KAMU KUAT – Jakarta
Uang THR Lebaran atau Salam temple atau angpao Lebaran selalu jadi momen yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak dan remaja di saat momen Idul Fitri. Selain identik dengan suasana Lebaran yang hangat, uang pemberian dari sanak saudara dan tetangga juga jadi semacam “bonus” yang bisa bikin senyum makin lebar.
Selain itu uang THR Lebaran tersebut sering kali menjadi simbol kasih sayang dan tradisi dalam keluarga. Tapi tahukah kamu, bagi sebagian remaja, uang yang didapatkan juga bisa menjadi awal mula belajar mengatur keuangan sendiri?
Tapi, sebenarnya uang Lebaran itu pada akhirnya dipakai buat apa aja sih? Yuk simak cerita dari para sahabat kanal remaja KAMU KUAT! Avesiar.com.
Najla, Siswi kelas 10, SMA Muhammadiyah 25, Tangerang Selatan

Najla, siswi kelas 10 dari SMA Muhammadiyah 25, berbagi ceritanya soal pengalaman seru mengelola uang THR Lebaran Lebaran. Ia mengaku biasanya mendapat THR dari orang tua, om, tante, bahkan sepupu. Menurutnya, momen pembagian THR paling seru itu saat semua keluarga sudah berkumpul.
“Kadang sambil bikin tren TikTok juga pas bagi-bagi THR,” cerita Najla kemudian tertawa.
Kalau soal penggunaannya, Najla cukup bijak. Ia biasanya membelanjakan uang THR Lebaran Lebaran untuk barang yang memang masuk dalam wishlist-nya, atau untuk kebutuhan seperti makeup. “Kalau ada keinginan atau kebutuhan, biasanya langsung dibelanjain. Sisanya ditabung,” jelasnya.
Salah satu barang paling mahal yang pernah ia beli dari uang THR Lebaran Lebaran adalah handphone. Tapi meski sempat terpikir untuk mengembangkan uang THR Lebaran Lebaran (misalnya diputar jadi usaha kecil-kecilan), Najla mengaku belum sampai ke sana. “Pernah kepikiran, tapi buat terus berkembang sih belum,” ujarnya jujur.
Menariknya, buat Najla, budaya bagi-bagi THR itu sudah seperti tradisi saat Lebaran. Bukan cuma soal uang, tapi lebih ke momen kebersamaan yang bikin suasana Lebaran makin berkesan. “Ini salah satu hal yang bikin Lebaran jadi lebih seru,” katanya.
Walau Najla nggak terlalu berharap siapa yang akan kasih uang THR Lebaran Lebaran, ia jujur pernah berharap jumlahnya banyak. “Kalau berharap dari siapa-siapa sih enggak, tapi soal jumlahnya… pernah, hehe,” tambahnya sambil tersenyum.
Bagi Najla, uang THR Lebaran Lebaran nggak cuma soal belanja-belanja aja, tapi juga soal gimana caranya belajar mengatur, memilih prioritas, dan menikmati momen kebersamaan dengan keluarga.
Alden, siswa kelas 8, Siswa SMP 11 Tangsel

Setiap kali Lebaran tiba, satu hal yang selalu bikin semangat naik level adalah momen pembagian THR. Tapi, buat Alden siswa kelas 8.9 di SMP 11 Tangsel, THR bukan cuma tentang nominal uang, tapi juga soal keseruan dan kebersamaan keluarga.
“Waktu Lebaran kemarin, di keluarga mamah seru banget, Kak. Ada acara pembagian THR kayak main kuis gitu,” cerita Alden dengan antusias. Bayangin, dapet uang sambil main bareng keluarga? Gak heran kalau momen itu jadi salah satu hal paling ditunggu.
Kalau soal penggunaan uang THR Lebaran, Alden ternyata cukup bijak. “Biasanya saya pakai buat kebutuhan, Kak. Soalnya kalau keinginan bisa nanti aja. Mending yang penting dulu,” jelasnya.
Bahkan, Alden lebih suka menyimpan uangnya dulu ketimbang langsung dibelanjakan. “Saya simpan atau tabung. Jadi kalau ada kebutuhan, gak perlu minta ke orang tua.”
Dari THR yang pernah didapat, barang paling mahal yang pernah Alden beli justru bukan gadget atau baju mahal melainkan hewan peliharaan! “Dia jinak banget, lucu, dan saya suka banget,” katanya.
Tahun ini, jumlah THR yang diterima Alden ternyata lebih banyak dari tahun lalu. Tapi bukan berarti langsung dihamburkan. Ia justru sempat mikir gimana caranya supaya uang THR Lebaran bisa terus berkembang. “Saya sempat mikir dan akhirnya saya invest, Kak. Hasilnya lumayan juga,” ungkapnya dengan bangga.
Menurut Alden, momen pembagian THR bisa dibilang sudah jadi semacam budaya di beberapa keluarga, dan itu bikin Lebaran jadi makin berkesan. “Tapi kalau buat saya pribadi, yang bikin Lebaran spesial tuh ketemu sama saudara yang seumuran. Seru!” ujar Alden
Dan soal harapan dapet THR dari orang tertentu tapi kenyataannya nggak sesuai? Alden santai aja. “Gak pernah ngarep sih, Kak. Apa yang saya dapet, saya syukuri aja,” tutup Alden
Siti Fadhilatunnisa, siswi kelas 2 SMP, Pondok Pesantren Sirojul Athfal, Bogor

Untuk remaja seperti Siti Fadhilatunnisa, THR bukan cuma soal terima uang lalu habis buat jajan. Ada banyak hal yang bisa dipelajari dari tradisi ini. “Alhamdulillah, aku dapat THR. Biasanya dari saudara-saudara terdekat,” cerita Siti yang saat ini duduk di kelas 2 SMP di Pondok Pesantren Sirojul Athfal.
Soal penggunaannya, Siti cukup bijak. Ia memanfaatkan uang THR Lebaran-nya untuk hal-hal yang berguna. “Aku biasanya pakai buat jajan, beli keperluan sekolah, dan lain-lain,” katanya.
Bahkan, barang paling mahal yang pernah ia beli dari uang THR Lebaran adalah mukena yang pastinya bermanfaat untuk ibadah sehari-hari.
Tahun ini, jumlah THR yang ia terima memang lebih sedikit dibanding sebelumnya. Tapi hal itu gak bikin Siti sedih. Justru ia mencoba mengelola THR nya dengan cara sederhana tapi efektif. “Paling diirit-irit aja, hehehe,” ujarnya jujur.
Meski pembagian THR seringkali berlangsung santai, Siti melihat hal ini sebagai bagian dari budaya. “Menurut aku, THR itu udah jadi budaya. Dan iya, itu bikin Lebaran jadi lebih berkesan,” katanya.
Menariknya, Siti mengaku pernah berharap dapat THR dari seseorang, tapi ternyata realitanya nggak sesuai harapan. “Pernah, malah sering,” katanya polos.
Di balik itu semua, Siti juga punya wishlist sendiri yang ingin ia wujudkan dari uang THR Lebaran, meski tidak ada tradisi unik soal pembagian THR di keluarganya. Yang penting baginya adalah pelajaran yang bisa diambil dari momen ini. “Menurut aku, semua remaja memang harus belajar mengatur uang sejak dapat THR,” tutup Siti.
Dari kisah para sahabat kanal remaja KAMU KUAT! Avesiar.com kita bisa belajar satu hal, THR memang menyenangkan, tapi cara kita memperlakukan uang dan menikmati momen bersama keluarga itu jauh lebih penting tentunya. (Resty)













Discussion about this post