• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home World

Teori dan Logika Soviet Menggunakan Tank Untuk Memadamkan Kebakaran

by Avesiar
1 Januari 2022 | 13:59 WIB
in World
Reading Time: 4 mins read
A A
Teori dan Logika Soviet Menggunakan Tank Untuk Memadamkan Kebakaran

Untuk memadamkan kebakaran,, Soviet menggunakan tank. Tampak tank jenis SLS 100. Foto: Yuri Mashkov/TASS via rbth.com

Avesiar – Jakarta

Menanggulangi kebakaran memang bukan perkara mudah. Selain untuk menyelamatkan jiwa manusia yang terjebak kebakaran, juga  berkaitan dengan efektiitas dan efisiensi serta risiko yang harus dihadapi oleh para petugas pemadam kebakaran.

Di banyak negara, kendaraan yang digunakan oleh tim pemadam kebakaran lazimnya adalah mobil berukuran besar seukuran truk yang dibuat khusus dengan kelengkapan pemadaman api kebakaran. Berbeda halnya dengan di Soviet. Dilansir RBTH, Sabtu (1/1/2022), Soviet menggunakan tank sebagai kendaraan pemadam kebakaran.

Pemikiran menggunakan tank sebagai kendaraan untuk memadamkan kebakaran ternyata adalah pertanyaan yang dilontarkan oleh para insinyur Soviet di akhir ‘70an.

Kendaraan lapis baja dengan roda rantai tersebut dianggap sebagai mesin pemadam kebakaran yang efektif mulai dari keandalan untuk menjangkau pusat api, hingga melindungi personel dari pecahan peluru.

Kendaraan lapis baja berat yang dilengkapi roda rantai menjanjikan beberapa manfaat teoritis bagi petugas pemadam kebakaran pada saat itu.

Pertama, tank secara teoritis dapat mengirimkan air dan campuran pemadam langsung ke pusat api, karena dilengkapi dengan roda rantai yang tidak rentan terhadap api dan tahan terhadap panas berlebihan.

Kedua, tank dianggap berguna untuk menggilas puing-puing yang terbakar, sehingga memecahnya menjadi potongan-potongan kecil yang lebih mudah dipadamkan.

Bacaan Terkait :

No Content Available
Load More

Terakhir, pelindung tank dapat melindungi personel dari pecahan peluru, yang merupakan masalah bagi pemadam kebakaran yang pekerja di gudang militer dan artileri.

GPM-54

Vitaly V. Kusmin/vitalykuzmin.net via rbth.com

GPM-54 adalah tank pemadam kebakaran pertama Soviet yang diproduksi di Pabrik Perbaikan Lapis Baja ke-17 Kementerian Pertahanan (Kemenhan) di Kota Lviv (bagian dari Republik Sosialis Soviet [RSS] Ukraina pada saat itu) pada akhir 1970-an. Kendaraan ini dibuat berdasarkan salah satu tank terbaik Soviet, T-54.

Tank ini dilengkapi dengan tangki air yang diletakkan pada bekas bagian menaranya. Selain itu, tank ini juga dilengkapi dengan pisau buldoser dan meriam air. Selain memiliki tangki air berkapasitas 9.000 liter air, GPM-54 juga dilengkapi dengan tangki busa berkapasitas 1.100 liter. Pompa airnya dilaporkan dapat menyemprotkan 40 liter air per detik.

Setelah rilis awal pada 1978, tank pemadam GPM-54 berjaga di Kosmodrom Baikonur, yang pada saat itu merupakan bagian dari Soviet dan kini disewa Rusia dari Kazakhstan sejak runtuhnya Negeri Tirai Besi pada 1991.

Setelah ledakan reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl di dekat Kota Privyat (kini wilayah Ukraina) pada 26 April 1986, beberapa tank GPM-54 digunakan untuk memadamkan kebakaran di sana.

Pada awal ’90-an, GPM-54 dialokasikan ke departemen pemadam kebakaran yang dikhususkan untuk pemadaman kebakaran alami dan industri berskala besar.

Setelah runtuhnya Soviet pada 1991, mesin-mesin itu juga digunakan untuk memadamkan kebakaran di depot amunisi artileri.

Terlepas dari ide menjanjikan di balik penemuan ini, hasilnya memiliki beberapa kelemahan serius. Salah satunya adalah ketidakmampuan untuk bergerak dan mengoperasikan pompa secara bersamaan.

Kelemahan lainnya terletak pada mesin dieselnya yang tidak tahan panas dan terkadang berhenti di tengah misi karena kepanasan dan kekurangan oksigen di lokasi kebakaran. Bagi awak tank pemadam, terperangkap di dalam “kaleng” logam tanpa mesin yang berfungsi sama saja dengan hukuman mati karena mereka tidak mungkin bisa menyelamatkan diri karena suhu di luar yang ekstrem.

SLS-100

Yuri Mashkov/TASS via rbth.com

Kekurangan yang dimiliki GPM-54 mendorong para insinyur untuk mengembangkan model tank pemadam kebakaran terbaru. Pada 1990-an akhir, mereka mengembangkan prototipe yang disebut SLS-100.

Mesin itu dilengkapi dengan sistem kendali jarak jauh sehingga dapat dioperasikan di dekat sumber kontaminasi radioaktif dan kimia, serta di area berbahaya lainnya tanpa harus membahayakan awaknya. Namun, jika kondisinya memungkinkan, tank pemadam itu juga dapat dioperasikan oleh dua orang awak.

Jangkauan penyemprotan air dan busa juga ditingkatkan secara drastis, yang masing-masing mencapai 100 dan 70 meter.

Impulse-2M

Jurnal Pengendalian Polusi Industri, 2016 via rbth.com

Pada 1988, Soviet meluncurkan tank pemadam kebakaran lainya, Impulse-2M. Tujuan utama model ini adalah untuk memecahkan masalah volume salvo pemadam kebakaran yang agak tidak memadai pada para pendahulunya.

Tank pemadam ini dibuat berdasarkan tank tempur T-62 Soviet. Impulse-2M memiliki meriam multipeluncuran 50 barel untuk meluncurkan kapsul berisi air, pasir, atau bubuk pemadam api. Tank berbobot sekitar 35 ton ini dapat melaju hingga 50 km/jam.

Tank pemadam terbaru Soviet ini dapat menahan rekoil lima tembakan meriam secara berturut-turut karena platform T-62 yang solid. Sistem kontrol otomatisnya dapat memblokir tembakan beruntun yang tidak disengaja, lebih dari sepuluh tembakan.

Selain itu, sistem pengairan yang melindungi bodi mesin dari pembakaran dan panas berlebih dipasang untuk menghilangkan masalah paling serius dari model GPM-54. (ros)

Tags: Pemadam KebakaranTank
ShareTweetSendShare
Previous Post

AMPHURI Siap Ditegur Kemenag Terkait Keberangkatan Umrah Perdana PPIU 30-31 Desember

Next Post

Ikhtiar Kecil dengan Validasi Iman

Mungkin Anda Juga Suka :

Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ayahnya yang Juga Dibenci AS

Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ayahnya yang Juga Dibenci AS

9 Maret 2026

...

Jajak Pendapat Menyebut 54 Persen Pemilih Terdaftar di AS Tidak Setuju Perang AS Terhadap Iran

Jajak Pendapat Menyebut 54 Persen Pemilih Terdaftar di AS Tidak Setuju Perang AS Terhadap Iran

5 Maret 2026

...

Putra Khamenei Mojtaba Akan Gantikan Ayahnya, Pemakaman Ditunda Hingga Pengangkatannya Rabu Malam

Putra Khamenei Mojtaba Akan Gantikan Ayahnya, Pemakaman Ditunda Hingga Pengangkatannya Rabu Malam

4 Maret 2026

...

Selat Hormuz Ditutup IRGC, Iran Akan Membakar Kapal yang Berani Lewat

Selat Hormuz Ditutup IRGC, Iran Akan Membakar Kapal yang Berani Lewat

3 Maret 2026

...

Mencekam Usai Khomeini Terbunuh, Eskalasi Perang Naik Ditambah Penutupan Selat Hormuz dan Kerugian AS

Mencekam Usai Khomeini Terbunuh, Eskalasi Perang Naik Ditambah Penutupan Selat Hormuz dan Kerugian AS

3 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Ikhtiar Kecil dengan Validasi Iman

Ikhtiar Kecil dengan Validasi Iman

Alhamdulillah, Majelis Ulama Indonesia Kini Punya Gedung Sendiri

Alhamdulillah, Majelis Ulama Indonesia Kini Punya Gedung Sendiri

Discussion about this post

TERKINI

Di Ambang Mahacahaya

9 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

9 Maret 2026

Profil Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran Pengganti Ayahnya yang Juga Dibenci AS

9 Maret 2026

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

8 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

8 Maret 2026

Sunyi Sebagai Kitab Terbuka

7 Maret 2026

Prihatin 50 Persen Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual, Komdigi Tunda Akses ke Medsos Sampai Usia 16 Tahun

6 Maret 2026

Pemerintah Berikan 66 Ribu Tiket Gratis dan 841 Kapal untuk Angkut 3,2 Juta Penumpang Lebaran

6 Maret 2026

Jadi Tempat Bukber yang Cozy di Mal, Resto Tekko Kebayoran Park Siapkan Paket 90 Ribuan

6 Maret 2026

Humor Saat Puasa, Mencoba Ganti Rokok dengan Kurma

6 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video