Avesiar – Jakarta
Menggandeng para kiai di Kabupaten Bangkalan, Madura, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak mereka untuk turut serta mengedukasi masyarakat akan bahaya Covid-19. Hal itu mengingat dalam beberapa waktu terakhir kasus Covid-19 sempat mengalami lonjakan.
“Kita melihat fakta, kebanyakan yang dibawa ke Rumah Sakit sudah parah, untuk mencegah itu, agar para ulama mensosialisasikan bahwa tes swab itu penting untuk mengetahui dan agar dapat mencegah,” ujar Mahfud.
Mahfud menilai, pendekatan lokal semacam ini bisa efektif dalam menanggulangi pandemi Covid-19. Sebab, tokoh agama atau kiai banyak menjadi panutan dan nasehatnya mudah diterima masyarakat.
“Jangan kita masih anggap Covid itu main-main. Lihat contoh kasus yang terjadi peningkatan dalam 24 jam di India. Indonesia juga saat ini sudah peringkat 18 dunia dan sampai saat ini sudah mencapai 1,9 juta kasus,” imbuhnya.
Mahfud membantah jika pemerintah tidak melakukan apapun untuk mengendalikan laju Covid-19. Pemerintah juga sudah berdialog dan meminta pendapat ulama seperti NU, Muhammadiyah dan MUI. “Namun masyarakat kita ini, apalagi di Bangkalan, kalau tokoh agama mencontohkan, dan bicara, mereka pasti ikut!” jelasnya.
Pemerintah juga menghimbau warga agar senantiasa tetap menerapkan protokol kesehatan 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan secara rutin menggunakan air mengalir. Kegiatan ini wajib dilakukan oleh seluruh warga, termasuk yang sudah disuntik vaksin. (ave/jawapos.com)













Discussion about this post