Avesiar – Jakarta
Anak-anak di Gaza akan secara bertahap kembali sekolah setelah dimulainya gencatan senjata. Hal itu disampaikan Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) minggu ini bahwa mereka akan membuka kembali beberapa sekolah di wilayah tersebut, dikutip dari TRT World, Ahad (2/11/2025).
Kepala UNRWA Philippe Lazzarini mengatakan pada Selasa, bahwa lebih dari 25.000 anak sekolah telah bergabung dengan “ruang belajar sementara” UNRWA, sementara sekitar 300.000 akan mengikuti kelas daring.
Kegiatan belajar mengajar baru saja dimulai kembali di sekolah Al Hassaina di Nuseirat barat di Jalur Gaza tengah pada hari Sabtu, meskipun ruang kelas yang tersedia terbatas.
Warda Radwan, seorang siswi berusia 11 tahun, mengatakan ia sangat menantikan untuk kembali ke rutinitas belajarnya.
“Saya sekarang kelas enam, tetapi saya kehilangan dua tahun sekolah karena pengungsian dan perang,” katanya kepada AFP, dikutip dari TRT World.
Al Hassaina, seperti banyak fasilitas UNRWA lainnya di seluruh wilayah tersebut, selama dua tahun pengeboman Israel di Gaza, menjadi tempat penampungan bagi puluhan keluarga pengungsi.
Kehadiran mereka masih terlihat di antara jejeran cucian yang berjejer di tiga lantai gedung. (ard)













Discussion about this post