Avesiar – Jakarta
Gempa berkekuatan 7,1 SR yang mengguncang Tibet Selasa (7/1/2025) pagi kini telah memakan korban Tewas 95 orang dan 130 cedera. Dikutip dari The Guardian, sebelumnya media pemerintah China melaporkan bahwa sedikitnya 53 orang tewas dan 62 lainnya cedera mengguncang wilayah pegunungan Tibet.
“Sebanyak 95 orang telah dipastikan tewas dan 130 lainnya cedera hingga pukul 3 sore (0700 GMT),” kata kantor berita Xinhua.
Bangunan-bangunan di negara tetangga seperti Nepal, Bhutan, dan India, juga tidak luput terkena imbas bencana gempa tersebut. Namun, semua kematian dilaporkan terjadi di wilayah Tibet.
Sekutu Tiongkok, Presiden Rusia, Vladimir Putin, telah menyampaikan belasungkawa yang paling dalam kepada mitranya, Xi Jinping, atas gempa bumi Tibet yang menewaskan sedikitnya 95 orang itu.
“Rusia turut berduka cita atas kehilangan saudara dan orang-orang dekat akibat bencana alam ini, dan berharap pemulihan yang cepat,” kata Putin kepada Xi dalam pesan yang diunggah oleh Kremlin.
Pada 1951 Tiongkok mencaplok Tibet dan telah mempertahankan kendali ketat atas wilayah tersebut hingga sekarang. (ard)













Discussion about this post