• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World Law

Surat Pernyataan 12 Negara Termasuk Iran Menuntut Larangan Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir

by Ave Rosa
24 Oktober 2026 | 23:59 WIB
in Law
Reading Time: 3 mins read
A A
Surat Pernyataan 12 Negara Termasuk Iran Menuntut Larangan Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir

Foto: Pexels

Avesiar – Jakarta

Pernyataan bersama dikeluarkan oleh Iran bersama 11 negara lainnya di Majelis Umum PBB yang menyerukan pelarangan tegas terhadap serangan atau ancaman serangan terhadap lokasi dan fasilitas nuklir yang berada di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) dan ditujukan untuk tujuan damai.

Dilansir kantor berita Tasnim, Sabtu (25/10/2026), pernyataan tersebut disampaikan pada sesi ke-81 Komite Pertama Majelis Umum PBB tanggal 23 Oktober, yang menegaskan kembali hak yang tidak dapat dicabut dari semua negara untuk mengembangkan energi nuklir bagi tujuan damai tanpa diskriminasi.

Negara-negara yang menandatanganinya yaitu; Republik Belarus, Burkina Faso, Republik Rakyat Tiongkok, Republik Kuba, Negara Eritrea, Republik Islam Iran, Republik Nikaragua, Republik Niger, Republik Islam Pakistan, Federasi Rusia, Republik Tajikistan, dan Republik Zimbabwe.

Berikut adalah teks lengkap pernyataan bersama tersebut:

Ketua yang terhormat,

Saya berbicara mewakili Republik Belarus, Burkina Faso, Republik Rakyat Tiongkok, Republik Kuba, Negara Eritrea, Republik Nikaragua, Republik Niger, Republik Islam Pakistan, Federasi Rusia, Republik Tajikistan, Republik Zimbabwe, serta negara saya sendiri, Republik Islam Iran, terkait isu pelarangan segala bentuk serangan dan ancaman serangan terhadap lokasi dan fasilitas nuklir yang berada di bawah pengawasan IAEA dan ditujukan untuk tujuan damai.

1. Kami menekankan pentingnya perwujudan tujuan-tujuan IAEA secara penuh dan efektif, khususnya mandat statuter badan tersebut untuk mempercepat dan memperluas kontribusi energi atom bagi perdamaian, kesehatan, dan kemakmuran di seluruh dunia, serta menegaskan kembali hak yang tidak dapat dicabut dari semua negara untuk mengembangkan penelitian, produksi, dan penggunaan energi nuklir bagi tujuan damai tanpa diskriminasi.

Bacaan Terkait :

Saling Ancam di DK PBB, Iran Akan Merespons Proporsional Jika AS Ikut Campur dan AS Bela Sekutunya

Pidato Netanyahu di PBB yang Mengklaim Wilayah dan Melarang Hak Veto Dikecam Palestina

PBB Umumkan Pendudukan oleh Israel Adalah Akar Penyebab Kekerasan di Palestina

Pakar HAM PBB Memungkinkan Pembunuhan Wartawan Shireen Abu Akleh Sebagai Kejahatan Perang

Melalui Percakapan Telepon, Pemimpin Hamas Meminta PBB Menekan Israel Akhiri Pelecehan Jemaah di Masjid Al-Aqsa

Load More

2. Kami merujuk kembali pada resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa nomor 487 (1981), yang mengutuk keras serangan militer terhadap fasilitas nuklir, serta keputusan dan resolusi terkait dari Konferensi Umum IAEA, yaitu GC(53)/DEC/13, GC(XXIX)/RES/443, GC(XXIX)/RES/444, dan GC(XXXIV)/RES/533, yang secara jelas mencerminkan posisi lama komunitas internasional dalam menentang serangan, atau ancaman serangan, terhadap fasilitas nuklir yang berada di bawah pengawasan (safeguards) IAEA dan ditujukan untuk tujuan damai.

3. Kami menegaskan kembali bahwa serangan, atau ancaman serangan, terhadap fasilitas nuklir merupakan pelanggaran terhadap prinsip-prinsip Piagam PBB, hukum internasional, dan Statuta IAEA, serta sangat bertentangan dengan tujuan dan maksud dari Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT).

4. Kami menekankan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir memiliki implikasi serius bagi keselamatan nuklir dan keamanan nuklir, serta merupakan ancaman nyata terhadap integritas, efektivitas, dan kredibilitas sistem pengawasan (safeguards) IAEA dan arsitektur non-proliferasi global secara lebih luas.

5. Kami menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas nuklir akan berdampak buruk pada pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai serta kerja sama internasional, dan dapat mengakibatkan pelepasan zat radioaktif dengan konsekuensi berat, baik di dalam maupun di luar negara yang bersangkutan, termasuk dampak parah terhadap penduduk sipil dan kerusakan lingkungan jangka panjang.

6. Kami menekankan bahwa sikap diam dalam menghadapi serangan terhadap fasilitas nuklir yang berada di bawah pengawasan internasional akan melemahkan norma-norma internasional yang telah mapan, mengikis kepercayaan terhadap tatanan hukum internasional, serta berisiko menormalisasi tindakan serangan semacam itu.

7. Oleh karena itu, kami menegaskan kembali bahwa fasilitas nuklir tidak boleh, dalam keadaan apa pun, menjadi sasaran serangan atau ancaman serangan.

8. Kami menyerukan kepada seluruh Negara Anggota untuk bersatu dalam menjunjung tinggi integritas dan kredibilitas sistem pengawasan (safeguards) IAEA, memperkuat keselamatan dan keamanan nuklir, serta melindungi pemanfaatan energi nuklir untuk tujuan damai dan kerja sama internasional, dengan menyatakan penolakan yang tegas dan jelas terhadap setiap serangan, atau ancaman serangan, terhadap fasilitas nuklir.

Terima kasih.

(ard)

Tags: Larangan Serangan Terhadap Fasilitas NuklirPBBSurat Pernyataan 12 NegaraUN
ShareTweetSendShare
Previous Post

Strategi Simpel Berbenah Rumah dengan Barang-barang yang Menumpuk Layaknya Permainan

Mungkin Anda Juga Suka :

Langsung ke Kantor Roblox di AS, Menkomdigi Tegaskan Wajib Ikut Regulasi Indonesia

Langsung ke Kantor Roblox di AS, Menkomdigi Tegaskan Wajib Ikut Regulasi Indonesia

23 September 2026

...

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

...

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

...

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

...

Stasiun ABC Berpendapat Pemerintahan Trump Diduga Berupaya Membungkam Kebebasan Berbicara Terkait Program TV ‘The View’

Stasiun ABC Berpendapat Pemerintahan Trump Diduga Berupaya Membungkam Kebebasan Berbicara Terkait Program TV ‘The View’

9 Mei 2026

...

Load More

Discussion about this post

TERKINI

Surat Pernyataan 12 Negara Termasuk Iran Menuntut Larangan Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir

24 Oktober 2026

Strategi Simpel Berbenah Rumah dengan Barang-barang yang Menumpuk Layaknya Permainan

23 Oktober 2026

Uang Curian Dikembalikan Secara Diam-diam, Hukum dan Penjelasannya

22 Oktober 2026

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

21 Oktober 2026

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

21 Oktober 2026

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

20 Oktober 2026

Warga Prancis Demo dan 2.400 Ditangkap, Macron Kritik Tindakan Anarki

19 Oktober 2026

Pribadi Autentik atau Otentik Dilihat dari Karakter, Ciri-ciri, dan Mengenal Lawannya

18 Oktober 2026

Cara Mensucikan Ketika Tanpa Sengaja Memakan Daging Babi

17 Oktober 2026

Buka Kedutaan Besar di Al-Quds yang Diduduki, Iran Kecam Keras Kolombia

16 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video