penghormatan terakhir kepada mendiang pemimpin tersebut di Aula Salat Imam Khomeini di Teheran mulai pukul 22.00 waktu setempat (18.30 GMT).
Laporan menunjukkan bahwa putra kedua tertua almarhum Ayatollah adalah kandidat utama untuk peran pemimpin tertinggi, meskipun ada ancaman berulang kali dari pejabat Israel bahwa setiap pengganti Khamenei akan menjadi target pembunuhan.
Pejabat Iran mengatakan kepada media AS bahwa Mojtaba Khamenei, yang istri dan ibunya tewas dalam serangan AS-Israel, dipilih sebagai kandidat utama dalam dua pertemuan Majelis Pakar Iran, sebuah kelompok yang terdiri dari 88 ulama senior.
Ia telah lama disebut-sebut sebagai pewaris kepemimpinan negara dari ayahnya, meskipun beberapa pakar Iran telah meragukan hal ini di masa lalu karena kurangnya kredensial akademis keagamaan dan kekhawatiran akan nepotisme yang terang-terangan.
Media lokal di Iran juga mengatakan keputusan itu dibuat di bawah tekanan dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, melontarkan ancaman baru terhadap Iran pada hari Rabu, dengan menyatakan: “Pemimpin mana pun yang dipilih oleh rezim teror Iran untuk terus memimpin rencana penghancuran Israel, mengancam Amerika Serikat, dunia bebas, dan negara-negara di kawasan ini, serta menindas rakyat Iran, akan menjadi target pembunuhan, terlepas dari namanya atau di mana ia bersembunyi.”
Perkembangan ini terjadi ketika seorang pejabat keamanan Israel mengatakan kepada media bahwa gedung Majelis Pakar Iran, tempat para pejabat berkumpul untuk memilih Pemimpin Tertinggi berikutnya, menjadi sasaran serangan.
Juru bicara militer Israel mengatakan bahwa dinas keamanan “masih memeriksa hasil penargetan dewan yang bertemu untuk memilih pengganti Khamenei”, namun, kantor berita resmi Iran mengatakan bahwa bangunan yang ditargetkan “sudah tua dan tidak layak dan tidak digunakan untuk mengadakan pertemuan”. (ard)













Discussion about this post