Avesiar – Jakarta
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan menjadi kegiatan Tim Boom Ijo yang terdiri dari para mahasiswa jurusan public relations Fikom Universitas Mercu Buana, Jakarta. Mereka menggelar kampanye “Sustainable Living For Better Generation” di SDN Pengadegan 03 Jakarta Selatan, 1 dan 8 November 2024.
Kegiatan dilakukan melalui kolaborasi dengan Komunitas Pilah Sampah, sebuah komunitas yang fokus pada edukasi pemilahan sampah dari sumber utama dan pemanfaatan sampah anorganik menjadi barang yang bernilai.
Menurut Mustika Weni Putri, Media & Creative tim Boom Ijo, kampanye PR “Sustainable Living For Better Generation” yang didukung oleh Avesiar.com sebagai media partner tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang bijak dan mendorong perubahan perilaku menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.
“Kolaborasi dengan Pilah Sampah akan memperkuat misi ini melalui edukasi, teknologi, dan keterlibatan masyarakat. Dengan kampanye ini, diharapkan masyarakat lebih terinspirasi untuk berkontribusi dalam menjaga lingkungan dan menciptakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Kegiatan Edukasi Pilah Sampah

Kegiatan edukasi tentang pemilahan sampah adalah salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang baik. Tujuan pilah sampah adalah untuk mempermudah pengelolaan sampah, mengurangi pencemaran udara, dan menambah nilai ekonomi dari hasil sampah yang terpilah.
Pada kampanye PR kali ini, tim Boom Ijo berkolaborasi dengan Pilah Sampah pada pertemuan pertama mendatangkan pemateri dari Pilah Sampah yaitu Kak Anti. Kak Anti mengedukasi bagaimana cara memilah sampah berdasarkan jenisnya yang terdiri dari organik, anorganik, B3, dan residu serta ditampilkan dalam presentasi dengan desain yang menarik perhatian para siswa-siswi.
Jenis sampah yang dijelaskan Kak Anti yaitu, sampah organik adalah sampah yang berasal dari bahan alami dan mudah terurai oleh mikroorganisme, seperti sisa makanan, kulit buah, dan daun kering/ranting pohon. Sedangkan sampah anorganik adalah sampah yang berasal dari bahan tidak alami atau bahan yang sulit terurai secara alami seperti plastik, kertas, dan kaca.
Kemudian sampah B3, yaitu sampah yang mengandung bahan beracun atau berbahaya bagi manusia dan lingkungan, seperti limbah medis, baterai bekas, dan pembersih kimia. Residu adalah sampah yang sulit atau tidak dapat didaurulang, seperti bungkus makanan berminyak, styrofoam, dan pembalut bekas.
Setelah pemaparan materi, Kak Anti bersama semua siswa-siswi bermain games menggunakan kartu pilah sampah dengan mengklasifikasikan kartu tersebut sesuai jenis sampahnya didampingi oleh tim Boom Ijo.
Membuat Prakarya Dari Kain Perca

Di pertemuan kedua Boom Ijo bersama Pilah Sampah ini diadakan workshop kerajinan daur ulang dengan menghias totebag menggunakan kain perca. Kain perca adalah sisa-sisa potongan kain yang biasanya dianggap limbah. Namun, dengan kreativitas, kain perca bisa diolah menjadi berbagai prakarya yang bernilai estetika dan fungsional.
Totebag yang dihias dengan kain perca memiliki beberapa manfaat, di antaranya: mengurangi limbah tekstil dan plastik, mendukung keberlanjutan lingkungan, mengurangi sampah, mendukung ekonomi sirkular, dan kreativitas desain. Dengan teknik yang sederhana dan berbagai desain unik, totebag polos bisa diubah menjadi barang yang estetis, personal, dan bernilai tinggi. Di pertemuan kali ini, tim Boom Ijo juga mendatangkan pemateri dari Pilah Sampah yaitu Kak Pur.
Para siswa-siswi diberi 1 totebag yang sudah ada pola kain perca. Untuk siswa laki-laki diberi pola berbentuk pohon sedangkan untuk siswi perempuan diberi pola berbentuk bunga. Sebelum mulai menghias Kak Pur menjelaskan tentang langkah-langkah menghiasnya. Para siswa-siswi pun sangat antusias saat mulai menghias. Dengan menggabungkan nilai-nilai keberlanjutan dan seni kreatif, menghias totebag menggunakan kain perca dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih besar untuk menjaga lingkungan.
Kegiatan kampanye ini juga menjadi ajang bagi masyarakat untuk berpartisipasi dalam gerakan nyata menjaga lingkungan. Melalui kampanye ini, diharapkan semakin banyak individu yang terinspirasi untuk memulai langkah-langkah kecil, seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah dari rumah, dan mendukung produk ramah lingkungan. (app/pro)













Discussion about this post