Avesiar – Jakarta
Pembunuhan reporter Al Jazeera Shireen Abu Akleh awal pekan ini menurut sekelompok pakar hak asasi manusia PBB bisa merupakan kejahatan perang, Jum’at (13/5/2022).
Wartawan AS-Palestina jelas menjalankan tugasnya sebagai jurnalis ketika dia ditembak di kepala saat melaporkan serangan Israel di kamp pengungsi Jenin pada hari Rabu (11/5/2022), meskipun mengenakan rompi yang dengan jelas mengidentifikasi dirinya sebagai anggota “pers”. . Beberapa saksi mata mengatakan Abu Akleh ditembak oleh pasukan keamanan Israel.
Para ahli hak asasi manusia mengutuk pembunuhan Abu Akleh, menyerukan dalam sebuah pernyataan untuk penyelidikan yang jelas, transparan, dan independen atas kematiannya.
“Pembunuhan Abu Akleh adalah serangan serius lainnya terhadap kebebasan media dan kebebasan berekspresi, di tengah meningkatnya kekerasan di Tepi Barat yang diduduki,” bunyi pernyataan mereka, dilansir The New Arab, Sabtu (14/5/2022) .
Lebih dari 40 pekerja media Palestina telah dibunuh oleh pasukan Israel sejak tahun 2000, menurut angka resmi Palestina, sementara ratusan lainnya telah terluka, menjadi sasaran dan diancam dengan kekerasan saat bekerja.
“Penargetan pekerja media di wilayah Palestina dan kegagalan berulang kali otoritas Israel dalam melakukan investigasi yang tepat, keduanya merupakan pelanggaran hak paling dasar,” lanjut pernyataan itu.
Kurangnya akuntabilitas, dikatakan pernyataan para ahli HAM PBB, memberikan carte blanche untuk melanjutkan litani eksekusi di luar proses hukum. Keamanan jurnalis sangat penting dalam menjamin kebebasan berekspresi dan kebebasan media.
Abu Akleh dimakamkan di Yerusalem pada hari Jumat. Tetapi sebelumnya, pasukan keamanan Israel menggunakan pentungan, gas air mata, dan kuda untuk menyerang pelayat selama pemakaman jurnalis terkenal itu.
Kepala urusan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell mengutuk penggunaan kekuatan yang tidak proporsional dan perilaku tidak hormat oleh polisi Israel terhadap peserta prosesi berkabung.
“Uni Eropa menyerukan penyelidikan menyeluruh dan independen yang mengklarifikasi semua keadaan kematian Shireen Abu Akleh yang membawa mereka yang bertanggung jawab atas pembunuhannya ke pengadilan,” kata Borrell. (ard)













Discussion about this post