Avesiar – Jakarta
Badan Pertahanan Sipil Gaza pada hari Sabtu mengatakan lebih dari 500.000 orang telah kembali ke Kota Gaza sejak gencatan senjata berlaku sehari sebelumnya.
“Lebih dari setengah juta orang telah kembali ke Kota Gaza sejak kemarin,” kata Mahmud Bassal, juru bicara pertahanan sipil, sebuah layanan penyelamatan yang beroperasi di bawah otoritas Hamas, dilansir The New Arab.
Warga Palestina yang lelah perang kembali ke Kota Gaza yang hancur pada hari Sabtu, dengan keluarga-keluarga menyusuri jalan-jalan yang dipenuhi puing-puing hanya untuk mendapati banyak rumah mereka hancur.
Skala operasi pemulihan terasa berat, bahkan ketika negosiasi dan persiapan pertukaran tahanan terus berlanjut, pada hari kedua gencatan senjata antara Israel dan Hamas.
Mereka yang kembali, melakukan perjalanan melalui Jalan Al-Rashid Gaza dalam upaya untuk mencapai bagian utara daerah kantong tersebut, meskipun jalan raya tersebut telah mengalami kerusakan parah akibat serangan Israel, sehingga menyulitkan orang untuk bepergian.
Semua lapisan masyarakat mencoba kembali dengan keledai, gerobak, kendaraan, membawa pulang sebanyak mungkin barang-barang yang dapat mereka simpan di tengah serangan brutal Israel. Hal itu ditunjukkan warga Palestina dari gambar-gambar yang dibagikan secara daring.
Sebagian besar warga Gaza kembali ke reruntuhan, karena Israel menghancurkan sebagian besar infrastruktur daerah kantong Palestina tersebut.
Kepulangan mereka itu di tengah kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada hari Kamis, sementara Presiden AS Donald Trump dijadwalkan berada di Timur Tengah dalam dua hari ke depan untuk menandai pembebasan tawanan Israel yang dijanjikan dan untuk mempromosikan tahap selanjutnya dari rencananya. (ard)













Discussion about this post