Avesiar – Puisi
_______________
Makrifat : Saat Aku Tiada
Oleh: Mas Ngabehi
_______________
Aku berjalan jauh dari namaku sendiri,
menanggalkan huruf demi huruf
yang selama ini kusebut aku.
Di cermin dunia, wajahku memudar,
sebab yang kupeluk bukan lagi rupa,
melainkan rahasia.
_______________
Pada titik sunyi yang tak berkoordinat,
doa berhenti menjadi kata,
zikir lepas dari hitungan,
dan waktu bersimpuh sebagai hamba.
Di sana, aku belajar:
Tuhan tak dicari—
Ia menyingkap, ketika aku tak lagi berdiri.
_______________
Aku luluh dalam sujud tanpa arah,
bukan ke timur, bukan ke barat,
melainkan ke dalam—
tempat keakuan retak,
dan kehendak menjelma debu.
Di situlah makrifat bernaung:
saat yang ada bukan siapa,
melainkan Ada.
_______________
Wahai Cahaya yang tak berbentuk cahaya,
aku tersesat agar Kau temukan,
aku hilang agar Kau nyatakan.
Sebab selama aku masih ada,
Engkau terasa jauh;
namun ketika aku tiada,
Engkau lebih dekat
dari nafas yang tak kusebut.
_______________
Kini aku diam dalam pengetahuan yang bisu,
tak membawa jawaban,
tak menuntut pengertian.
Hanya pasrah yang bening,
seperti laut yang tak mengaku luas.
Dan di sanalah aku tahu—
makrifat bukan tentang mengetahui Tuhan,
melainkan lenyapnya aku
di hadapan-Nya.
_______________
Jika kelak aku kembali ke dunia bunyi,
biarlah namaku sekadar isyarat,
dan hidupku menjadi tanda kecil:
bahwa pernah ada seorang hamba
yang menemukan segalanya
ketika ia sungguh-sungguh
tiada.
_______________
Biodata Penulis:
Mas Ngabehi adalah nama pena dari: Dr. H. Sri Satata, M. M. Beliau adalah seorang Dosen dan Pegiat Bahasa dan Sastra, serta literasi nasional. Sudah lebih dari 60 buku ditulisnya. Bergenre fiksi dan ilmiah: kumpulan puisi, kumpulan cerpen, esai, dan berbagai buku ilmiah lainnya. Sebagian besar terdapat dalam link berikut: https://lynk.id/sri_satata













Discussion about this post