• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Citizen Journalism & Video Cerpen dan Puisi

Kisah Keikhlasan Kyai dan Santri, Membawa Singkong Mendapat Kambing dan Sebaliknya

by Avesiar
8 April 2025 | 19:10 WIB
in Cerpen dan Puisi
Reading Time: 3 mins read
A A
Kisah Keikhlasan Kyai dan Santri, Membawa Singkong Mendapat Kambing dan Sebaliknya

Ilustrasi. Foto: Pexels

Avesiar – Jakarta

Keikhlasan adalah sikap yang mulia, yang dengan sikap tersebut seseorang dapat menerima apa adanya karena ia tahu bahwa Allah lah yang mengatur segala urusan hamba-hambaNya.

Dengan sikap ikhlas tersebut, seseorang akan merasa lapang dada dengan apa yang dilakukannya kepada orang lain, tanpa harus merasa kecewa jika sesuatu tidak sesuai harapannya. Namun, ternyata memiliki sikap ikhlas tidak semudah yang diucapkan. Sering kita mengucap kata “ikhlas”, sementara di hati kecil masih tersimpan perasaan gamang atau bahkan sebaliknya.

Kisah tentang seorang ulama dan santrinya berikut, dikutip dan disusun dari berbagai sumber, sering diceritakan dalam berbagai cerita dan percakapan yang tidak selalu sama dalam setiap publikasinya.

Tentang kisah nyata dari cerita ini juga belum bisa dipastikan kebenarannya. Namun, pesan spiritual dan moral yang terkandung di dalamnya semoga mampu membuat kita bisa bersikap ikhlas dan legowo, terutama hal ini menjadi rahasia umum para ulama yang memang memberikan sesuatu tanpa pamrih.

Di sebuah desa hiduplah seorang Kyai sepuh dan sholeh bersama istrinya. Ia memiliki murid yang banyak dan tersebar di segala penjuru desa. Pembawaan Kyai itu teduh, dihormati dan disayangi oleh semua kalangan. Sebagaimana lazimnya rumah ulama, rumah sang Kyai selalu dikunjungi banyak orang, termasuk santri-santrinya.

Suatu hari, datanglah salah satu santrinya. Sudah menjadi kebiasaan dan salah satu akhlak yang baik, sang santri pun membawa sesuatu untuk diberikan kepada gurunya itu. Santri ini miskin. Ia hanya memiliki singkong. Itu pun tidak banyak. Sebagian kisah menyebut hanya 3 ikat singkong.

Dengan penuh keikhlasan dan rasa tawadhu, santri tersebut datang berkunjung dengan membawa singkong yang dimilikinya. Usai mengucap salam, mencium tangan sang Kyai, bertanya kabar, dan berbincang-bincang, sang santri kemudian pamit.

Bacaan Terkait :

Makna Ikhlas dimulai Sejak Berniat Maupun Setelah Berkurban Terlaksana

Ridho Atas Ketentuan Allah, Bagaimana Ikhtiar Mencapai dan Menjalaninya

Load More

Saat pamit, sang santri memberikan oleh-oleh berupa singkong tersebut kepada sang Kyai.

 “Alhamdulillah,” jawab sang Kyai. “Kalau begitu, segera ke belakang ya. Ambil ayam. Boleh disembelih buat makan atau kamu pelihara ya.”

Meski agak sungkan, si santri pun mengikuti perintah sang Kyai seraya berharap keberkahan dari pemberian orang shalih.

Setelah kepulangan santri pertama, datanglah santri kedua. Kali ini, ia membawa ayam jago yang besar, gemuk, dan gagah. Santri tersebut kemudian memberikan apa yang ia bawa kepada sang Kyai dengan penuh keikhlasan.

“Mohon maaf, Kyai. Cuma seekor ayam. Semoga berkah buat kami,” ujar sang santri tawadhu.

“Alhamdulillah, insya Allah berkah, Le,” lanjut sang kyai sebelum santrinya pulang, “Kamu ke belakang ya. Itu ada kambing. Sudah lama gak beranak. Boleh disembelih, dijual, atau dipelihara.”

Sang santri kedua pun sibuk mengucap tahmid dan takbir, lalu pamit dari rumah sang Kyai.

Di balik silaturrahmi kedua santri tersebut, tersebutlah Si Fulan yang memperhatikan  dua fenomena itu dari kejauhan.

Fulan bukanlah seorang santri. Tapi, tinggal di dekat kampung sang Kyai. Ia memperhatikan dengan betul dua kejadian itu. Ia pun membayangkan, “Santri pertama membawa singkong, dapatnya ayam. Santri kedua membawa ayam dapatnya kambing.”

Ia pun bergegas ke belakang rumahnya. Ada kambing yang lebih besar dan gemuk dari kambing yang diberikan sang Kyai ke santri kedua. Dengan semangat, ia menggiring kambingnya itu seraya berdendang, “Pasti saya dapat kerbau nih. Atau, kambing dua ekor.”

Saat hendak pulang, Si Fulan kemudian memberikan apa yang ia bawa kepada sang Kyai dengan penuh harapan. Seekor kambing diserahkan kepada sang Kyai sebagai oleh-olehnya.

“O, terima kasih. Mudah-mudahan berkah.”

Ditemuinya istrinya di belakang, katanya: “Istriku, ini kita dapat kambing lagi dari muridku yang lain. Kita kini hanya punya tiga ikat singkong. Ya sudah, itu saja kita berikan sebagai hadiah.”

Lalu ia keluar sambil membawa tiga ikat singkong. Si Fulan menerima pemberian sang Kyai, yang hanya singkong, bukan sapi seperti yang dibayangkan, kaget dan kecewa.

Tetapi, bagaimanapun dengan agak dipaksakan ia tetap tersenyum, kemudian mohon diri sambil menyesali ternyata ketidakikhlasannya malah berbuah kemalangan. (put/dikutip dan disusun dari berbagai sumber)

Tags: IkhlasKeikhlasanKisah Kyai & SantriSowan ke KyaiTanpa Pamrih
ShareTweetSendShare
Previous Post

Masuk Sekolah Telah Tiba, Seperti Apa Mood Kamu?

Next Post

Israel Memblokir Vaksin, 600.000 Anak di Gaza Terancam Lumpuh

Mungkin Anda Juga Suka :

Humor Saat Puasa, Mengangkut Garam dan Mengakali Keledai yang Nakal

Humor Saat Puasa, Mengangkut Garam dan Mengakali Keledai yang Nakal

14 Maret 2026

...

Di Ambang Mahacahaya

Di Ambang Mahacahaya

9 Maret 2026

...

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

Humor Saat Puasa, Nasruddin Hoja Menemani Penguasa dan Kisah Namrudz

9 Maret 2026

...

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

Tasbih Sunyi di Relung Nurani

8 Maret 2026

...

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

Humor Saat Puasa, Ketika Nasruddin Hoja Menyelamatkan Bulan

8 Maret 2026

...

Load More
Next Post
Israel Memblokir Vaksin, 600.000 Anak di Gaza Terancam Lumpuh

Israel Memblokir Vaksin, 600.000 Anak di Gaza Terancam Lumpuh

Uang Lebaran atau Salam Tempel yang Kamu Dapat untuk Apa Saja?

Uang Lebaran atau Salam Tempel yang Kamu Dapat untuk Apa Saja?

Discussion about this post

TERKINI

Humor Saat Puasa, Mengangkut Garam dan Mengakali Keledai yang Nakal

14 Maret 2026

Iran Belum Menghentikan Serangan Pembalasannya dengan Terus Menghantam Negara-negara Teluk Arab, Trump Mengumpat Sejadinya

13 Maret 2026

Pembatasan Penggunaan Ponsel di Bawah 16 Tahun Dimulai 28 Maret Sebagai Gerakan Nasional Melindungi Anak Indonesia

13 Maret 2026

Kegiatan yang Dikerjakan Mu’takif Saat Itikaf, Waktu Terbaik, Rukun serta Syaratnya

12 Maret 2026

Pidato Publik Pertama Mojtaba Tegaskan Hormuz Tetap Ditutup Sebagai Pembalasan Serangan AS – Israel dan Atas Darah Warga Iran

12 Maret 2026

Bacaan Niat atau Bernadzar Itikaf di Masjid

11 Maret 2026

Dilaporkan Luka Akibat Perang, Putra Presiden Iran Umumkan Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru ‘Aman dan Sehat’

11 Maret 2026

Prabowo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil dan Infrastruktur Siap Menjelang Lebaran

11 Maret 2026

Amalan serta Ibadah yang Pahalanya Setara atau Seperti Melaksanakan Haji dan atau Umroh

10 Maret 2026

Durasi Perang Trump Terhadap Iran yang Belum Dapat Dipastikan Selesainya Termasuk Dampak Ekonomi, Menurut Pengamat

10 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video