Avesiar – Jakarta
Keluarga yang harmonis adalah idaman setiap anggotanya. Sebab, dari keluargalah seseorang mendapatkan ajaran serta penanaman nilai-nilai serta ajaran agama Islam untuk diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Rumah tangga atau keluarga yang harmonis, menurut Islam, adalah keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah. Hal tersebut bisa dijadikan landasan dalam berkeluarga yang menjunjung nilai-nilai ajaran Islam dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Untuk ikhtiar membentuk keluarga yang harmonis sesuai ajaran Islam, beberapa kriteria ini sangat penting untuk diketahui.
Membentuk Keluarga Yang Harmonis
Dalam Islam, keluarga harmonis dimulai dengan pernikahan yang sesuai dengan syariat Islam. Sebelum membentuk keluarga tentunya seseorang harus memilih pasangan dan menikah untuk memenuhi ajaran Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan Rasul-Nya Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dengan memilih pasangan yang tepat sesuai ajaran Islam, maka seseorang bisa memulai keluarganya dengan cara yang baik dan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Adapun Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga memberikan anjuran bagi laki-laki yang akan menikah agar memilih calon istri yang sholehah yang baik agamanya. Karena istri yang shalehah bisa mengingatkan tatkala suaminya menempuh jalan yang salah, dan ia akan memberikan ketentraman dalam keluarganya. Sebagaimana yang disebutkan dalam hadits berikut ini :
“Wanita dinikahi karena empat hal; hartanya, nasabnya, kecantikannya dan agamanya, Maka pilihlah karena faktor agama niscaya engkau beruntung”. (HR. Al Bukhari)
Kriteria Keluarga Yang Harmonis
Dalam Islam ada suatu pandangan dan kriteria keluarga yang harmonis. Suatu keluarga yang harmonis bisa dibentuk dari pondasi atau pilar keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan juga memiliki sifat sakinah, mawaddah dan warahmah di dalamnya. Hal tersebut biasanya ada dalam doa yang diberikan pada pasangan yang baru menikah dengan harapan mereka bisa membentuk keluarga yang sakinah, mawaddah, dan warahmah tersebut.
- Keluarga Sakinah
Keluarga yang harmonis adalah suatu keluarga yang memiliki ketentraman dan ketenangan di dalamnya. Meskipun demikian, bukan berarti keluarga sakinah atau keluarga harmonis tidak pernah mengalami perbedaan pendapat maupun konflik di dalamnya.
Dalam suatu keluarga yang sakinah, suami istri akan saling mempercayai, menghargai, dan menghormati satu sama lain serta mengingatkan apabila pasangannya melakukan kesalahan.
Seorang istri harusnya senantiasa memberikan ketentraman pada suaminya. Misalnya saja melihat pada kisah Khadijah RA, istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang berusaha menenangkan Baginda ketika beliau Shallallahu Alaihi Wasallam baru saja menerima wahyu pertama dan menggigil karena gelisah.
Suami istri juga harus saling mendukung satu sama lain agar dapat membangun rumah tangga dengan harmonis. Keluarga yang sakinah atau tentram tersebut disebutkan dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala berikut ini :
“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir“. (QS Ar rum : 21)
- Keluarga Mawaddah
Keluarga yang mawaddah artinya keluarga yang penuh dengan rasa cinta. Banyak pasangan yang hidup berumah tangga tanpa rasa cinta dan kasih sayang dan akhirnya rumah tangga mereka berakhir. Rasa cinta dan kasih sayang adalah salah satu hal yang menjadi landasan memiliki keluarga yang harmonis.
Hal tersebut bisa dilakukan dengan cara memberikan perhatian yang lebih kepada istri atau sebaliknya. Istri yang merawat suaminya dengan penuh cinta tentunya akan membuat sang suami betah tinggal di rumah dan tidak akan melakukan perbuatan yang tidak diinginkan di luar sana. Begitu juga sebaliknya, sang suami juga harus selalu memenuhi kewajibannya kepada sang istri.
- Keluarga Warahmah
Rahmah berarti kasih sayang dan keluarga yang warahmah adalah keluarga yang penuh dengan kasih sayang. Dengan rasa kasih sayang ini setiap pasangan suami istri bisa membangun keluarga yang harmonis, rasa kasih sayang tersebut juga akan senantiasa membuat mereka saling mencintai dan mengasihi.
Tidak hanya itu, jika terjadi masalah di antara pasangan dan membuat salah satu di antara mereka kesal, rasa kasih sayang akan mengingatkan mereka bahwa baik suami maupun istri sudah berusaha melakukan tanggung jawabnya dengan baik. Kasih sayang juga bisa menghilangkan rasa marah dan kesal yang berlebihan sehingga masalah di antara suami istri bisa diatasi dengan baik.
Cara Membangun Keluarga Harmonis
Untuk memenuhi segala kriteria keluarga harmonis tersebut, maka setiap Muslim harus selalu berusaha menjalankan kewajibannya dalam rumah tangga. Adapun cara yang bisa dilakukan untuk membangun rumah tangga yang harmonis adalah sebagai berikut :
- Menjalankan kewajiban sebagai suami istri
Untuk mewujudkan keluarga yang harmonis maka suami istri harus bisa menjalankan kewajiban di antara mereka. Suami berkewajiban memenuhi segala kebutuhan istri dan keluarganya dan memimpin keluarga tersebut, sementara istri bertugas untuk melayani suami dan menjaga keluarga serta memenuhi keperluannya. Dengan memenuhi tanggung jawab tersebut maka keluarga akan lebih tentram dan harmonis.
- Mencurahkan perhatian
Sikap cuek baik yang ditunjukkan oleh suami atau istri tidak berakibat baik untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Suami istri yang saling perhatian, senang memberi dan bertutur kata lembut tentu akan memiliki rumah tangga yang harmonis dibandingkan dengan pasangan yang cuek dan tidak saling bicara.
Memberikan hadiah pada istri, ikut membantu meringankan pekerjaannya, adalah beberapa bentuk perhatian istri kepada suami sementara istri bisa memperhatikan suaminya dengan melayaninya lebih baik dan senantiasa menyenangkan hatinya.
- Bersabar satu sama lain
Terkadang masalah atau konflik dalam keluarga dan di antara pasangan suami istri. Untuk menghindari hal tersebut suami dan istri seharusnya bisa saling jujur dan mempercayai satu sama lain.
Dan jika ada masalah dan salah seorang dari mereka berbuat kesalahan atau tidak menjalankan kewajibannya, maka pasangan yang lain haruslah bersabar menghadapinya. Misalnya, seorang istri yang sabar jika suaminya pemarah atau suami yang sabar dan menasehati istri jika istri berperilaku nusyuz.
- Saling Menjaga ibadah
Tujuan pernikahan memang untuk membentuk keluarga yang harmonis akan tetapi juga untuk menjalankan perintah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Pasangan suami istri bisa membentuk keluarga yang sakinah jika mereka taat berada di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan saling mengingatkan dalam hal beribadah dan menjalankan kewajibannya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
- Bersyukur kepada Allah
Rasa syukur adalah salah satu pondasi memiliki rumah tangga dan keluarga yang harmonis. Seorang suami semestinya bersyukur apabila ia memiliki seorang istri, meskipun ia memiliki kekurangan sementara sang istri juga harus selalu bersyukur atas apa yang diberikan suaminya kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala karena apa yang diberikan suami adalah hasil kerja keras yang layak dihargai.
Dengan bersyukur, maka seorang istri akan membuat suaminya berada di jalan yang benar dan juga sebaliknya. Pasalnya dewasa ini kita sering melihat pasangan suami yang terjerumus perbuatan kriminal karena ingin memenuhi keinginan istrinya. (adm/dalamislam.com/edited)











Discussion about this post