Wisata Religi : Mengenal Masjid Tertua di Indonesia

Menara Kudus, menjadi salah satu bangunan masjid tertua di Indonesia. Foto Dok Kemendikbud.go.id via sindonews
Avesiar.com -

Mengisi bulan suci Ramadan dengan wisata religi, lumrah dilakukan. Namun karena suasana bulan puasa saat ini masih dirundung pandemi Covid-19, tak ada salahnya dilakukan dengan dengan media virtual atau online saja.

Salah satunya mengenal masjid-masjid tertua tertua yang ada di Indonesia, sekaligus belajar tentang sejarahnya. Berikut masjid-masjid kuno yang masih kokoh berdiri hingga sekarang. Berikut informasi masjid tertua di Indonesia sesuai urutan waktu berdirinya.

1. Masjid Saka Tunggal

Masjid ini merupakan masjid tertua di Indonesia. Keterangan pembangunan masjid jelas tertera di tiang utama masjid yakni tahun 1288. Menurut literatur masjid ini dibangun oleh Kyai Mustolih dan berlokasi di Desa Cikakak, Wangon Kabupaten Banyumas Jawa Tengah.

Masjid Saka Tunggal hanya memiliki satu tiang di tengah masjid yang menggambarkan bahwa Allah Subhanahu Wa Ta’ala itu adalah satu atau esa.

2. Masjid Wapauwe

Masjid tertua kedua di Indonesia adalah Masjid Wapauwe di Kaitetu, Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku. Berdiri sejak 1414, masjid ini dikenal sebagai pusat penyebaran Islam di Maluku pada masa lampau.

Masjid Wapauwe dibuat dari gaba-gaba (pelepah sagu yang dikeringkan) dan beratapkan daun rumbia. Bentuk bangunannya bujur sangkar. Dengan konstruksi bangunan induknya dirancang tanpa memakai paku atau pasak pada setiap sambungan kayu.

3. Masjid Sunan Ampel

Surabaya juga punya masjid tertua, namanya Masjid Sunan Ampel yang berlokasi di Kelurahan Ampel, Kota Surabaya, Jawa Timur. Dibangun oleh Sunan Ampel pada 1421, arsitekturnya memadukan gaya China dan Arab.

4. Masjid Kauman Demak

Masjid Kauman terletak di desa Kauman, Demak, Jawa tengah. Masjid ini dipercaya menjadi tempat berkumpulnya para ulama (wali) yang menyebarkan agama Islam di Tanah Jawa alias Wali Songo.

Masjid bersejarah ini diperkirakan didirikan oleh Raden Patah, raja pertama Kesultanan Demak pada 1474. Bangunan induk masjid memiliki empat tiang utama yang disebut saka guru. Atapnya berbentuk limas yang ditopang delapan tiang atau disebut saka Majapahit.

5. Masjid Suriansyah

Masjid ini dibangun pada 1526 oleh Sultan Suriansyah, raja Banjar pertama yang memeluk agama Islam di Kalimantan Selatan.

Masjid ini berlokasi di Jalan Kuin Utara, Kuin Utara, Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin. Dibangun dengan gaya tradisional Banjar dengan atap tumpang tindih, bagian mihrabnya memiliki atap.

6. Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus beralamat di Desa Kauman, Kecamatan Kota, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Masjid ini dibangun oleh Sunan Kudus pada 1549.

Menaranya yang berbentuk seperti candi menjadi salah satu keunikannya. Menara ini menggambarkan perpaduan budaya Islam dengan Hindu di masa lampau.

7. Masjid Agung Banten

Masjid kebanggaan masyarakat Banten, nih! Masjid Agung Banten namanya. Masjid Agung Banten dibangun pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin sekitar tahun 1552.

Masjid ini berada di kompleks bangunan masjid tertua di Desa Banten Lama. Atap bangunan utama yang bertumpuk lima seperti pagoda China menjadi ciri khas utamanya.

8. Masjid Mantingan

Masjid Mantingan didirikan oleh Kesultanan Demak pada 1559. Masjid ini berlokasi di Desa Mantingan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Jawa Tengah.

Dulunya, masjid ini digunakan sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di daerah pesisir utara Pulau Jawa. Gaya bangunan Masjid Mantingan sangat kental dengan gaya arsitektur China.

9. Masjid Tuo Kayu Jao

Masjid Tuo Kayu Jao yang berada di Jorong Kayu Jao, Nagari Batang Barus, Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Masjid ini masuk dalam salah satu cagar budaya di Sumatera Barat.

Berdasarkan sejumlah catatan, masjid ini dibangun pada 1599. Arsitektur Masjid Tuo Kayu Jao secara keseluruhan dipengaruhi corak Minangkabau. Masjid ini memiliki tatanan atap sebanyak tiga tingkat yang terbuat dari ijuk dengan ketebalan sekitar 15 cm.

10. Masjid Al-Hilal Katangka

Masjid Tua Al-Hilal Katangka berlokasi di Katangka, Gowa, Sulawesi Selatan. Masjid ini dibangun pada 1603 pada masa pemerintahan Raja Gowa XIV.

Katangka sendiri diambil dari nama jenis pohon yang dulu banyak tumbuh di lingkungan sekitar masjid Tua Al-Hilal.

(ave/sindonews)