Avesiar – Jakarta
Lompatan dari rasa relaks di akhir pekan menuju Senin sering mengganggu banyak orang karena dinilai membuat stres. Bagi sebagian orang, mereka bisa dengan cepat melalui kondisi tersebut dengan mengatur pola kerjanya.
Bagi sebagian lainnya yang tetap merasakan ketidaksukaan tersebut karena mengganggu dan memengaruhi mental dan kinerja, bisa jadi sedang terdampak Monday Blues.
Nah, sebenarnya Monday Blues itu apa sih? Dilansir laman Dokter Sehat, Monday blues adalah sebutan untuk kondisi saat seseorang mengalami penurunan mood drastic, bahkan psikosomatis di hari Senin pagi.
Kondisi ini lebih dari sekadar rasa malas setelah bersenang-senang di akhir pekan. Monday blues dapat mempengaruhi kinerja seseorang di hari tersebut, bahkan hingga dua atau tiga hari kemudian.

Mood akan merambat naik seiring semakin dekatnya akhir pekan. Lalu, perasaan kembali menurun di awal pekan hari Senin berikutnya. Kondisi ini bukanlah masalah mental, namun jika dibiarkan berlarut-larut dapat memengaruhi kualitas hidup dan kinerja.
Monday blues yang tidak dapat diatasi juga bisa berakibat pada gangguan pencernaan, stres, gangguan kecemasan (anxiety disorder), dan menurunnya kualitas hidup karena tidak bisa bekerja secara maksimal setiap Senin.
Penyebab Monday Blues Menurut Wyatt Fisher, PsyD, gangguan ini disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:
1. Kondisi tempat kerja yang tidak kondusif.
2. Tekanan kerja yang terlalu berat.
3. Tidak dapat beristirahat secara total di akhir pekan, baik fisik maupun mental.
Hal ini juga bisa terjadi pada pelajar, di mana mereka merasa tidak siap menghadapi kegiatan sekolah atau di kampus yang cenderung berat di hari Senin.
Faktor kondisi jalanan yang macet atau ada deadline penting setiap Senin juga bisa jadi pemicunya.
Ciri-Ciri Monday Blues
Umumnya, kondisi ini mulai terasa di Minggu sore atau malam. Ciri-ciri tersebut akan semakin jelas saat bangun di hari Senin pagi dan berlanjut hingga seharian.
Berikut ciri-cirinya:
- Merasa sangat malas dan tidak bersemangat menyambut hari Senin.
- Mengalami penurunan mood yang drastis.
- Mudah tersinggung, marah tanpa alasan yang jelas, dan kesal pada situasi sekitar
- Mengalami penurunan kondisi fisik. Misalnya sakit kepala, mual, sakit perut atau tubuh yang lemas tetapi ketika diperiksakan ke dokter semua fungsi tubuh normal.
- Tidak fokus.
- Merasa stres dan cemas hanya dengan membayangkan kejadian buruk yang mungkin terjadi besok.

Cara Mengatasi Monday Blues dilansir Healthline, bisa dengan langkah berikut:
1. Tetap menjaga rutinitas walau akhir pekan
Menurut konselor Kathryn Ely, mengubah drastis kebiasaan harian di akhir pekan dapat meningkatkan kemungkinan Monday Blues. Walaupun akhir pekan, tetap lakukan keseharian seperti biasa. Misalnya jam tidur, pola makan, mandi, dll.
2. ‘Disconnect’ selama akhir pekan
Jauhkan gawai, berhenti membalas email, dan aktifkan penerima pesan suara untuk telepon dari klien selama akhir pekan. Manfaatkan waktu untuk beristirahat dan healing.
3. Jangan mengubah pola tidur
Kebiasaan buruk sebagian orang adalah tidur larut malam dan bangun menjelang siang saat weekend. Mengubah pola tidur akan mempengaruhi mood dan jam biologis di hari Senin. Tetap tidur dengan pola biasa dan manfaatkan pagi dengan berolahraga sebagai ganti bekerja.
4. Sisihkan sedikit waktu untuk mengerjakan tugas Senin
Ketika ‘disconnect’ mustahil dilakukan, sisihkan satu atau dua jam untuk mengerjakan pekerjaan yang tersisa. Hal ini akan mengurangi tanggung jawab di hari Senin.
5. Jangan terlalu banyak jadwal di hari Senin
Awali hari Senin tanpa jadwal yang padat dan berkejaran. Sisihkan waktu lima menit di sela setiap pergantian tugas. Hal ini akan menjadikan tubuh tidak terbebani berlebihan.
6. Tuliskan keresahan Anda
Ketika keresahan yang dialami sudah sangat mengganggu, tuliskan semuanya pada kertas atau buku catatan. Cobalah tanyakan hal-hal berikut pada diri:
- Apa emosi yang sebenarnya kurasakan? Kemarahan, kesedihan, ketakutan?
- Apa yang sebenarnya membuatku tertekan? Tugas-tugas atau seseorang?
- Apa langkah yang dapat kulakukan untuk menghalau kekhawatiran ini? Jalan-jalan sebentar? Merencanakan kegiatan mengasyikkan minggu depan?
Dengan memetakan kekhawatiran dan perasaan negatif, akan lebih mudah mencari jalan keluarnya.
7. Renungkan penurunan motivasi yang dialami
Masih menurut Kathryn Ely, Monday Blues belum tentu tanda bahwa beban pekerjaan terlalu berat. Jika seseorang tidak menyukai kegiatannya sepanjang pekan bahkan hingga Jum’at tiba, tentu perasaan itu masih tersisa sampai Senin berikutnya. Cobalah mengidentifikasi sumber kecemasan dengan merefleksikan dari mana gangguan ini muncul. Jika telah menemukan sumbernya, akan lebih mudah mengatasinya.
8. Petakan kembali Senin Anda
Jika sulit untuk memulai hari kerja dengan mengurangi jadwal atau menghindari hal yang berat, maka cobalah trik ini. Di awal hari, gunakan 30 menit pertama untuk menuliskan pencapaian dan tujuan masa depan.
Hal ini akan membantu merefleksikan garis besar pemikiran serta menghubungkan pekerjaan saat ini dengan tujuan besar masa depan.
9. Bicarakan dengan orang yang tepat
Seringkali curhat kepada orang terdekat akan meringankan beban pikiran. Ketika merasa sangat resah, cobalah bicarakan dengan pasangan, atau sahabat saat makan siang di hari Senin. Perasaan didengarkan dan dipahami akan menghangatkan jiwa.
10. Rencanakan sesuatu yang menyenangkan
Senin bisa menjadi hari yang menyenangkan juga, kok. Rencanakan sesuatu yang menyenangkan di waktu makan siang atau sepulang kerja. Misalnya, makan siang di tempat yang sedang hits atau bermain futsal setelah jam kerja berakhir.
11. Lakukan kebaikan ke orang lain
Daripada menggerutu tentang hari Senin yang menyebalkan, cobalah untuk menjadikan hari Senin orang lain menyenangkan. Dengan begitu, Anda akan teralihkan dari kekhawatiran akan hari Senin.
12. Beri penghargaan pada diri sendiri
Beri penghargaan pada diri atas pencapaian di hari Senin, walaupun kecil. Misalnya, sarapan dengan menu kesukaan untuk bangun dengan semangat hari ini. (dwi)












Discussion about this post