• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home People & Activity Figure

Mantan Bos MI6: Kecelakaan di Laboratorium China Pemicu Pandemi Covid-19

by Avesiar
4 Juni 2020 | 14:06 WIB
in Figure
Reading Time: 3 mins read
A A

LONDON

Mantan kepala MI6, dinas intelijen rahasia Inggris, meyakini jika pandemi virus Corona diawali oleh sebuah kecelakaan di laboratorium China yang membuat virus tersebut lolos.

Dalam sebuah wawancara dengan The Telegraph, Sir Richard Dearlove, mengutip sebuah makalah ilmiah yang diterbitkan minggu ini oleh tim peneliti Norwegia-Inggris yang mengklaim telah menemukan petunjuk dalam urutan genetik Covid-19 yang menunjukkan unsur-unsur kunci “dimasukkan” dan mungkin tidak berevolusi secara alami.

Sir Richard mengatakan sejak awal, pemerintah China telah berusaha untuk “mengunci” setiap perdebatan tentang asal-usul virus dan penanganan krisis yang dilakukan oleh Beijing.

“Saya pikir ini berawal dari kecelakaan,” kata Sir Richard.

“Itu menimbulkan masalah, jika China pernah mengakui tanggung jawab, apakah itu membayar ganti rugi? Saya pikir itu akan membuat setiap negara di dunia memikirkan kembali bagaimana ia memperlakukan hubungannya dengan China dan bagaimana masyarakat internasional berperilaku terhadap kepemimpinan China,” tuturnya seperti disitir dari The Telegraph, Kamis (4/6/2020).

Kepala MI6 antara 1999 dan 2004 ini mengutip penelitian baru yang mengejutkan yang dilakukan oleh Profesor Angus Dalgleish, dari Rumah Sakit St George di University of London, dan ahli virologi Norwegia Birger Sorensen.

Dalam makalah mereka, para ilmuwan mengklaim telah mengidentifikasi “bagian yang dimasukkan ditempatkan pada permukaan Spike SARS-CoV-2” yang menjelaskan bagaimana virus itu mengikat dirinya ke sel manusia.

Bacaan Terkait :

Banyak Aduan WhatsApp yang Dinonaktifkan, Kemkomdigi Minta Penjelasan Meta yang Mengakui Kesalahan Sistem Global

Hadiri Muktamar ke-35 NU, Warga Jombang Sambut Hangat Presiden Prabowo di Sepanjang Jalan

Menyelenggarakan dan Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, Keutamaannya Berdasarkan Penjelasan Ulama

Kisah “Master HRD Indonesia” Priyantono Rudito, Bos HRD Telkom Indonesia & 100 HRD Berpengaruh Dunia

Ridzki Kramadibrata “Leader with Openess”, Sukses Pimpin Air Asia, President Grab & Planet Carbon

Teheran Akan Balas Negara yang Ikut Sanksi AS, Ancam Tidak Ada Setetes Minyak yang Keluar dari Teluk Persia dan Hormuz

Tanggapi Karhutla, Presiden Prabowo Dorong Terobosan “Ubi Bombing” dan Pengerahan Tim Alpha

Load More

Makalah ini memperingatkan bahwa upaya saat ini untuk mengembangkan vaksin ditakdirkan untuk gagal karena etiologi sebenarnya dari virus telah disalahpahami. Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti mengembangkan vaksin mereka sendiri, yang diproduksi oleh Immunor AS, sebuah perusahaan farmasi Norwegia yang dipimpin oleh Sorensen.

Sir Richard menggambarkan penelitian ini sebagai kontribusi yang sangat penting untuk perdebatan tentang bagaimana virus berevolusi serta bagaimana virus itu keluar dan menjadi pandemi.

“Saya pikir artikel khusus ini sangat penting, dan saya berpikir itu akan menggeser perdebatan,” imbuhnya.

Ia mengungkapkan bahwa peneliian Dalgleish/Sorensen telah ditulis ulang beberapa kali. Versi sebelumnya, yang dilihat oleh The Telegraph, menyimpulkan bahwa virus Corona harus dengan tepat disebut “virus Wuhan” dan mengklaim telah membuktikan tanpa keraguan bahwa virus Covid-19 direkayasa.

“Kami sadar bahwa temuan ini dapat memiliki signifikansi politik dan menimbulkan pertanyaan yang mengganggu,” tulis para penulis aslinya. Makalah ini beredar luas di belakang layar setelah didistribusikan untuk peer review, sementara pejabat intelijen dilaporkan memeriksa temuannya.

Makalah ini sendiri belum diterima untuk publikasi dalam jurnal ilmiah apa pun.

“Artikel (yang pertama) ini diserahkan ke sebuah jurnal, yang menolaknya dalam waktu satu minggu setelah menerimanya, dan pada periode yang sama menerima publikasi dua atau tiga artikel China yang berhubungan dengan virus, dalam waktu 48 jam,” kata Sir Richard.

“Jadi, maksud saya, ketika debat tentang virus ini berkembang, saya pikir semua materi ini akan dicetak dan akan mempermalukan sejumlah orang, saya kira. Mari kita sarankan agar orang China mungkin terlalu banyak bicara dalam jurnal mereka, dalam apa yang muncul dan apa yang tidak,” sambungnya.

Sir Richard menyarankan para ilmuwan mungkin telah melakukan eksperimen splicing gen rahasia pada virus Corona kelelawar ketika Covid-19 entah bagaimana lolos melalui selang biosekuriti.

“Ini bisnis yang berisiko jika Anda membuat kesalahan,” katanya.

Sir Richard mengatakan dia tidak percaya orang China telah melepaskan virus itu dengan sengaja, tetapi menuduh Beijing kemudian menutupi skala penyebarannya.

Pemerintah China bersikeras bahwa wabah dimulai di “pasar basah” kota Wuhan akhir tahun lalu. Tetapi para kritikus mempertanyakan mengapa beberapa kasus manusia purba dan kontak mereka tampaknya tidak memiliki hubungan dengan daerah tersebut.

Dua laboratorium di Wuhan mempelajari virus Corona kelelawar – Institut Virologi Wuhan dan Pusat Pengendalian Penyakit Wuhan – telah dituding sebagai sumber wabah yang sebenarnya. Namun China bersikeras bahwa wabah dimulai di “pasar basah” kota Wuhan pada akhir tahun lalu. Tetapi beberapa kritikus mempertanyakan mengapa beberapa kasus awal yang terjadi pada manusia dan kontak mereka tampaknya tidak memiliki hubungan dengan daerah tersebut.

Awal pekan ini Duta Besar China untuk Inggris, Liu Xiaoming, mengatakan Beijing akan menyambut penyelidikan internasional tentang asal-usul pandemi ini dan bersikeras bahwa negaranya tidak perlu menyembunyikan sesuatu.

“Rekor China bersih. Ini bisa bertahan dalam ujian waktu dan sejarah,” katanya. (ave/sindonews)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Lockdown Bongkar Para Suami Poligami, Perceraian Naik 30% di Saudi

Next Post

Turki Berharap Gelombang Kedua Wabah Covid-19 Tidak Terjadi

Mungkin Anda Juga Suka :

Made Dana Tangkas Jadi Speaker di Expo EV Asia, Business Forum and Business Matching Kuala Lumpur

Made Dana Tangkas Jadi Speaker di Expo EV Asia, Business Forum and Business Matching Kuala Lumpur

2 Juni 2024

...

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, ‘Mak Nyak’ Aminah Cendrakasih Meninggal Dunia

Innalillahi Wa Inna Ilaihi Raji’un, ‘Mak Nyak’ Aminah Cendrakasih Meninggal Dunia

21 Desember 2022

...

Anggota DPR RI Melani Leimena Suharli Putri Pahlawan Nasional Kunjungi RS Dr. J Leimena

Anggota DPR RI Melani Leimena Suharli Putri Pahlawan Nasional Kunjungi RS Dr. J Leimena

7 November 2022

...

Video Perjalanan Habib Munzyr Almusawa Bakal Tayang di Youtube 16 Mei 2022

Video Perjalanan Habib Munzyr Almusawa Bakal Tayang di Youtube 16 Mei 2022

15 Mei 2022

...

Penuhi 4 Kriteria Pemimpin, Feriadi JNE Dinobatkan 50 Indonesia Best CEO

Penuhi 4 Kriteria Pemimpin, Feriadi JNE Dinobatkan 50 Indonesia Best CEO

19 April 2022

...

Load More
Next Post
Turki Berharap Gelombang Kedua Wabah Covid-19 Tidak Terjadi

Turki Berharap Gelombang Kedua Wabah Covid-19 Tidak Terjadi

Cabut Lockdown, Warga Selandia Baru Bisa Hidup Normal Pekan Depan

Cabut Lockdown, Warga Selandia Baru Bisa Hidup Normal Pekan Depan

Discussion about this post

TERKINI

Banyak Aduan WhatsApp yang Dinonaktifkan, Kemkomdigi Minta Penjelasan Meta yang Mengakui Kesalahan Sistem Global

28 Agustus 2026

Hadiri Muktamar ke-35 NU, Warga Jombang Sambut Hangat Presiden Prabowo di Sepanjang Jalan

27 Agustus 2026

Menyelenggarakan dan Menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW, Keutamaannya Berdasarkan Penjelasan Ulama

27 Agustus 2026

Kisah “Master HRD Indonesia” Priyantono Rudito, Bos HRD Telkom Indonesia & 100 HRD Berpengaruh Dunia

27 Agustus 2026

Ridzki Kramadibrata “Leader with Openess”, Sukses Pimpin Air Asia, President Grab & Planet Carbon

26 Agustus 2026

Teheran Akan Balas Negara yang Ikut Sanksi AS, Ancam Tidak Ada Setetes Minyak yang Keluar dari Teluk Persia dan Hormuz

25 Agustus 2026

Tanggapi Karhutla, Presiden Prabowo Dorong Terobosan “Ubi Bombing” dan Pengerahan Tim Alpha

24 Agustus 2026

Soal Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah, Kemenhaj Fasilitasi Proses Mediasi

23 Agustus 2026

Sakit Jiwa, Pernyataan Menteri Israel Ben-Gvir Seharusnya Mereka Membunuh 30 – 40 Warga Gaza Setiap Malam

22 Agustus 2026

JNE dan Penerbit Gramedia Widiasarana Indonesia (GRASINDO) Luncurkan Komik Pengantar Kebahagiaan, Mengangkat Kisah Para Kurir yang Menghubungkan Kebahagiaan

21 Agustus 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video