• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Kisah Nabi Sam’un dan Turunnya Surat Al-Qadr

by Ave Rosa
11 Juli 2021 | 20:51 WIB
in Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Reading Time: 5 mins read
A A
Kisah Nabi Sam’un dan Turunnya Surat Al-Qadr

Ilustrasi. freepik

Avesiar.com

Dalam kitab Musyafaqatul Qulub dan Qishashul Anbiyya dikisahkan bahwasanya pada suatu malam di bulan suci Ramadan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sedang berkumpul dengan para sahabat, tiba-tiba sahabat melihat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tersenyum sendiri.

Lalu ditanya oleh sahabat “Wahai Rasulullah, kenapa engkau tersenyum sendiri?” lalu dijawab oleh Rasulullah, “telah di perlihatkan kepadaku oleh Allah hari kiamat, ketika seluruh manusia dikumpulkan di padang mahsyar, ada seorang nabi yang membawa pedang, dan tidak mempunyai umat atau pengikut satu pun, nama nabi itu adalah Sam’un al-Ghazi.”

Nabi Sam’un al-Ghazi berasal dari bani Israil yang kemudian diutus oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala ke tanah Romawi. Dikisahkan bahwasanya nabi Sam’un al-Ghazi ini memiliki rambut yang sangat panjang, bahwa kalau dia berdiri rambutnya sampai menyentuh tanah. Nabi Sam’un al-Ghazi ini pekerjaannya selalu menyampaikan risalah dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala “laa ilaaha illallah” tiada Tuhan selain Allah.

Karena pada waktu itu paganisme atau penyembah berhala sedang menjadi-jadi, maka diberilah nabi Sam’un al-Ghazi ini suatu kelebihan berupa kekuatan yang besar dalam dirinya, yang seharusnya dengan kekuatan yang dimilikinya itu memudahkan dalam melaksanakan dakwahnya. Tetapi pada kenyataannya sudah diperlihatkan kekuatannya tersebut, tidak ada yang mau mengikutinya satu orang pun.

Mukjizat yang diberikan Allah kepada nabi Sam’un al-Ghazi ini hampir sama dengan mukjizat yang diberikan kepada nabi Dawud, yaitu bisa melunakkan besi, merobohkan tembok, jadi sungguh sangat dahsyat kekuatan yang telah diberikan Allah kepadanya. Kalau sekarang ada orang yang berdakwah dengan memiliki kekuatan yang dasyat seperti nabi Sam’un pasti mempunyai pengikut yang banyak.

Sementara pada zaman tersebut, bani Israil, orang-orang Romawi, tidak berpengaruh terhadap orang yang hebat dan kuat, mereka hanya mementingkan menyembah berhala saja, dan yang dapat mempengaruhi mereka hanya satu, yaitu harta. Itulah yang menyebabkan nabi Sam’un tidak memiliki pengikut.

Tetapi nabi Sam’un ini tidak menyerah, dia terus berjuang dengan pedangnya yang terbuat dari tulang rahang unta yang ditajamkan, dan sangat jarang merasakan haus dan lapar. Nabi Sam’un al-Ghazi ini selain gigih dalam berjuang, ibadahnya juga sangat dahsyat. Pada saat malam hari dia selalu beribadah dan pada siang harinya dia berpuasa dan berjihad di jalan Allah.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Raja bani Israil sangat ketakutan dengan Sam’un al-Ghazi. Dalam jajaran raja beserta petinggi-petinggi lainnya mereka sepakat bahwa, jangan melawan dengan menggunakan kekuatan karena kita sudah pasti akan kalah, terus mereka berfikir dan mendapatkan sebuah ide. Mereka mengadakan sayembara yang barang siapa bisa menangkap Sam’un al-Ghazi hidup-hidup dengan keadaan lemah, maka kami beri harta uang, emas, dan permata yang melimpah.

Raja selalu mencari cara untuk mengalahkan nabi Sam’un al-Ghazi, dan akhirnya mendapatkan satu ide lagi yaitu melalui istrinya. Istrinya dipanggil oleh raja dan diberi hasutan.

“Kamu sayang tidak kepada suamimu?” kata Raja

“Sayang Raja,” ujar sang istri

“Kamu tahu kan kalau suamimu membuat kami semua takut?” kata Raja

“Tahu raja,” jawabnya

“Aku ada tawaran untuk kamu, jika kamu bisa tahu kelemahan suamimu, dan berhasil membuatnya lemah, kami akan beri kamu perhiasan, emas, dan permata untukmu,” kata Raja

“Iya Raja, saya siap,” jawab istri Sam’un.

Lalu diberikanlah kepada istri nabi Sam’un sebuah tali pengikat yang kuat. Pada malam pertama, istri nabi Sam’un melihat nabi Sam’un sholat yang telah disyari’atkan kepadanya dengan lama, sampai sang istri tersebut mengantuk. Sehingga tidak jadi mengikat suaminya yaitu Nabi Sam’un.

Lalu pada hari kedua, sang istri berhasil mengikat nabi Sam’un, saat nabi Sam’un terbangun dari tidurnya, dia terheran dan bertanya kepada istrinya. “Apakah engkau yang mengikat aku wahai istriku?”

“Aku hanya ingin menguji seberapa kuat engkau wahai suamiku,” jawab istrinya

Namun itu tidak membuahkan hasil. Keesokan harinya, diikat lagi nabi Sam’un oleh istrinya dengan tali yang lebih kuat lagi, namun tidak berhasil. Karena dengan semua itu tidak berhasil, maka dilakukanlah dengan jalan rayuan.

Istri nabi Sam’un merayu untuk memberitahu apa yang dapat membuatnya lemah, dan karena sayangnya nabi Sam’un terhadap istrinya, maka diberitahukanlah kelemahannya kepada istrinya. Bahwa kelemahannya adalah jika dia diikat dengan rambutnya maka dia akan lemah.

Keesokan harinya istri nabi Sam’un mengikatnya dengan ikatan empat helai rambut di kedua tangan dan kaki nabi Sam’un, dan ternyata benar. Nabi Sam’un tidak bisa menghancurkan ikatan tesebut. Lalu dilaporkanlah kepada Sang Raja oleh istrinya. Sehingga nabi Sam’un dibawa ke istana Raja dan diikat di tiang, dan disiksa atau dibunuh secara perlahan dengan cara memotong telinganya, mulutnya, kedua tangannya, dan kedua kakinya.

Lalu malaikat Jibril turun dan memberi pertanyaan kepada nabi Sam’un. “Apa yang engkau minta wahai nabiyullah?”

Lalu nabi Sam’un menjawab, “Saya ingin minta ampun atas kesalahan yang seharusnya tidak saya beritahukan kepada siapa pun termasuk istri saya, dan minta agar kekuatanku dikembalikan hingga saya dapat menggerakkan tiang istana ini”.

Seketika setelah kekuatan nabi Sam’un dikembalikan oleh Allah, hancurlah tiang istana tersebut, dan reruntuhannya menjatuhi masyarakat, raja, dan termasuk istrinya sehingga meninggal semua, kecuali Nabi Sam’un.

Lalu Allah Subhanahu Wa Ta’ala kembalikan kedua tangan, dan kaki, mulut juga kedua telinganya, dan nabi Sam’un pun bersumpah akan memberantas kebatilan selama seribu bulan tanpa henti. Setelah mendengar kisah nabi Sam’un al-Ghazi ini para sahabat menangis terharu, lalu bertanyalah sahabat kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam .

“Wahai Rasulullah, sungguh besar sekali ganjaran yang dilakukan oleh nabi Sam’un al-Ghazi, dia berjuang memberantas kebatilan selama seribu bulan, malamnya dia beribadah, dan siangnya dia berpuasa dan berjihad, sedang kami yang lemah ini tidak akan mampu melaksanakan ibadah seperti itu”.

Lalu turunlah malaikat Jibril dengan membawa surat al-Qadr, yang artinya:

1. Sungguh kami telah menurunkannya (al-Qur’an) pada malam qadar.

2. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu?

3. Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.

4. Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

5. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.

Kata Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, “Burulah malam lailatul qadar ini, kalian hanya mengamalkan satu malam dan mendapatkan malam lailatul qadar itu, maka kamu akan mendapatkan lebih daripada nabi Sam’un al-Ghazi”.

*Hermawan Toti Aji, Sekretaris BEM Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur’an dan Sains Al-Ishlah (STIQSI) Sendangagung Paciran Lamongan.

Wallahua’lam

(ave/republika.co.id/edited)

Tags: nabi Sam'unsamsonsurat al-qadr
ShareTweetSendShare
Previous Post

Jelang HAN 23 Juli : Apakah Facebook Sudah Aman Bagi Anak-Anak?

Next Post

Humor Sehari-hari untuk Menghibur Keluarga di Rumah (Bagian 1)

Mungkin Anda Juga Suka :

Bacalah Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Bacalah Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

9 April 2026

...

Amalkan Doa dari Rasulullah SAW untuk Menghindari Bahaya Baik dari Bumi Maupun Langit dan Doa Anti Penyakit Berbahaya

Amalkan Doa dari Rasulullah SAW untuk Menghindari Bahaya Baik dari Bumi Maupun Langit dan Doa Anti Penyakit Berbahaya

25 Maret 2026

...

Contoh Kepemimpinan dari Rasulullah SAW yang Tawadu, Pendengar Baik, dan Berkasih Sayang

Contoh Kepemimpinan dari Rasulullah SAW yang Tawadu, Pendengar Baik, dan Berkasih Sayang

4 November 2025

...

Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Deretannya

Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Deretannya

3 September 2025

...

Larangan Mengganggu Tetangga yang Disabdakan Rasulullah SAW dari  Berbagai Hadits

Larangan Mengganggu Tetangga yang Disabdakan Rasulullah SAW dari  Berbagai Hadits

28 April 2025

...

Load More
Next Post
Humor Sehari-hari untuk Menghibur Keluarga di Rumah (Bagian 1)

Humor Sehari-hari untuk Menghibur Keluarga di Rumah (Bagian 1)

Skuter Listrik BMW CE 04 yang Bisa Melesat 120 km/jam

Skuter Listrik BMW CE 04 yang Bisa Melesat 120 km/jam

Discussion about this post

TERKINI

Arafah Akan Dipenuhi Sekitar 1,8 Juta Jemaah Haji

26 Mei 2026

Menuju Arafah, Jemaah Haji Diminta Agar Jaga Kesehatan Selama Armuzna

25 Mei 2026

Ben-Gvir dari Israel Dilarang Masuk ke Prancis Akibat Kebrutalannya Kepada Aktivis Armada Global Sumud

24 Mei 2026

Memahami Talak dan Jenisnya, Perkara Halal yang Paling Dibenci oleh Allah Ta’ala

23 Mei 2026

Google Diduga Memecat Insinyur AI Karena Memprotes Pekerjaan untuk Pemerintah Israel dalam Kejahatan Perang

22 Mei 2026

Tikus ‘Menyerbu ‘Pangkalan Pelatihan AL Israel di Haifa Hingga Bau Busuk, Dapur Dikuasai dan Masuk ke Panci

21 Mei 2026

Penyakit Hati yang Merusak Diri Menurut Al Qur’an dan Hadits

21 Mei 2026

Direktur Pusat Islam San Diego Mengutuk Serangan Islamophobia di Masjid San Diego

20 Mei 2026

Warga AS Menanggung Biaya Bahan Bakar Tambahan Lebih dari  40 Miliar Dolar Setelah Sejak Ikut Israel Perang Menyerang Iran

19 Mei 2026

Berkontribusi Besar Mencetak SDM Unggul, PTS Harus Setara dengan Kampus Negeri

19 Mei 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video