Avesiar – Jakarta
Kekejaman Zionis Israel terus berlanjut di awal tahun 2026 dengan bertambahnya korban tewas dan larangan masuknya bantuan kelompok-kelompok Bantuan untuk Gaza. Dikutip dari The New Arab, Jum’at (2/1/2026), setidaknya satu warga Palestina tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir, menurut Kementerian Kesehatan wilayah tersebut.
Kementerian itu dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa seorang anak juga tewas oleh pasukan Israel di daerah Jabalia an-Nazla di Gaza utara, menurut Al Jazeera. Satu jenazah juga ditemukan dari reruntuhan serangan Israel sebelumnya.
Sedikitnya 416 warga Palestina dan melukai 1.153 lainnya sejak gencatan senjata 10 Oktober diberlakukan dibunuh oleh Israel, kata pernyataan itu. Sekitar 683 jenazah telah ditemukan dari reruntuhan selama periode gencatan senjata, tambahnya.
Israel juga terus memberlakukan larangan terhadap 37 organisasi bantuan, termasuk Oxfam dan Dokter Tanpa Batas, setelah kelompok-kelompok tersebut dilaporkan menolak untuk menyerahkan rincian staf di tengah tuduhan yang belum terbukti tentang dugaan “hubungan” dengan Hamas.
Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Uni Eropa mengkritik langkah tersebut dan memperingatkan bahwa hal itu akan memperburuk situasi yang sudah sangat buruk.
Sementara itu, di Tepi Barat, seorang warga Palestina tewas dan dua lainnya terluka akibat tembakan Israel di desa Luban al-Sharqiya di Nablus. (ard)













Discussion about this post