• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Change Motivasi

Makna Ikhlas dimulai Sejak Berniat Maupun Setelah Berkurban Terlaksana

by Ave Rosa
9 Juni 2025 | 23:53 WIB
in Motivasi
Reading Time: 7 mins read
A A
Makna Ikhlas dimulai Sejak Berniat Maupun Setelah Berkurban Terlaksana

Ilustrasi. Foto: ist & Pexels. Kolase: Avesiar.com

Avesiar – Jakarta

Hari raya Idul Adha atau Idul Kurban yang baru saja berlalu menyisakan makna mendfalam bagi setiap Muslim yang merayakan dan tentu saja pengkurban. Terdapat satu nilai yang begitu mendalama yaitu ikhlas.

Ikhlas dalam berkurban berarti melakukan ibadah kurban semata-mata karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukan karena ingin dipuji, difoto, atau diposting di media sosial. Allah tidak melihat bentuk dan besarnya kurban kita, melainkan niat dan ketakwaan yang menyertainya.

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS. Al-Hajj: 37)

Berikut adalah beberapa pelajaran penting dari keikhlasan dalam berkurban:

1. Meningkatkan Ketakwaan

Ikhlas adalah bukti nyata ketundukan hati kepada perintah Allah. Berkurban bukan hanya ritual, tapi pengingat bahwa kita adalah hamba yang patuh.

2. Mendekatkan Diri kepada Allah

Bacaan Terkait :

Kisah Keikhlasan Kyai dan Santri, Membawa Singkong Mendapat Kambing dan Sebaliknya

Ridho Atas Ketentuan Allah, Bagaimana Ikhtiar Mencapai dan Menjalaninya

Menyembelih Hewan Kurban, Tata Cara dan Kesunnahan Saat Melakukannya

Melani Leimena Kurban 4 Sapi di Jakarta dan juga ke Luar Negeri

Smartfren dan Yayasan Muslim Sinar Mas Bagikan Hewan Kurban

Penjelasan Kurban dan Tips Memilih Hewan Kurban dalam Islam

Load More

Kurban adalah bentuk cinta dan syukur kepada Allah. Semakin ikhlas kita berkurban, semakin dekat pula kita dengan-Nya.

3. Menumbuhkan Empati

Kita belajar untuk berbagi nikmat kepada yang membutuhkan. Daging kurban bukan hanya makanan, tetapi senyum bagi yang jarang merasa kenyang.

4. Mengikis Sifat Serakah

Saat kita mampu menyisihkan hewan ternak terbaik, kita juga sedang mengikis ego, kikir, dan cinta dunia.

5. Murni Mengharap Ridha Allah

Kurban bukan ajang pamer. Semuanya kembali ke niat. “Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk rupa kalian dan tidak pula harta kalian, tetapi Dia melihat hati dan amal kalian.” (HR. Muslim)

6. Mempererat Tali Persaudaraan

Kurban membawa aroma silaturahmi. Saat daging dibagikan ke tetangga, saudara, dan fakir miskin, hubungan pun terjalin lebih erat.

7. Melatih Disiplin Beragama

Menjalankan sunnah kurban tepat waktu, dengan adab dan syariat yang benar, mengajarkan kita tentang ketaatan dan keteraturan.

8. Menumbuhkan Syukur

Memiliki hewan kurban yang sehat adalah nikmat. Bisa berbagi daging juga nikmat. Ikhlas adalah cara paling indah untuk merayakan syukur itu.

Keteladanan dari Nabi Ibrahim dan Ismail

Kisah kurban tidak bisa lepas dari teladan agung Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Saat Allah memerintahkan Ibrahim untuk menyembelih putranya, ia taat. Ismail pun menerima dengan penuh kepasrahan.

“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. As-Saffat: 102)

Kisah ini bukan sekadar sejarah, tapi pelajaran keikhlasan dan cinta sejati kepada Allah.

Contoh Nyata Ikhlas dalam Kurban

• Niat yang Murni: Menyembelih hanya demi Allah, bukan demi pencitraan.

• Berbagi Tanpa Pilih Kasih: Memberi kepada siapa pun yang membutuhkan.

• Menolak Imbalan: Tidak mengharapkan pujian, balasan, atau popularitas.

• Mengorbankan Ego: Berani memberi yang terbaik, bukan yang sisa.

 Dasar-Dasar Ikhlas dalam Al-Qur’an

• QS. Al-Kautsar: 2

 “Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.”

• QS. Al-Hajj: 34: “Kami syariatkan penyembelihan, supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang direzekikan Allah kepada mereka.”

Dari ayat-ayat ini, kita belajar bahwa kurban bukan hanya ritual, tapi juga syiar, syukur, dan simbol cinta kepada Allah.

Ketika Ikhlas Jadi Hadiah Terindah

Berkurban bukan soal jumlah daging yang dibagikan, tapi seberapa tulus kita menyerahkan hati kepada Allah. Keikhlasan dalam berkurban akan melatih jiwa, melembutkan hati, dan menjadikan kita muslimah yang tangguh, dermawan, dan rendah hati.

Para Ibu berikut ini punya komentar seputar berkurban. Mari kita simak!

Antis Sabiq Nining, Ibu Rumah Tangga

Antis Sabiq Nining, Ibu Rumah Tangga. Foto: istimewa

Ketika ditanya apa arti kurban, Antis menjawab dengan penuh makna. “Menurut syariah, kurban membuktikan ketaatan dan ketaqwaan seorang hamba. Tapi bagi saya pribadi, kurban adalah ungkapan cintaku pada-Nya,” ujarnya.

Jawaban ini begitu sederhana namun dalam. Ia mengajarkan kita bahwa ibadah kurban bukan sekadar rutinitas tahunan, tapi pernyataan cinta kepada Allah yang harus dibuktikan lewat tindakan.

Bagaimana kurban mengajarkan kita tentang ikhlas? Menurut Antis kurban itu mengajarkan kita berbagi apa yang kita miliki kepada sesama. Ikhlas tidak melulu soal menerima takdir, tapi juga rela berbagi tanpa pamrih. “Saya diuji saat berbuat banyak tapi tak dihargai,” ujarnya kemudian tertawa.

Kisah kurban dalam Al-Qur’an adalah tentang Nabi Ibrahim dan putranya, Ismail. Sebuah kisah yang tidak hanya menyentuh, tapi juga mengguncang hati. Menurut Antis, yang paling berkesan dari kisah ini adalah “Cinta itu harus dibuktikan dengan pengorbanan. Bukan cuma teori.”

Sebagai seorang muslimah, Antis juga punya cara unik untuk melatih keikhlasan yaitu lewat uang belanja dapurnya. “Saya melatih ikhlas dengan mensyukuri nikmat Allah yang sudah saya dapat. Saya sisihkan sisa uang belanja untuk mereka yang membutuhkan. Biar saya kenyang, mereka pun kenyang.” Ujarnya

Siti Rosmawati, Ibu Rumah Tangga

Siti Rosmawati, Ibu Rumah Tangga. Foto: istimewa

Saat ditanya tentang makna kurban, Ibu Siti menjawab dengan ketegasan yang lembut “Kurban secara syariat adalah meneladani cintanya Nabi Ibrahim dan Ismail kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala.”

Baginya, kurban bukan sekadar ibadah tahunan, tapi juga wujud pengorbanan dan cinta kepada Allah.”Berkurban adalah menyisihkan rezeki untuk berbagi kepada sesama dan sekaligus membuktikan ketaqwaan kita kepada Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” tambahnya.

Menurut Siti, keikhlasan bisa tumbuh ketika kita menyadari bahwa segala yang kita miliki hanyalah titipan. “Dari berkurban kita bisa belajar ikhlas bahwa semua yang kita miliki sesungguhnya bukan milik kita, tapi milik Allah semata,” katanya.

Pemahaman ini menjadi bekal penting dalam menjalani hidup, terutama saat kehilangan atau diminta untuk memberi. Ikhlas bukan hanya saat berkurban hewan, tapi juga diuji dalam kehidupan sehari-hari. Siti membagikan pengalaman nyatanya “Sebagai muslimah, banyak ujian ikhlas. Seperti saat menghadapi kekurangan pasangan atau ketika kehilangan uang. Hal-hal kecil tapi bisa terasa berat,” ungkapnya.

Namun, lanjut dia, kuncinya adalah kembali kepada Allah yaitu dengan menyadari bahwa semua Allah yang mengatur dan Maha Pemilik, insyaAllah bisa lebih ikhlas menjalaninya. “Sekali lagi, hanya dengan niat karena Allah, semua akan terasa ringan dan menjadikan diri lebih ikhlas,” tegasnya.

Yuyun, Ibu Rumah Tangga

Yuyun, Ibu Rumah Tangga. Foto: istimewa

Menurut Yuyun, makna kurban adalah menyembelih hewan yang telah ditentukan pada hari Idul Adha sebagai bentuk ibadah kepada Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Secara lebih dalam, kurban bukan hanya tentang menyembelih hewan, melainkan juga menyembelih ego, keakuan, dan keterikatan pada dunia.

Ini adalah simbol dari ketaatan total kepada Allah, tanda bahwa kita bersyukur atas segala nikmat, dan bukti bahwa kita siap memberi yang terbaik dari apa yang kita miliki. “Karena berkurban adalah simbol dari ketaatan kita kepada Allah Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Semua milik Allah. Ini adalah bukti kita bersyukur atas nikmat-Nya,” ujarnya.

Sebagai manusia, kita tidak akan lepas dari ujian. Terkadang, ujian itu datang dalam bentuk kehilangan: kehilangan harta, kehilangan jabatan, bahkan kehilangan orang-orang terdekat. “Kadang kita harus ikhlas jika kehilangan harta, anak, suami, jabatan… semua itu milik Allah. Manusia hanya diberi titipan semata,” paparnya.

Ucapan ini menyadarkan kita bahwa sejatinya tak ada yang benar-benar milik kita. Jika sewaktu-waktu Allah mengambilnya kembali, itu adalah hak-Nya. Yang bisa kita lakukan hanyalah belajar ikhlas dan bersabar.

Dari ibadah kurban, Ibu Yuyun juga mengambil satu pelajaran penting tentang berbagi kebahagiaan. “Kurban memotivasi kita untuk berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang tidak mampu di sekitar kita. Daging kurban yang dibagikan bukan sekadar makanan, tapi juga bentuk kepedulian sosial dan tanda cinta kepada sesama. Dengan berbagi, hati kita pun ikut merasa lapang,” tambahnya.

Menurut Yuyun, kunci dari ikhlas adalah niat yang lurus, semata-mata karena Allah Subhanahu Wa Ta’ala. “Niatkan semua karena Allah, hanya untuk ibadah dan mengharap ridha Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” pungkasnya.

Dalam Islam, niat adalah segalanya. Tanpa niat yang benar, ibadah sebesar apa pun bisa menjadi sia-sia. Maka dari itu, sebelum berkurban atau melakukan apa pun luruskan niat bukan karena ingin dipuji, tapi karena cinta kepada Allah. (Resty)

Tags: BerkurbanIkhlaskurbanQurban
ShareTweetSendShare
Previous Post

Mengadu dan Meminta Kepada Allah SWT di Sepertiga Malam, Apa Kata Ibu-ibu Ini?

Next Post

Keren, Aktivis Australia Grace Tame Tidak Peduli Dicopot oleh Nike Sebagai Dutanya Akibat Postingannya yang pro-Palestina

Mungkin Anda Juga Suka :

Contoh-contoh Resolusi untuk Kehidupan yang Lebih Baik

Contoh-contoh Resolusi untuk Kehidupan yang Lebih Baik

28 Desember 2025

...

Kalimat Dukungan untuk Menghibur Bisa Jadi Salah dan Buruk, Simak yang Tepat

Kalimat Dukungan untuk Menghibur Bisa Jadi Salah dan Buruk, Simak yang Tepat

24 Desember 2025

...

Kisah Pria Beruntung Karena Sabar Menghadapi Istrinya yang Suka Mencaci-maki

Kisah Pria Beruntung Karena Sabar Menghadapi Istrinya yang Suka Mencaci-maki

30 September 2025

...

Jenis-jenis Pilihan dan Alternatif Usaha yang Minim Modal

Jenis-jenis Pilihan dan Alternatif Usaha yang Minim Modal

30 Agustus 2025

...

Punya Prinsip Itu Mahal, Begini Cara Menjaga dan Mempertahankannya

Punya Prinsip Itu Mahal, Begini Cara Menjaga dan Mempertahankannya

14 April 2025

...

Load More
Next Post
Keren, Aktivis Australia Grace Tame Tidak Peduli Dicopot oleh Nike Sebagai Dutanya Akibat Postingannya yang pro-Palestina

Keren, Aktivis Australia Grace Tame Tidak Peduli Dicopot oleh Nike Sebagai Dutanya Akibat Postingannya yang pro-Palestina

Cara Kamu Berterima Kasih Kepada Allah SWT dan Orang Tuamu

Cara Kamu Berterima Kasih Kepada Allah SWT dan Orang Tuamu

Discussion about this post

TERKINI

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

18 April 2026

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

17 April 2026

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026

Saksikan Segera, Podcast Khusus Profesional “Ladders to be Leaders” Mengulas Perjalanan Hidup dan Karir

15 April 2026

AS Repot Berkonflik dengan Iran, Zelenskyy Kecewa Dicuekin Karena Suplai Senjata ke Ukraina Terganggu

15 April 2026

TikTok Lapor Tutup 780 Ribu Akun Anak dan Roblox Belum Dianggap Patuh PP TUNAS, Beberapa Menyatakan Patuh

14 April 2026

Negosiasi Iran dan AS Disebut Akan “Segera” Diadakan Lagi di Islamabad, Iran Menolak Diatur Pengayaan Uranium dan Nuklirnya

14 April 2026

Sufi Wanita yang Akan Menggenggam Tauhid Demi Menagih Janji Allah

13 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video