Novel Baswedan Raih Penghargaan Antikorupsi Internasional dari Mahatir

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan meraih penghargaan Perdana Menteri Malaysia Mahathir bin Muhammad. Foto : istimewa (via sindonews)
Avesiar.com -

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menghadiri dan menerima langsung penghargaan antikorupsi Internasional di Malaysia, Selasa malam (12/2/2012).

Novel Baswedan menerima langsung penghargaan dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir bin Muhammad dalam acara makan malam di Putrajaya Marriot Hotel, Putrajaya, Malaysia. “Novel Baswedan menerima penghargaan ini atas kerja keras, keberanian, dedikasi, dan komitmen dalam memberantas korupsi,” ujar Plt Juru bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/2/2020).

Selain Novel, penghargaan ini juga diberikan kepada Alm. Kevin Anthony Morais, penuntut pada Suruhanjaya Pencegahan Rasuah Malaysia, yang terbunuh pada 2015. Dalam acara tersebut, sekaligus dilakukan peluncuran Perdana International Anti-Corruption Champion Foundation (PIACCF).

Organisasi ini dibentuk dengan tujuan untuk mendukung pegawai lembaga antikorupsi yang menjadi target atau yang terancam jiwa, keselamatan, atau kehormatannya, karena memiliki komitmen dalam penyidikan dan pemberantasan korupsi. Tujuan pembentukan dana ini juga untuk memperkuat dukungan kolektif internasional kepada praktisi antikorupsi untuk memitigasi ancaman dan intimidasi dengan memberikan bantuan dan dukungan lain.

Tak hanya itu, Novel Baswedan dianggap sebagai sosok yang tepat menerima penghargaan ini karena pada 11 April 2017 mendapatkan serangan berupa penyiraman air keras oleh orang yang tak dikenal sepulangnya dari ibadah salat Subuh. Hingga kini, kepolisian baru bisa menangkap dua pelaku lapangannya, otak intelektual yang mendalangi penyerangan terhadap Novel Baswedan belum juga diketahui.

“Sejak disiram air keras oleh orang tak dikenal tiga tahun lalu, kondisi mata Novel Baswedan terus memburuk. Hingga saat ini dia masih harus terus menjalani perawatan ke Singapura. Kondisi yang terbaru adalah mata kiri Novel yang selama ini menjadi tumpuannya, kini hanya bisa melihat cahaya. Novel kini terpaksa bertumpu dengan mata kanan yang kemampuan melihatnya tinggal 60%, dengan syarat menggunakan lensa khusus,” kata Ali.

KPK pun berterima kasih atas perhatian dari berbagai pihak yang terus mendukung dan ikut mengawasi penuntasan kasus penyerangan Novel Baswedan. KPK terus berharap, pelaku penyerangan Novel Baswedan bisa mendapat hukuman seadil-adilnya. “Selain itu, KPK berharap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan bisa benar-benar tuntas sampai ke penemuan otak intelektualnya. Hal ini harus dilakukan supaya tidak ada lagi penyerangan terhadap penegak hukum yang tengah menjalankan tugas,” tuturnya. (ave/sindonews.com)