• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini

NU-Muhammadiyah Sepakat Tarawih dan Sholat Ied di Rumah Saja, Halal Bihalal Ditiadakan

by Avesiar
23 April 2020 | 21:59 WIB
in Nasional & Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
NU-Muhammadiyah Sepakat Tarawih dan Sholat Ied di Rumah Saja, Halal Bihalal Ditiadakan

Ilustrasi saat ibadah Shalat. Foto : via okezone. com

Pemerintah bersama ormas-ormas islam kompak memutuskan awal Ramadhan 1441 Hijriah jatuh pada Jumat 24 April 2020.

Tak hanya soal awal puasa, ormas-ormas besar seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga kompak mendukung pemerintah memutus mata rantai penyebaran COVID-19 dengan cara mengeluarkan panduan terhadap umat Islam tentang penyelenggaraan selama Ramadhan dan Idul Fitri.

Baik Pimpinan Pusat Muhammadiyah maupun Pengurus Besar NU (PBNU) kompak mengimbau umat Islam melaksanakan salat tarawih dan salat Idul Fitri di rumah masing-masing selama masa pandemi virus corona (COVID-19). Acara silaturahim saat Idul Fitri juga diinstruksikan dilakukan dengan memperhatikan physical distancing bahkan kalau bisa ditiadakan beserta rangkaiannya, yaitu mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya.

Muhammadiyah menerbitkan surat edaran bernomor 02/EDR/I.0/E/2020 yang ditandatangai pada 21 Maret 2020 oleh Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah Syamsul Anwar dan Sekretaris Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Mohammad Mas’udi.

Sementara PBNU mengeluarkan Surat Edaran bernomor 3953/C.I.034.04.3030 ditandatangai pada 3 April 2020 oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal H A Helmy Faishal Zaini.

Dalam surat edarannya, Muhammadiyah mencermati banyak hal terkait wabah corona, di antaranya: Pada poin 7 disebutkan dalam kondisi tersebarnya Covid-19 seperti sekarang yang mengharuskan perenggangan sosial, salat lima waktu dilaksanakan di rumah masing-masing dan tidak perlu dilaksanakan di masjid, musala, dan sejenisnya yang melibatkan konsentrasi banyak orang, agar terhindar dari mudarat penularan Covid-19.

Kemudian pada poin nomor 10. Salat Jumat dapat diganti dengan salat Zuhur (empat rakaat) di rumah masing-masing. Hal ini didasarkan kepada keadaan masyaqqah. Selanjutnya pada poin ke 12. Apabila kondisi mewabahnya Covid-19 hingga bulan Ramadan dan Syawal mendatang tidak mengalami penurunan, maka: a. Salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadan yang lain (ceramah-ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya).

Pada poin 13 huruf d juga disebutkan salat Idulfitri adalah sunnah muakkadah dan merupakan syiar agama yang amat penting. Namun apabila pada awal Syawal 1441 H mendatang tersebarnya covid-19 belum mereda, salat Idulfitri dan seluruh rangkaiannya (mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya) tidak perlu diselenggarakan.

Bacaan Terkait :

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

Load More

“Namun, apabila berdasarkan ketentuan pihak berwenang bahwa Covid-19 sudah mereda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, salat Idul Fitri dan rangkaiannya dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu.”

Poin-poin serupa juga termaktub dalam Surat Edaran PBNU bernomor 3953/C.I.034.04.3030 ditandatangai pada 3 April 2020 oleh Rais Aam KH Miftachul Akhyar, Katib Aam KH Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum KH Said Aqil Siroj, dan Sekretaris Jenderal H A Helmy Faishal Zaini. Berikut beberapa poin isi surat edaran PBNU tersebut:

Sebagai upaya lanjut, khususnya menyambut dan melaksanakan peribadatan di bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah, PBNU menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Kepada seluruh pengurus wilayah, pengurus cabang, pengurus majelis wakil cabang, pengurus ranting dan pengurus anak ranting, serta lembaga dan Badan Otonom di bawah naungan Nahdlatul melaksanakan peribadatan wajib dan meningkatkan amaliyah, berupaya taqorrub kepada Allah SWT dengan memperbanyak amalan Sunnah, seperti shodaqoh, membaca Al-Quran, mujahad, menjalankan do’a untuk para leluhur, serta berbagai amaliyah dan ibadah lainnya, termasuk menjalankan shalat tarawih selama bulan Ramadhan dan shalat Idul Fitri selama Pandemi Covid-19 di rumah masing-masing atau sesuai protokol pencegahan penyebaran Covid-19 yang ditetapkan oleh pemerintah pusat dan Pemerintah daerah masing-masing.

2. Kepada seluruh umat Islam pada umumnya dan warga Nahdlatul Ulama pada khususnya agar terus memperkuat tali silaturahim dan hubungan sosial antar sesama dalam momentum hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, dengan tetap mengacu pada ketentuan dan kebijakan pembatasan social (Social distancing) dan menjaga jarak fisik (Pshycial distancing) yang ditetapkan oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah masing-masing.

4. Kepada seluruh warga Nahdliyin agar senantiasa mentaati keputusan, kebijakan dan himbauan Pemerintah Pusat dan Daerah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19, termasuk mengenai mudik lebaran.

Ketua Tanfidziyah PBNU Robikin Emhas ketika dikonfirmasi mengatakan untuk sementara tempat-tempat ibadah seperti masjid memang ditutup demi menghindari penyebaran virus corona. Namun demikian kegiatan beribadah tetap harus dijalankan, meski harus di rumah.

“Sementara masyarakat jangan mendatangi tempat keramaian. Terus lakukan segala jenis peribadatan. Jangan hentikan salat berjamaah, tahlil, istighotsah, dzibaan, peringatan hari keagamaan, dan lain sebagainya. Namun lakukan di rumah masing-masing. Jangan menggelar kegiatan bersama di tengah COVID-19 mewabah seperti saat ini,” ucapnya

Lebih lanjut, kata dia, syiar agama memanglah penting. Akan tetapi jangan karena alasan syiar tujuan agama terhalangi, serta tidak tercapai. “Toh kita tahu keselamatan manusia merupakan tujuan agama, Islam. Untuk itu, mari jadikan peristiwa mewabahnya COVID-19 sebagai momentum untuk meneguhkan kesadaran bahwa Islam juga merupakan agama kemanusiaan,” terangnya.

Terkait tradisi mudik, Kiai Robikin juga meminta seluruh umat muslim di Indonesia mengurungkan niatnya pada musim Lebaran tahun 2020 mengingat kini situasinya sedang sedang terjadi pandemi virus corona (Covid-19).

Menurut dia, niat mudik untuk bersilaturahmi dengan sanak famili saat menyambut Hari Raya Idul Fitri nanti sebaiknya cukup melalui daring saja sehingga bisa membantu pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19. “Ya silaturahmi bisa dilangsungkan melalui daring. Lewat video call aja. Sekarang sarana telekomunikasi sudah luar biasa bagus. Pasti dalam keluarga ada yang megang telepon pintar,” ujarnya kepada Okezone.

Ia menyebut, bila seseorang tetap memaksakan mudik, dikhawatirkan nanti mereka malah membawa musibah kepada keluarganya di kampung yang tidak terpapar virus corona. Sebab, tak ada yang bisa memastikan kondisi kesehatan para pemudik ketika menempuh perjalanan jauh. “Kalau itu yang terjadi, justru dia pulang tidak membawa kebahagiaan dengan keluarga dan lingkungannya, tapi justru membawa penyakit dan musibah. Jangan sampai justru membawa derita di tengah keluarga,” ujarnya.

Sementara tokoh muda NU Firman Syah Ali meminta umat islam tidak ragu untuk #SholatDiRumah #DzikirDiRumah dan #IbadahDiRumah selama bulan Ramadhan, selama pandemi virus corona. Pria yang akrab disapa Cak Firman itu menegaskan bahwa social distancing dan physical distancing dalam situasi wabah merupakan contoh dari Rasulullah SAW.

Selain merupakan contoh dari Rasulullah SAW, gerakan #SholatDiRumah dalam rangka social distancing dan physical distancing juga merupakan kesepakatan para tokoh Ormas Islam Indonesia dari berbagai sekte atau aliran.

Untuk para anggota Ormas NU, sudah ada seruan dari Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Untuk warga Muhammadiyah silahkan ikuti seruan Prof Dien Syamsuddin, Prof Haedar Nashir dan Ustad Adi Hidayat.

Untuk warga Irsyadi Al-Irsyad sudah ada seruan dari Gubernur DKI Anies Baswedan yang merupakan tokoh Al-Irsyad, juga Syafiq Reza Basalamah, Sofyan Baswedan dan Firanda Andirja Abidin.

Untuk warga Al-Washliyah ikuti saja petuah Ustad Abdul Somad, begitupun warga tahriri alias eks-HTI silahkan ikuti petuah Ustad Abdul Somad dan Ustad Felix Siauw.

Bagi mereka yang menyebut dirinya sebagai NU Garis Lurus, silahkan ikuti petuah Buya Yahya Cirebon. Sedangkan FPI sudah jelas ada instruksi resmi dari Habib Rizieq Shihab.

Habib Syekh bin Abdul Qadir Assegaf yang terkenal dengan Syekher Mania-nya juga serukan Social Distancing. Emha Ainun Najib yang terkenal dengan Jamaah Ma’iyahnya juga serukan Social Distancing. Aa Gym dan Ustad Maher Thuwailibi juga serukan Social Distancing.

“Semua tokoh islam sudah satu kata serukan #SholatDiRumah, maka kita umat islam tidak perlu ragu, mari jadikan rumah kita sebagai masjid, bahkan dalam tingkat yang lebih tinggi, mari jadikan raga kita sebagai masjid, rumah Allah,” pungkas keponakan Mahfud MD ini. (ave/okezone)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Jaga Imun Tubuh Selama Puasa, Begini Aturan Sahur yang Tepat

Next Post

Kabar Kegagalan Obat Corona Bikin Rupiah Terperosok

Mungkin Anda Juga Suka :

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

...

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

25 April 2026

...

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

21 April 2026

...

Wilayah Udara Spanyol Ditutup untuk Pesawat AS yang Terlibat dalam Serangan di Iran

Iran Memaksa AS Akui Sistem Pertahanannya yang Murah dan Efektif

19 April 2026

...

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

...

Load More
Next Post
Kabar Kegagalan Obat Corona Bikin Rupiah Terperosok

Kabar Kegagalan Obat Corona Bikin Rupiah Terperosok

Air Mata Jenderal Andika Perkasa pun Jatuh, Mengharukan Sekali

Air Mata Jenderal Andika Perkasa pun Jatuh, Mengharukan Sekali

Discussion about this post

TERKINI

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026

Luwesnya Chintya Dian Astuti, Wakil Ketua Kadin Pelestarian Hutan & Sungai Konsisten Jaga Lingkungan

18 Mei 2026

Jemaah Lansia dan Risiko Tinggi Akan Ikut Skema Murur, Kurangi Kepadatan di Muzdalifah

17 Mei 2026

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

Man with Leaps, Guz Reza Syarief yang Kini Tidak Hanya Memotivasi Seni Memimpin, Tapi Juga Berdakwah

16 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video