Avesiar – Jakarta
Ketika seorang penguasa jenuh dan ingin jeda dari tugas-tugas yang memberatkan, maka ia memilih orang-orang tertentu untuk sekedar menemani minum teh di taman istana, mengundang para pendongen untuk membaca kisah-kisah di aula istana, atau memancing di lautan lepas. Kali ini sang penguasa meminta Nasruddin Hoja menemaninya keliling kota.
Singkat cerita, penguasa dan Nasruddin meluncur pelan-pelan dengan delman yang ditarik dua ekor kuda. Tepat ketika sampai di perempatan kota, delman itu diminta berhenti. “Berhenti sejenak wahai Pak Kusir,” perintah penguasa.
“Ayuk kita turun dulu Nasruddin!” penguasa mengajak Nasruddin turun. Dan sejurus kemudian, dua orang itu mengitari sudut-sudut kota.
“Nasruddin, apakah kau setuju jika di sana dibangun patung saya yang besarnya lima kali lipat dari wujudku yang asli?” Penguasa mengutarakan niatnya sambil menunjuk sudut kota yang strategis.
“Terserah engkau Wahai Tuan. Ini negeri Tuan. Lakukan apa yang Tuan berkehendak. Di depan patung itu mau dikasih tulisan dengan ‘Raja Ini Lebih Hebat dari Namrudz’ juga tidak masalah.”
(adm/sumber: alifdotid)













Discussion about this post