• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World Politic

Gagal Jual Jet Tempur, Diduga karena China Kerap Ribut dengan Negara Lain

by Avesiar
8 Juli 2021 | 14:45 WIB
in Politic, World
Reading Time: 3 mins read
A A
Gagal Jual Jet Tempur, Diduga karena China Kerap Ribut dengan Negara Lain

Pesawat jet tempur siluman Chengdu J-20 China. Foto/REUTERS via sindonews

Avesiar – Beijing

Membuat langkah besar dalam meningkatkan basis teknologi kedirgantaraan milik negara, khususnya di bidang militer, telah dilakukan China. Negara ini telah membuat beragam pesawat jet tempur seperti J-10, J-10C, FC-31, hingga jet tempur siluman J-20.

Selama beberapa dekade, pertumbuhan China sebagai kekuatan ekspor pesawat tempur sebenarnya tak terelakkan.

Seiring pertumbuhan global China, banyak yang berharap bahwa ekspor senjatanya akan mencerminkan tempatnya di panggung dunia. Namun setelah beberapa dekade mencoba, itu tidak terjadi.

Konfrontasi bulan lalu dengan Filipina, di mana kapal Angkatan Laut China memasuki perairan Filipina tanpa izin, diduga menjdi inti masalah dan kegagalan ini akan menggambarkan kelemahan utama China. 

Pada dasarnya, menurut laporan Foreign Policy yang dilansir ANI, Senin (5/7/2021), hanya sedikit yang ingin bermitra dengan Beijing.

Analis militer Richard Aboulafia menulis artikel di Foreign Policy bahwa senjata keren berarti jauh lebih kecil jika sebuah negara tidak memiliki teman dan inilah mengapa dunia tidak menginginkan jet tempur Beijing.

Pada April 1997, Interavia, sebuah jurnal perdagangan yang pernah berpengaruh, meramalkan bahwa China akan menyalip Rusia dan Beijing akan melampaui Rusia dalam satu dekade atau lebih sebagai penyedia pesawat tempur ke negara berkembang. 

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Sembilan tahun kemudian, Aviation Week & Space Technology dalam laporannya mengatakan bahwa China mungkin muncul sebagai penyedia paket pesawat tempur untuk pasar ekspor. Namun, Aboulafia menyatakan bahwa angka-angka prediksi itu dengan jelas tidak terjadi.

Antara tahun 2000 hingga 2020, China hanya mengekspor pesawat militer senilai USD7,2 miliar, menurut database transfer senjata Stockholm International Peace Research Institute (SIPRI).

Sementara itu, Amerika Serikat tetap aman di urutan teratas, mengekspor senjata dengan nilai USD99,6 miliar, dan Rusia tetap di urutan kedua dengan nilai ekspor senjata USD61,5 miliar. Bahkan ekspor pesawat Prancis dua kali lipat dari China, yakni USD14,7 miliar.

Menurut laporan Foreign Policy, hanya ada sedikit tanda-tanda momentum kenaikan bagi China dalam ekspor produk militernya.

Pesawat tempur China juga tidak keluar dari pasar inti mereka yang relatif kecil. Pada 1990-an, pelanggan terbesar mereka adalah Pakistan, Bangladesh, Myanmar, Korea Utara, dan beberapa negara Afrika. Itu tetap dalam daftar hari ini.

Sebuah laporan Center for Strategic and International Studies (CSIS) menunjukkan bahwa sejak 2010, 63,4 persen dari penjualan senjata konvensional China telah pergi ke Pakistan, Bangladesh, dan Myanmar.

Penjelasan terbaik untuk kegagalan China ini adalah kebijakan luar negeri China. Menurut Aboulafia, Filipina adalah ilustrasi sempurna mengapa ambisi ekspor pesawat tempur China terhenti.

Selama lima tahun, Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah mencoba menjauhkan negara itu dari Amerika Serikat dan menuju China. Juga, hingga beberapa tahun lalu, negara tersebut belum pernah membeli jet tempur baru, anggaran pertahanan yang terbatas hanya mampu membeli jet hand-me-down dari Amerika Serikat.

Aboulafia menjelaskan bahwa Filipina yang kekurangan uang, non-blok, dan bersemangat untuk menegaskan jalur pro-China, “ramun resep” sempurna untuk terobosan pasar ekspor pesawat tempur China di negara regional utama. Tapi, China juga tidak bisa menjual pesawat tempurnya ke negara itu.

Bulan lalu, ketegangan antara kedua negara di Laut Cina Selatan memanas hingga mendidih, di mana Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin Jr men-tweet: “Anda seperti orang bodoh yang memaksa perhatian Anda pada pria tampan yang ingin menjadi teman; bukan untuk menjadi ayah dari provinsi China.” (dwi/sindonews)

Tags: china gagal jual jet tempurdiduga karena sering ribut
ShareTweetSendShare
Previous Post

Performa Bank Syariah Tetap Stabil dan Positif Saat Pandemi

Next Post

Canda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang Elegan

Mungkin Anda Juga Suka :

Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah, Berikut 10 Pendapat Al-Albani yang Kontroversial

Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah, Berikut 10 Pendapat Al-Albani yang Kontroversial

10 September 2026

...

Jelang Pemilu November, Diduga Hanya 40 Persen yang Menilai Trump Sedang “Menguras Rawa”

Jelang Pemilu November, Diduga Hanya 40 Persen yang Menilai Trump Sedang “Menguras Rawa”

9 September 2026

...

Para Penasehat Trump Cegah Eskalasi Konflik dengan Iran Sebelum Pemilu November, 63 Persen Warga AS Menentang Perang

Para Penasehat Trump Cegah Eskalasi Konflik dengan Iran Sebelum Pemilu November, 63 Persen Warga AS Menentang Perang

5 September 2026

...

Drone Rusia Obrak-abrik Markas Intelijen Ukraina yang Lagi Kekurangan Rudal Patriot AS

Drone Rusia Obrak-abrik Markas Intelijen Ukraina yang Lagi Kekurangan Rudal Patriot AS

4 September 2026

...

Adu Kuat, Iran Terus Menghantam Pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, UEA, dan Yordania, Sementara AS Serang Pesta Pernikahan

Adu Kuat, Iran Terus Menghantam Pangkalan AS di Kuwait, Bahrain, UEA, dan Yordania, Sementara AS Serang Pesta Pernikahan

3 September 2026

...

Load More
Next Post
Canda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang Elegan

Canda Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang Elegan

Makan dan Kumpul di Senayan, 8 Pegawai Dishub DKI Dipecat Anies

Makan dan Kumpul di Senayan, 8 Pegawai Dishub DKI Dipecat Anies

Discussion about this post

TERKINI

Bertentangan dengan Imam Mazhab dan Mayoritas Ulama Ahlussunnah, Berikut 10 Pendapat Al-Albani yang Kontroversial

10 September 2026

Bonus Rp3 Miliar untuk Peraih Emas Asian Games XX, Presiden Prabowo Minta Karir Atlet dan Pelatih Diperhatikan

9 September 2026

Jelang Pemilu November, Diduga Hanya 40 Persen yang Menilai Trump Sedang “Menguras Rawa”

9 September 2026

Tanda Nomor Whatsapp Anda Diblokir Orang

8 September 2026

Komunitas Averroes 45 Canangkan Gerakan 10.000 Super Leader Indonesia Menuju Indonesia Emas – Merdeka Finansial

8 September 2026

Bandara Alternatif Disiapkan Usai Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Menyikapi Anak Krakatau

7 September 2026

Isi Surat Edaran Kemkomdigi Sebagai Pedoman Operator Seluler Laksanakan Putusan MK Soal Kuota

6 September 2026

Para Penasehat Trump Cegah Eskalasi Konflik dengan Iran Sebelum Pemilu November, 63 Persen Warga AS Menentang Perang

5 September 2026

Mendapatkan Ridho Allah Akibat Memudahkan Urusan Orang Lain

4 September 2026

Drone Rusia Obrak-abrik Markas Intelijen Ukraina yang Lagi Kekurangan Rudal Patriot AS

4 September 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video