Avesiar – Jakarta
Kritik terhadap apa yang disebut “kota kemanusiaan” yang direncanakan pemerintah Netanyahu di Rafah, Gaza selatan, dilancarkan Mantan Perdana Menteri Israel Ehud Olmert, dan membandingkannya dengan “kamp konsentrasi”, dikutip dari TRT World, Senin (14/7/2025).
Olmert dalam wawancara dengan The Guardian pada hari Ahad (13/7/2025) menekankan bahwa jika rencana tersebut dilaksanakan, itu akan menjadi “pembersihan etnis”. Ditambahkannya, “Jika [warga Palestina] diasingkan ke ‘kota bantuan kemanusiaan’ yang baru, bisa dibilang ini adalah bagian dari pembersihan etnis.”
Alih-alih membantu warga Palestina di Gaza, Olmert juga menambahkan bahwa membangun apa yang disebut “kota kemanusiaan” seperti itu justru akan mengakibatkan pengungsian paksa.
Media Israel melaporkan bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga memerintahkan pembentukan “kota kemanusiaan” di Rafah pada rapat kabinet tanggal 5 Juli.
Diklaim bahwa meskipun Israel mencapai gencatan senjata dengan Hamas, Israel tidak akan mundur dari Rafah, yang terletak di antara koridor Morag dan Philadelphia.
Gagasan mendeportasi warga Palestina dari Gaza ke negara lain diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump dan kemudian diadopsi oleh Israel, dengan Netanyahu berulang kali mengatakan mereka sedang berupaya untuk melaksanakannya. (ard)













Discussion about this post