Avesiar – Jakarta
Pemerkosaan, penyiksaan, dan penganiayaan yang mengerikan selama ditahan oleh Israel, diungkap melalui kesaksian anonim para tahanan Palestina, meskipun Israel berupaya mengancam mereka agar diam.
Dikutip dari The New Arab, Senin (20/10/2025), sebanyak 1.968 tahanan Palestina dibebaskan olej Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata Gaza yang ditengahi oleh Presiden AS Donald Trump. Namun, lebih dari 8.000 orang masih ditahan.
Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap mereka setelah pembebasan, mengancam akan menghukum mereka jika mereka mengadakan perayaan atau berbicara kepada media.
Sebagian besar tahanan dibebaskan ke Gaza, tetapi puluhan lainnya juga dibebaskan ke Tepi Barat, yang masih berada di bawah pendudukan Israel. Mereka dapat menghadapi penangkapan ulang kapan saja.
Tanda-tanda penyiksaan, penganiayaan, dan kelaparan, terlihat pada banyak tahanan yang dibebaskan tersebut.
Jenazah tahanan Gaza yang gugur juga dikembalikan ke wilayah yang hancur, menunjukkan tanda-tanda penyiksaan dan penganiayaan.
“Jenazah tahanan Gaza dikembalikan kepada kami dalam keadaan terikat seperti binatang, ditutup matanya, dan dengan tanda-tanda penyiksaan dan luka bakar yang mengerikan – bukti kekejaman yang dilakukan secara rahasia,” ujar Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Bursh, dalam sebuah unggahan di X.
Klub Tahanan Palestina memberik akses kepada afiliasi The New Arab, Al-Araby TV, untuk melihat kesaksian dari para tahanan yang sebelumnya ditahan oleh Israel, namun dengan syarat identitas para tahanan tersebut tidak diungkapkan.
Pemerkosaan yang Mengerikan
Seorang mantan narapidana mengatakan bahwa ia diikat dan diperkosa dengan tongkat oleh seorang penjaga penjara, membuat mereka kesulitan bernapas.
“Seiring rasa sakit dan jeritan saya semakin menjadi-jadi, penjaga penjara itu semakin sering menggerakkan tongkatnya. Saya sekarang merasakan sakit yang tak tertahankan, terutama ketika saya duduk, dan saya tidak bisa berbicara kecuali berbisik-bisik,” kata mereka.
Tahanan tersebut menekankan bahwa mereka tidak ingin identitasnya diungkapkan atau mengajukan keluhan apa pun karena mereka takut akan ditahan lagi dan disiksa dengan cara yang sama.
Tahun lalu, sebuah video muncul yang memperlihatkan sembilan tentara Israel secara brutal memperkosa seorang tahanan Palestina secara beramai-ramai di fasilitas penjara Sde Teiman yang terkenal kejam. Para tentara tersebut ditahan, tetapi ekstremis sayap kanan Israel, termasuk anggota Knesset, menyerbu pangkalan militer untuk memprotes penahanan mereka.
Perkumpulan Tahanan Palestina mengatakan telah mengumpulkan kesaksian dari sepuluh tahanan yang diperkosa oleh penjaga Israel saat mereka ditahan.
Namun, kepala dokumentasi Klub Tahanan Palestina, Amani Sarahneh, mengatakan bahwa jumlah tersebut “tidak mencerminkan kenyataan” dan hanya sedikit tahanan yang berani memberikan kesaksian, bahkan secara anonim.
“Ada detail mengenai proses penyiksaa, bagaimana mereka kreatif dalam penyiksaan, bagaimana mereka memiliki keinginan untuk melakukannya, bagaimana para sipir penjara menunjukkan kegembiraan mereka karena seorang tahanan diperkosa. Ini sesuatu yang tak terlukiskan,” ujar Sarahneh kepada Al-Araby TV.
Para sipir penjara, lanjutnya, akan memperkosa para tahanan di depan rekan-rekan mereka. Itu adalah upaya untuk menghancurkan para tahanan sebagai manusia, untuk mengakhiri kemanusiaan mereka.
Cara untuk meneror seluruh rakyat Palestina
Dilansir The New Arab, seorang mantan tahanan dari Tepi Barat yang diperkosa, yang menggunakan nama samaran Ahmed, mengatakan kepada Al-Araby TV: “Saya diperkosa secara brutal di dalam penjara Israel. Mereka membawa saya dari bagian tempat saya ditahan ke tempat yang tidak saya kenal. Mereka menanggalkan semua pakaian saya dan mulai memperkosa saya dengan tongkat.”
“Ini adalah sesuatu yang sangat, sangat kecil dibandingkan dengan apa yang terjadi pada tahanan dari Jalur Gaza, dan saya malu untuk membicarakannya. Mereka memaksa seorang tahanan untuk berlutut dan membiarkan anjing polisi memperkosanya. Bagaimana mungkin orang bisa melupakan hal seperti ini?” tambahnya.
Abdul Fattah Elwi, seorang psikiater Palestina yang telah merawat empat pasien yang diperkosa di penjara Israel, mengatakan kepada Al-Araby TV bahwa Israel telah menggunakan taktik mengerikan ini untuk menimbulkan teror psikologis tidak hanya pada tahanan, tetapi juga pada populasi Palestina yang lebih luas.
“Ini sebagian agar para tahanan bisa menceritakan apa yang terjadi kepada orang lain, agar kita semua takut. Saya berbicara kepada Anda sekarang dan sejujurnya, saya takut, karena apa yang terjadi ini memang untuk meneror kami sebagai rakyat Palestina,” ujarnya kepada Araby TV.
Lebih dari 9.100 warga Palestina masih ditahan di penjara-penjara Israel, termasuk sekitar 52 perempuan dan sekitar 400 anak-anak. Ratusan orang masih ditahan di bawah penahanan administratif tanpa dakwaan. (ard)











Discussion about this post