• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini Edukasi

COVID-19 Mengikuti Pergerakan Manusia, Pakar Epidemiologi Sebut Tidak Ada Zona Hijau

by Avesiar
9 Juli 2020 | 15:04 WIB
in Edukasi, Nasional & Opini
Reading Time: 2 mins read
A A
COVID-19 Mengikuti Pergerakan Manusia, Pakar Epidemiologi Sebut Tidak Ada Zona Hijau

Pakar Epidemiologi dari Universitas Indonesia (UI), Pandu Riono memprediksi pandemi COVID-19 tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Foto/Istimewa via sindonews.com

JAKARTA

Pakar Epidemiologi Pandu Riono memprediksi pandemi COVID-19 tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Daerah yang menjadi pusat keramaian dan perlintasan masyarakat sulit untuk menurunkan jumlah kasus positif COVID-19.

Pandu mencontohkan aktivitas masyarakat sangat tinggi di wilayah Ibu Kota DKI Jakarta. Masyarakat dari wilayah sekitar pada siang hari bergerak ke Jakarta entah untuk bekerja, kepentingan bisnis, menuju pusat perbelanjaan, dan sebagainya.

“Jabodetabek ini luar biasa dari daerah ke tengah, Jakarta akan sulit menurunkan (kasus COVID-19). Kalau penduduk tidak bersentuhan (kontak) aman,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema “Urgensi Penanganan Permukiman Padat Penduduk Menghadapi COVID-19, Kamis (9/7/2020).

Dosen Universitas Indonesia itu mengatakan beberapa kebijakan sudah tepat, seperti pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dan pelarangan mudik. Ini membuat masyarakat tetap tinggal di rumah dan tidak banyak bergerak dari satu daerah ke daerah lainnya.

Namun, kepatuhan masyarakat mulai meluntur menjelang Lebaran. Selama lebaran, ada pergerakan orang yang cukup besar. Hal itu tidak bisa dihindari mengingat ada semacam kebiasaan saling mengunjungi kerabat untuk silaturahmi.

Selain itu, dia mengkritik pembagian zona COVID-19 di satu wilayah yang ditandai dengan warna merah, orange, kuning, dan hijau. COVID-19 ini tidak bisa dibatasi dengan zona karena virus ini mengikuti pergerakan orang.

“COVID-19 mudah sekali menyebar. Kita melihat sebagian besar di Jawa dan Sulawesi Selatan. Indonesia tidak ada zona hijau. Itu zona palsu,” ucapnya.

Bacaan Terkait :

Keren Nih, Gen Z Bakal Punya Program Jejak Muda dan Dakwah Digital yang Disiapkan PBNU

Demi Kedaulatan Ekonomi, Jemaah Umrah Diimbau Tidak Naik Maskapai yang Transit Singapura dan Malaysia

Empat Negara Besar Akhirnya Bertemu di Teheran Membahas Keamanan dan Stabilitas Regional Buntut Agresi AS-Israel

Awali Abad ke-2, Rais Aam PBNU Tegaskan NU Harus Menunjukkan Perannya sebagai Miniatur Islam

Surat Pernyataan 12 Negara Termasuk Iran Menuntut Larangan Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir

Strategi Simpel Berbenah Rumah dengan Barang-barang yang Menumpuk Layaknya Permainan

Uang Curian Dikembalikan Secara Diam-diam, Hukum dan Penjelasannya

Load More

Pandu menerangkan pandemi COVID-19 ini bisa berlangsung 2-5 tahun ke depan. “Jangan mimpi pandemi ini selesai tahun ini,” tegasnya.

Penanganan pandemi COVID-19 harus komprehensif. Dia meminta orang yang sudah terpapar COVID-19 dengan status gejala ringan tidak diisolasi di rumah. Pemerintah harus mengisolasi di suatu tempat yang aman dan segala kebutuhannya dipenuhi.

Selama pandemi ini, ada beberapa tempat yang berpotensi menjadi titik penularan, seperti pemukiman padat penduduk dan pasar. Di beberapa daerah ditemukan pedagang yang positif COVID-19. Pasar merupakan titik pertemuan orang dan pada jam-jam tertentu selalu terjadi keramaian.

Saat ini, Indonesia sudah memasuki masa transisi kenormalan baru. Berbagai aktivitas sudah mulai berjalan seperti biasa. Industri dan perkantoran sudah kembali beroperasi. “Kalau kerja menggunakan masker akan menurunkan risiko. Ini harus ditambah dengan menjaga jarak dan cuci tangan,” pungkasnya. (ave/sindonews)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Penambahan 1.624 Kasus, Positif COVID-19 Kini Mencapai 59.394 Orang

Next Post

Kasus Positif Corona Pecah Rekor, Jabar Jadi Penyumbang Terbanyak dengan 962

Mungkin Anda Juga Suka :

Awali Abad ke-2, Rais Aam PBNU Tegaskan NU Harus Menunjukkan Perannya sebagai Miniatur Islam

Awali Abad ke-2, Rais Aam PBNU Tegaskan NU Harus Menunjukkan Perannya sebagai Miniatur Islam

25 Oktober 2026

...

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

20 Oktober 2026

...

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

Pelantikan Jenderal Tandyo Budi Revita Sebagai KSAD dan Jenderal Maruli Simanjuntak Sebagai Wakil Panglima TNI

16 Oktober 2026

...

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

Pernyataan Sikap MUI, Pembatalan Konser Andrea Bocelli Simpatisan Israel di Indonesia Harus Dilakukan

16 Oktober 2026

...

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Beras Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

Presiden Prabowo Tegaskan Swasembada Beras Perkuat Fondasi Ketahanan Pangan Nasional

15 Oktober 2026

...

Load More
Next Post
Kasus Positif Corona Pecah Rekor, Jabar Jadi Penyumbang Terbanyak dengan 962

Kasus Positif Corona Pecah Rekor, Jabar Jadi Penyumbang Terbanyak dengan 962

Guru Besar UGM Nilai Mendikbud Tak Kompeten Mengurus Pendidikan

Guru Besar UGM Nilai Mendikbud Tak Kompeten Mengurus Pendidikan

Discussion about this post

TERKINI

Keren Nih, Gen Z Bakal Punya Program Jejak Muda dan Dakwah Digital yang Disiapkan PBNU

27 Oktober 2026

Demi Kedaulatan Ekonomi, Jemaah Umrah Diimbau Tidak Naik Maskapai yang Transit Singapura dan Malaysia

26 Oktober 2026

Empat Negara Besar Akhirnya Bertemu di Teheran Membahas Keamanan dan Stabilitas Regional Buntut Agresi AS-Israel

26 Oktober 2026

Awali Abad ke-2, Rais Aam PBNU Tegaskan NU Harus Menunjukkan Perannya sebagai Miniatur Islam

25 Oktober 2026

Surat Pernyataan 12 Negara Termasuk Iran Menuntut Larangan Serangan Terhadap Fasilitas Nuklir

24 Oktober 2026

Strategi Simpel Berbenah Rumah dengan Barang-barang yang Menumpuk Layaknya Permainan

23 Oktober 2026

Uang Curian Dikembalikan Secara Diam-diam, Hukum dan Penjelasannya

22 Oktober 2026

Iran Ancam Serang Kabel Internet Bawah Laut di Selat Hormuz serta Aset-aset AS dan Sekutu Jika Kembali Diserang

21 Oktober 2026

Gelombang Pertama Disusul Kedua Berangkat 11 April dan 26 April 2027, Kepulangan Jemaah Mulai 21 Mei

21 Oktober 2026

Penanganan Karhutla Harus Lebih Masif dan Terpadu, Prabowo Perintahkan Seluruh Unsur Terkait Gerak Cepat

20 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video