• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Nasional & Opini

Berupaya Kurangi Angka Putus Sekolah, Kini Meluluskan 600 Siswa

Kurnia Rahman, Inisiator dan Pengelola SMA Terbuka Cinangka

by Ave Rosa
8 Juli 2021 | 14:14 WIB
in Nasional & Opini
Reading Time: 4 mins read
A A
Berupaya Kurangi Angka Putus Sekolah, Kini Meluluskan 600 Siswa

JANGAN PUTUS SEKOLAH : Para siswa SMA Terbuka Cinangka, Sawangan, Depok, di depan sekolah mereka. Foto istimewa

Avesiar – Depok

Pendidikan formal begitu penting perannya dalam mencerdaskan bangsa. Karena melalui pendidikan formal, pengetahuan akademis dapat diperoleh.

Setelah pendidikan dasar 9 tahun, ada jenjang yang lebih tinggi yang diharapkan mampu semakin mematangkan pengetahuan akademi seseorang sebelum masuk di dunia kerja, yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA).

Namun, sering kali di daerah-daerah tertentu dengan kemampuan ekonomi masyarakatnya yang tidak mencukupi, membuat anak-anak yang lulus SMP, terpaksa putus sekolah ketika hendak melanjutkan ke jenjang tersebut.

Prihatin terhadap tingginya angka putus sekolah di daerah sekitar tempat tinggalnya di Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat, seorang pria yang berprofesi sebagai guru di Jakarta, berinisiatif mendirikan sebuah Sekolah Menengah Atas (SMA) Terbuka.

Adalah Kurnia Rahman, seorang guru dan staf kesiswaan di Sekolah Menengah Atas (SMA) Hang Tuah 1, yang berupaya meningkatkan level pendidikan di daerah dia berdomisili. Baru-baru ini, avesiar.com mewawancarainya secara online untuk mengulas lebih jauh seperti apa SMA Terbuka tersebut.

“Tujuan kami bersama Pemerintah Kota dan Masyarakat mengurangi angka putus sekolah. Karena tahun 2008, di Kelurahan kami angka putus sekolah paling tinggi di Kecamatan Sawangan. Putusnya dari SMP ke SMA. Tahun 2008 hanya ada beberapa SMA Terbuka dan letaknya agak berjauhan. Sedangkan masyarakat yang kurang memahami pentingnya pendidikan, tidak mau menyekolahkan anaknya jauh-jauh. Berat di ongkos walaupun sekolahnya gratis,” terang lulusan paska sarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta jurusan Pengembangan Masyarakat ini mengawali kisah.

Kurnia Rahman (kiri) saat kelulusan peserta didik SMA Terbuka. Foto istimewa.

Profesinya dan sang istri sebagai seorang guru di sekolah swasta sejak tahun 2008, membuat Kurnia merasa perlu untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi sekitarnya. Terutama tanggung jawab mereka sebagai seorang guru yang harus berbagi ilmu yang mereka miliki.

Bacaan Terkait :

Pinjaman Lunak BMM MADADA yang Digagas Kemenag – Baznas Mencegah Pinjol dan Judol

JNE Geber Program Diskon dan Pemberdayaan Masyarakat Saat Ramadan

Load More

“Kami merasa sedih sebagai bagian dari guru. Mengajar di Jakarta, tapi masyarakat di sekitar rumah saya banyak yang putus sekolah. Sekolah Terbuka kami dirikan berbasis kepedulian dan partisipasi masyarakat. Jadi, pembelajaran masih sangat sederhana. Namun kami coba tekankan pada pembentukan karakter dan skill siswa sesuai potensi yang ada,” beber ayah dari 4 orang anak itu.

Pada awal pendirian 2008 hingga 2011, lanjut Kurnia,  para siswa tidak dipungut biaya alias gratis 100 persen. Menurut dia, karena semua hanya ingin berbagi kepada masyarakat. Mereka hanya mendapatkan infaq seadanya saja.

Kurnia kemudian bersyukur sejak 2011 dibantu oleh 1 Lembaga Zakat bernama “Zakat Sukses” yang membantu mencarikan dana operasional. Tidak hanya itu, saat ini, lanjutnya, sudah ada bantuan dari Pemerintah Kota Depok atau Pemprov Jawa Barat yang mendanai kegiatan SMA Terbuka.

SMA Terbuka Cinangka mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Foto istimewa

“Saat mendirikan SMA Terbuka kami koordinasi ke Pak Lurah, Pak RW, dan Pak RT. Alhamdulillah semua mendukung. Kami diberikan ruang belajar di salah satu SD Negeri yang ada di Kelurahan kami yaitu Cinangka, Sawangan, Depok. Siswa kami belajar siang hari setelah siswa SD selesai belajar. Pada saat awal berdiri SMA Terbuka hanya diikuti 18 siswa. Sedangkan sekarang sudah ada 206 siswa yang sekolah. Dan alumni pertama tahun 2011 hingga saat ini kurang lebih 600 siswa,” kata pengelola sekolah gratis itu.

Diakuinya, saat mendirikan SMA Terbuka tersebut, secara umum masyarakat mendukung. Tidak bisa dipungkiri, tambah pria 43 tahun ini, ada beberapa orang tua siswa yang agak ragu. Menurut mereka, seolah yang berbayar saja ada yang tutup, apalagi sekolah gratis.

Kurnia juga bersyukur ketika DPRD Kota Depok, terutama Fraksi PKS, berkoordinasi dengan Pemkot Depok menunjuk 1 SMA Negeri untuk menjadi sekolah induk SMA Terbuka.

“Alhamdulillah, secara umum semua keluarga kami mendukung. Bahkan Bapak saya mewakafkan tanahnya untuk gedung SMA Terbuka, Almarhumah Ibu saya juga suka mendapatkan titipan zakat infak dan shodaqoh dari jamaah majelis taklimnya untuk SMA Terbuka,” terang mantan general manajer LAZ Zakat Sukses itu.

Kurnia Rahman (kanan) bersama istri dan putra-putrinya. Foto istimewa.

Dukungan selain dari istri, juga dia dapatkan dari anak-anaknya dalam mengelola SMA Terbuka itu. Putra-putri Kurnia yang kuliah di UIN Malang, IPB, dan UNJ, juga sudah mulai membantu aktivitas di SMA Terbuka.

“Alhamdulillah, siswa kami banyak yang sudah bekerja atau punya usaha sebelum mereka lulus SMA Terbuka. Bahkan siswa kelas 12 kami ada yang punya usaha jual beli mobil bekas. Kalau untuk alumni, ada yang sampai kuliah di Turki,” papar suami dari Azizah ini penuh rasa syukur.

Pria yang hobi beternak dan berkebun ini mengatakan bahwa misi yang ingin dia capai yaitu, ingin lebih banyak lagi memberikan kesempatan masyarakat untuk bisa sekolah, baik melalui SMP, SMA Terbuka, maupun melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat yaitu kesetaraan paket A, B, C. (Ave Rosa A. Djalil)

Tags: kurangi putus sekolahpemberdayaan masyarakatsma terbuka cinangka
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mukena yang Kawinkan Desain Indonesia dan Korea

Next Post

Performa Bank Syariah Tetap Stabil dan Positif Saat Pandemi

Mungkin Anda Juga Suka :

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

...

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

...

Gagal Berangkat Haji, 118 Calon Haji Ilegal Dicegat di Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin

Gagal Berangkat Haji, 118 Calon Haji Ilegal Dicegat di Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin

28 Mei 2026

...

Menuju Arafah, Jemaah Haji Diminta Agar Jaga Kesehatan Selama Armuzna

Menuju Arafah, Jemaah Haji Diminta Agar Jaga Kesehatan Selama Armuzna

25 Mei 2026

...

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

Judi Online Makan Korban 200 Ribu Anak Indonesia, Termasuk 80 ribu Anak di Bawah 10 Tahun

16 Mei 2026

...

Load More
Next Post
Performa Bank Syariah Tetap Stabil dan Positif Saat Pandemi

Performa Bank Syariah Tetap Stabil dan Positif Saat Pandemi

Gagal Jual Jet Tempur, Diduga karena China Kerap Ribut dengan Negara Lain

Gagal Jual Jet Tempur, Diduga karena China Kerap Ribut dengan Negara Lain

Discussion about this post

TERKINI

Membuminya Endang Rosawati, Eks Corsec BNI Syariah Kini CEO Taha Institute, Edukasi Keuangan Syariah

2 Juni 2026

Kolumbia Gelar Pilpres yang Diikuti 10 Kandidat dan Lebih Dari 40 Juta Warga di Tengah Polarisasi

1 Juni 2026

Laporan Tes Kognitif Trump Dibahas Analis Medis CNN

31 Mei 2026

Jemaah Haji per 1 Juni Bertahap Kembali ke Indonesia Usai Ditutup Rangkaian Ibadah di Armuzna

31 Mei 2026

Minuman-minuman Favorit yang Menurut Studi Membuat Risiko Demensia Lebih Rendah

30 Mei 2026

Konsep Pria Alfa atau Alpha Male, Memahami serta Kontroversi dan Alternatif Maskulin Sehat

30 Mei 2026

Risiko Pertumpahan Darah Besar Jika AS Lakukan Agresi Militer Terhadap Kuba Demi Kedaulatannya

29 Mei 2026

Kunci Bahagia Rumah Tangga dan Pola Komunikasinya dalam Islam

29 Mei 2026

Uranium yang Diperkaya Iran Bukan Bagian dari Negosiasi, Sebut AS-Israel Tetap Niat Menggulingkan Negaranya

28 Mei 2026

Gagal Berangkat Haji, 118 Calon Haji Ilegal Dicegat di Soekarno-Hatta, Kualanamu, dan Sultan Hasanuddin

28 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video