• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Change Motivasi

Ikhtiar Kecil dengan Validasi Iman

by Ave Rosa
1 Januari 2022 | 17:21 WIB
in Motivasi
Reading Time: 4 mins read
A A
Ikhtiar Kecil dengan Validasi Iman

Ilustrasi. Foto: dok. Avesiar.com

Avesiar.com

Ikhtiar itu harus. Usaha itu wajib. Kerja itu punya fadhilah tinggi. Tetapi kerja ngoyo mati-matian itu sebenarnya gak ada referensinya di Al Qur’an. Kalimat Al Qur’an pada taqwa saja mas’tatho’tum, semampumu. Jadi gak ada tuntunan melampui batas-batas kemanusiaan.

Kalo pagi kerja, siang kerja, sore kerja, malam kerja, tengah malam kerja, tentu pasti ada batas yang dilampaui.

Waktu untuk keluarga tidak ada. Waktu untuk selftalk tidak ada, waktu untuk merenung, muhasabah, juga akhirnya gak ada. Istirahat apalagi. Akhirnya keluarga retak, kesehatan terganggu, kehidupan pribadi jadi rusak.

Ikhtiar itu harus. Itu kenapa Nabi Musa ‘alahissalam tetap diminta pukulkan tongkat ke laut. Padahal Nabi Musa ‘alaihissalam sudah ikrarkan Iman,

“Kalla inna ma’iyya Rabbiy Sayahdin“

“Gak, gak begitu, Rabbku bersamaku, dan akan memberi petunjuk padaku.”

Ikrar Iman sudah. Bahwa isi hati dan pikiran Nabi Musa ‘alaihissalam sudah beriman penuh. Tetapi tetap saja Allah Subhanahu Wa Ta’ala minta Ikhtiar, Allah minta validasi iman, ada perintah pukulkan tongkat ke laut.

Bacaan Terkait :

Tuntunan Ikhtiar Menuju Keluarga Sakinah, Mawaddah, Warahmah

Cek Pemicu dan Solusi I Hate Monday Hingga Monday Blues

Ikhtiar Mengurai Macet dan Antrean Amalkan Dzikir Ini

Bisa Diamalkan Sebagai Ikhtiar, Doa agar Diberi Anak Laki-laki

Load More

Di sinilah validasi imannya, percaya atau nggak. Kalo percaya, taat, ya pukulkan tongkatnya, walau rada-rada gak nyambung ke otak, apa hubungannya laut membentang dengan pukulan tongkat.

Namun Nabi Musa ‘alaihissalam memutuskan ikhtiar, memutuskan yakin, memutuskan berbuat, maka dipukulkanlah tongkat, terbelahlah lautan.

Dari kisah Al Qur’an ini kita belajar, bahwa Nabi Musa masuk dalam zona iman terlebih dahulu, barulah bekerja secara fisik. Nabi Musa ‘alaihissalam memutuskan mengimani Rabbnya, meyakini akan adanya petunjuk, baru ngikutin wahyu.

Maka kerjanya cukup sederhana. Tongkatnya sudah di tangan, aktivitasnya tinggal memukulkan ke laut. Jebret. Selesai. Ikhtiarnya gak repot.

Nabi Musa gak diminta bikin kapal penyeberangan, jembatan penyeberangan, atau nimbun lautan supaya jadi daratan, gak sama sekali. Kerja Nabi Musa ‘alaihissalam hanya memukulkan tongkat. Jebret. Selesai.

Hari ini banyak di antara kita kebalik. Usaha dulu yang keras, tanpa ingat Allah. Ingatnya kompetensi, ingatnya kekuatan diri, ingatnya kepintaran diri. Jadi tanpa disadari, kita memutuskan berada di luar zona iman, kita berada di luar zona keajaiban.

Iman itu adalah zona pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, zona keajaiban, zona di mana akal manusia gak sanggup mencapainya, itulah zona yang harusnya kita masuki terlebih dahulu, baru kemudian berusaha, nanti usahanya akan sangat sederhana. Biasanya demikian.

Mereka yang pencapaiannya luar biasa, kalo mereka jujur dan tawadhu, ketika ditanya bagaimana caranya kok bisa sukses, pasti mereka juga bingung jawabnya.

“Kami juga gak ngerti, tiba-tiba ada supplier, ada dukungan mitra, produk laku, ya udah jadi besar sendiri, kayak mimpi.”

“Kami rasanya kerja biasa-biasa aja, pagi sampai sore. Malam istirahat, Alhamdulillah Allah hadirkan karyawan bagus-bagus, di luar nalar, dapat anak-anak begini.”

“Waktu itu ada konveksi bangkrut, kami ditawari pakai mesin dan tempat, gak pake modal, ya udah jalan, sampai akhirnya tempat ini kebeli.”

Selalu begitu. Mereka yang sudah memutuskan masuk zona iman, biasanya ikhtiarnya kecil, usahanya biasa aja, tapi hasilnya besar. Lautan terbelah, Fir’aun tenggelam.

Berbeda dengan orang kebanyakan. Semua sudah diusahakan. Rasanya pagi jadi malam, malam jadi siang. Tapi makin banyak outlet yang tutup, makin banyak fraud di mana-mana, makin banyak dead stock.

Mari kita mulai hari-hari kita dengan istighfar, taubat, qiyam al lail, menghadap Allah dengan tawadhu, barulah kemudian kita bekerja. Nanti Allah himpun dan ringkaskan urusan kita, karena kita sudah masuk zonanya Nabi Musa ‘alaihissalam.

Ikhtiar itu sederhana. Tongkatnya ada di tangan Nabi Musa ‘alaihissalam, maka tools yang dibutuhkan untuk melesat hebat, sebenarnya sudah ada melekat di diri kita. Gak perlu nyari apa-apa yang di luar, pasti ‘tongkat Musa’ itu di dalam diri.

Ikhtiar itu sederhana di dalam Al Qur’an. Tinggal diketuk itu lautan, lautannya terbelah. Gak usah disedot, dibendung, ditimbun. Gak usah. Al Qur’an ngajarinnya cuma dipukul. Tuk. Terbelah sendiri.

Tapi itulah yang hari ini kita gak punya. Ketukan dalam iman. Pukulan dalam iman. Kerja dalam iman. Berusaha dalam iman. Kita hari ini meletakkan Iman pada zona utopia, zona ilusi. Kita gak yakin-yakin amat. Pikiran kita kadang-kadang mirip munafiqin di awal ayat Al Baqarah. Beriman itu bodoh.

Itulah mereka yang menganggap bodoh orang beriman. Itulah mereka yang menganggap amal sholih dikali sepuluh itu janji utopis. Ya sudah. Risiko tanggung masing-masing, silakan tawakkal dengan usaha diri sendiri, silakan capek sendiri, silakan salto-salto sendiri, babak belur sendiri. Mangga.

Kita yang Insya Allah hidup batinnya, mari kita putuskan beriman saja. Tawakkal kepada Allah saja. Sujud yang dalam. Lalu sembari usaha semampu dan se-dikasih jalannya saja. Cukup. Insya Allah Allah tolong.

Oleh: Ustadz Rendy Saputra

(Dikutip dari konten Facebook ybs yang juga beredar di postingan Whattsapp public/edited)

Tags: IkhtiarImanKerja
ShareTweetSendShare
Previous Post

Teori dan Logika Soviet Menggunakan Tank Untuk Memadamkan Kebakaran

Next Post

Alhamdulillah, Majelis Ulama Indonesia Kini Punya Gedung Sendiri

Mungkin Anda Juga Suka :

Komunitas Averroes 45 Canangkan Gerakan 10.000 Super Leader Indonesia Menuju Indonesia Emas – Merdeka Finansial

Komunitas Averroes 45 Canangkan Gerakan 10.000 Super Leader Indonesia Menuju Indonesia Emas – Merdeka Finansial

8 September 2026

...

Doa Kamilin, Doa yang Dibaca Setelah Shalat Tarawih dan Sebelum Witir

Daftar Kebiasaan Kecil yang Membantu Jalani Hidup Lebih Bahagia dan Sehat, Nomor 8 Cukup Menantang

4 Juli 2026

...

Cara Agar Tidak Terkena PHK, Mengatasi Stress Jika Terkena PHK, dan Tips Move On

Cara Agar Tidak Terkena PHK, Mengatasi Stress Jika Terkena PHK, dan Tips Move On

1 Mei 2026

...

Contoh-contoh Resolusi untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Contoh-contoh Resolusi untuk Kehidupan yang Lebih Baik

28 Desember 2025

...

Kalimat Dukungan untuk Menghibur Bisa Jadi Salah dan Buruk, Simak yang Tepat

Kalimat Dukungan untuk Menghibur Bisa Jadi Salah dan Buruk, Simak yang Tepat

24 Desember 2025

...

Load More
Next Post
Alhamdulillah, Majelis Ulama Indonesia Kini Punya Gedung Sendiri

Alhamdulillah, Majelis Ulama Indonesia Kini Punya Gedung Sendiri

Ulama Besar Abu Hanifah, Biografi dan Kewarakan serta Para Gurunya

Ulama Besar Abu Hanifah, Biografi dan Kewarakan serta Para Gurunya

Discussion about this post

TERKINI

Iran Tetap Menegaskan Keberadaannya Atas Selat Hormuz, Kapal Tanker Diserang di Lepas Pantai Qatar

8 Oktober 2026

Hukum Honorarium Pengacara atau Advokat Sesuai Pembelaaannya

8 Oktober 2026

Beban Biaya Jemaah Haji Turun Rp3,4 Juta, Pemerintah-DPR Sepakati BPIH 2027

7 Oktober 2026

Laporan Kongres Sebut Kerugian Militer Besar dari AS Atas Perang yang Dipaksakan Terhadap Iran

7 Oktober 2026

Tentara dan Warga Israel Terganggu Kejiwaannya Sejak Perang Gaza, Hampir Satu Juta Telpon ke Layanan Kejiwaan

6 Oktober 2026

Lima Emas, 11 Perak, dan 23 Perunggu, Jadi Oleh-oleh Membanggakan Kontingen Indonesia dari Asian Games Aichi-Nagoya

6 Oktober 2026

Berkilaunya 7 Jenderal di HUT ke-81 TNI Ketika Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera

5 Oktober 2026

Ada Indikasi AS dan Israel Kembali Menyerang, Jenderal Iran Ancam Akan Balas Lebih Keras Termasuk ke Sekutunya

5 Oktober 2026

Kenali “Dry Begging”, Bentuk Manipulasi Emosional yang Terjadi di Kehidupan Sehari-hari

4 Oktober 2026

Komdigi Gandeng Polri Investigasi Pengedar Data Pribadi Ilegal, Buntut Kebocoran Data Lama yang Kembali Beredar

4 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video