Avesiar – Jakarta
Dua anak Palestina kembali menjadi korban kekejaman pasukan Israel pada hari Kamis (23/10/2025). Dikutip dari The New Arab, anak-anak dari kota Issawiya, sebelah timur Yerusalem yang diduduki, ditahan di tengah tindakan keras baru dan penutupan pos pemeriksaan militer.
Beberapa petugas Israel, melalui rekaman video yang dibagikan di media sosial, terlihat membawa pergi anak-anak tersebut, yang diidentifikasi sebagai Muhammad Abu Asab dan Ahmad Abed.
Menurut kantor berita resmi Palestina, Wafa, anak-anak tersebut ditangkap setelah pasukan Israel menggerebek rumah keluarga mereka,
Dituliskan The New Arab, perkembangan terbaru ini terjadi ketika pasukan Israel menutup total pos pemeriksaan militer Beit Iska, di barat laut Yerusalem, yang melarang penduduk setempat memasuki atau meninggalkan desa tersebut.
Data dari Dinas Penjara Israel bulan lalu menunjukkan bahwa 360 anak Palestina telah ditahan di penjara-penjara Israel sejak 30 Juni, yang menandai angka tertinggi sejak awal 2016.
Data lebih lanjut menunjukkan bahwa dari angka tersebut, 147 anak ditahan dalam penahanan administratif tanpa tuntutan atau persidangan.
Sebuah laporan dari Save the Children tahun lalu telah menyuarakan keprihatinan atas kondisi penahanan anak-anak Palestina. Organisasi tersebut mencatat peningkatan tajam dalam penahanan anak-anak sejak dimulainya perang di Gaza pada 7 Oktober.
Save the Children juga menyatakan bahwa praktik penahanan anak-anak merupakan masalah yang sudah berlangsung lama dan menyerukan kepada pemerintah Israel untuk menghentikan penahanan anak-anak berdasarkan hukum militer dan penuntutan mereka di pengadilan militer. (ard)











Discussion about this post