Avesiar – Puisi
_______________
Sunyi Sebagai Kitab Terbuka
Oleh: Mas Ngabehi
_______________
Sunyi bukan kosong—
ia lembaran pertama
yang dibuka sebelum cahaya mengeja makna.
Di sana, huruf-huruf dunia diam,
agar rahasia dapat dibaca
oleh jiwa yang menanggalkan suara.
_______________
Aku duduk di hadapan sunyi
seperti murid tanpa pertanyaan.
Tak ada pena,
tak ada tinta,
hanya hati yang disiapkan
untuk dilalui makna.
Setiap tarikan nafas
menjadi ayat yang tak tertulis.
_______________
Dalam sunyi, Tuhan tidak berbicara,
namun segalanya menjelaskan.
Gemuruh hidup surut
menjadi isyarat halus,
dan waktu berhenti berdebat
tentang awal dan akhir.
Di sini, aku mengerti:
pengetahuan sejati
lahir dari ketakberkataaan.
_______________
Aku membaca sunyi
dengan mata yang ditundukkan,
mengeja kehendak-Nya
pada jeda antara dua detak.
Ego luruh sebagai catatan kaki,
sementara makna utama
ditulis oleh kasih
yang tak menuntut pengertian.
_______________
Wahai Sunyi, guru tanpa suara,
engkau membuka kitab
yang tak bisa ditutup akal.
Setiap halaman adalah penyerahan,
setiap baris adalah fana.
Dan ketika aku menamatkan bacaan,
aku sadar—
yang berubah bukanlah rahasia,
melainkan diriku.
_______________
Kini aku tahu,
sunyi adalah kitab terbuka
bagi siapa pun yang rela kehilangan suara.
Sebab hanya dalam diam yang jujur
Tuhan membacakan diri-Nya,
dan hamba benar-benar belajar
menjadi hamba.
_______________
Biodata Penulis:Mas Ngabehi adalah nama pena dari: Dr. H. Sri Satata, M. M. Beliau adalah seorang Dosen dan Pegiat Bahasa dan Sastra, serta literasi nasional. Sudah lebih dari 60 buku ditulisnya. Bergenre fiksi dan ilmiah: kumpulan puisi, kumpulan cerpen, esai, dan berbagai buku ilmiah lainnya. Sebagian besar terdapat dalam link berikut: https://lynk.id/sri_satata













Discussion about this post