Avesiar – Jakarta
Israel dipenuhi puluhan ribu warganya yang berdemonstrasi. Dikutip dari The Guardian, Kamis (20/3/2025), mereka turun ke jalan untuk menyerukan gencatan senjata baru di Gaza dan memprotes apa yang mereka sebut sebagai serangan terhadap demokrasi negara itu oleh koalisi pemerintahan sayap kanan Benjamin Netanyahu.
Polisi Israel memblokir jalan raya utama dan melakukan sedikitnya 12 penangkapan di tengah situasi panas di Yerusalem dan Tel Aviv.
Kemarahan itu dipicu keputusan perdana menteri untuk menghancurkan gencatan senjata yang telah berlangsung dua bulan di Gaza dengan gelombang serangan udara yang mematikan telah memicu demonstrasi.
Pemerintah Israel dituduh oleh pengunjuk rasa akibat melanjutkan perang karena alasan politik dan mengabaikan penderitaan 59 sandera, sekitar 24 di antaranya diyakini masih hidup, yang masih ditahan oleh Hamas di wilayah Palestina yang hancur.
Ribuan orang memadati jalan-jalan dekat kediaman resmi Netanyahu di pusat kota Yerusalempada Rabu (19/3/2025), di mana banyak yang membawa bendera Israel dan plakat berisi slogan-slogan yang mendukung para sandera yang masih ditawan di Gaza.
Sedangkan Netanyahu disebut mengklaim ada “negara bagian kiri yang dalam” yang bekerja melawannya dalam sebuah unggahan media sosial pada hari Rabu. (ard)













Discussion about this post