Avesiar – Jakarta
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam, memberi contoh kepada umatnya bagaimana beribadah dan beramal sholeh dengan baik, tidak terkecuali dalam hal ikhtiar untuk suatu hal yang baik.
Dalam hal sakit, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga memberikan contoh berdoa untuk ikhtiar untuk menyembuhkan sakit yang dialami.
Dikutip dari berbagai sumber, berikut adalah doa-doa yang dicontohkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan terdapat pula doa Nabi Ayyub Alaihissalam ketika menderita sebuah penyakit hingga Allah Subhanahu Wa Ta’ala sembuhkan.
Surah Al Qur’an yang diyakini mujarab untuk kesembuhan dari segala penyakit adalah Surah Al Muawwidzat, yaitu surah Al Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas. Tiga surah ini adalah surah penutup dalam Al Qur’an yang memiliki keutamaan dan fadhilah yang agung.
Syekh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam kitab Minhaj al-Muslim mengatakan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam biasa meletakkan tangannya pada orang sakit seraya berkata:
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ أَنْ
مًا تَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَ
“Allahumma Rabbannasi adzhibi al-ba’sa. Isyfi anta as-syaafiyyu laa syifaa-a illa syifaa-uka syifaa-an laa yughadiru saqama.”
Artinya: “Ya Allah, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Sembuhkanlah, karena Engkaulah Mahapenyembuh, karena tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu dengan kesembuhan yang tidak menimbulkan rasa sakit (yang lain).”
Dalam riwayat lain dikatakan bahwa suatu saat seseorang datang kepada beliau mengeluhkan rasa sakit, maka Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
ضعْ يدك على الذي يَألم مِن جَسَدِك وقُل:
بسم الله ثلاثا، وقُل سبعَ مرات:
أَعُوْذُ بِعِزَّةِ اللهِ وَقُدْرَتِهَ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحاذرُ
“Dha’ yadaka alalladzi ya’lam min jasadika wa qul: bismillah tsalatsan wa qul sab’a marratin:
“audzu bi-izzatillahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhadziru”.”
Artinya: “Letakanlah tanganmu pada bagian tubuhmu yang sakit, lalu bacalah: ‘Dengan menyebut Nama Allah tiga kali’, selanjutnya bacalah tujuh kali,
‘Aku berlindung dengan kemuliaan Allah serta kekuasaan-Nya dari keburukan yang aku temui serta yang aku khawatirkan.”
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim nomor 2186 dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallammengeluhkan sakitnya kepada malaikat Jibril, kemudian Jibril pun berdoa:
بِاسْمِ اللهِ
أَرْقِيكَ، مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيكَ، مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنِ حَاسِدٍ، اللهُ يَشْفِيكَ بِاسْمِ اللهِ أَرْقِيكَ
“Bismillahi arqika min kulli syai’in yu’dzika min syarri kulli nafsin aw ainin haasidin, Allahu yasyfika bismillahi arqika.”
Artinya: “Dengan menyebut Nama Allah, aku meruqyahmu dari segala sesuatu yang menyakitimu, dari keburukan segala jiwa atau mata yang diliputi kedengkian. Semoga Allah menyembuhkanmu. Dengan menyebut Nama Allah, aku meruqyahmu.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca doa ini ketika sedang meruqyah salah seorang sahabat.
Imsahil ba’sa rabban nasi. Bi yadikas syifa’u. La kasyifa lahu illa anta.
Artinya: “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H])
Doa yang dianjurkan untuk dibaca sebanyak 7 kali di hadapan orang sakit
As’alullahal azhima rabbal ‘arsyil ‘azhimi an yassfiyaka.
Artinya: “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H]).
Doa ini yang dibaca oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ketika menjenguk sahabat Salman Al-Farisi RA sebagaimana riwayat Ibnu Sunni berikut ini.
Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘afaka fi dinika wa jismika ila muddati ajalika.
Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia,” (Lihat Imam An-Nawawi, Al-Adzkar, [Damaskus: Darul Mallah, 1971 M/1391 H])
Umat Islam juga dapat membacakan doa kesembuhan dengan menyebut nama orang yang sedang sakit. Doa ini dibacakan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam saat menjenguk Sa’ad bin Abi Waqqash, sebagaimana diriwayatkan Imam Muslim.
Anda dapat mengganti nama Sa’ad atau Sa’dan dengan nama orang yang sakit.
اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ
اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا
Allāhummasyfi [Sa’dan/nama orang yang sakit]. Allāhummasyfi [Sa’dan/nama orang yang sakit]. Allāhummasyfi [Sa’dan/nama orang yang sakit].
Artinya:
“Tuhanku, sembuhkan [nama orang yang sakit], sembuhkan [nama orang yang sakit], sembuhkan [nama orang yang sakit].”
Zikir Doa Nabi Ayyub Alaihissalam
Dalam surah Al-Anbiya Ayat 83 menerangkan tentang doa Nabi Ayyub ‘alaihissalam saat mendapat ujian berat ditimpa penyakit bertahun-tahun.
Nabi Ayyub ‘alaihissalam lalu bermunajat kepada Allah dan diabadikan dalam Al-Qur’an:
Artinya: “Dan (ingatlah kisah) Ayyub, ketika dia berdoa kepada Tuhannya, ‘(Ya Tuhanku), sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua yang penyayang.” (Surah Al-Anbiya: 83)
Doa yang dilafalkan Nabi Ayyub as sebagai sarana bermunajat memohon kesembuhan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala adalah sebagai berikut ini.
Allahumma Inni Massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Rohimin.
Atau
Anni Massaniyadh-dhurru wa Anta Arhamur Rohimin
Artinya: “Ya Allah Tuhanku, sungguh, aku telah ditimpa penyakit, padahal Engkau Tuhan Yang Maha Penyayang dari semua penyayang.”
Semoga doa-doa di atas bermanfaat dan diamalkan untuk kesembuhan diri kita yang sedang sakit maupun orang lain. Aamiin. Wallahua’lam. (put/dari berbagai sumber)













Discussion about this post