• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Healtech Hidup Sehat

Cek Pemicu dan Solusi I Hate Monday Hingga Monday Blues

by Ave Rosa
12 September 2022 | 09:13 WIB
in Hidup Sehat
Reading Time: 5 mins read
A A
Cek Pemicu dan Solusi I Hate Monday Hingga Monday Blues

ILUSTRASI. Gambar: Tangkapan layar google.

Avesiar – Jakarta

Lompatan dari rasa relaks di akhir pekan menuju Senin sering mengganggu banyak orang karena dinilai membuat stres. Bagi sebagian orang, mereka bisa dengan cepat melalui kondisi tersebut dengan mengatur pola kerjanya.

Bagi sebagian lainnya yang tetap merasakan ketidaksukaan tersebut karena mengganggu dan memengaruhi mental dan kinerja, bisa jadi sedang terdampak Monday Blues.

Nah, sebenarnya Monday Blues itu apa sih? Dilansir laman Dokter Sehat, Monday blues adalah sebutan untuk kondisi saat seseorang mengalami penurunan mood drastic, bahkan psikosomatis di hari Senin pagi.

Kondisi ini lebih dari sekadar rasa malas setelah bersenang-senang di akhir pekan. Monday blues dapat mempengaruhi kinerja seseorang di hari tersebut, bahkan hingga dua atau tiga hari kemudian.

ILUSTRASI. Freepik

Mood akan merambat naik seiring semakin dekatnya akhir pekan. Lalu, perasaan kembali menurun di awal pekan hari Senin berikutnya. Kondisi ini bukanlah masalah mental, namun jika dibiarkan berlarut-larut dapat memengaruhi kualitas hidup dan kinerja.

Monday blues yang tidak dapat diatasi juga bisa berakibat pada gangguan pencernaan, stres, gangguan kecemasan (anxiety disorder), dan menurunnya kualitas hidup karena tidak bisa bekerja secara maksimal setiap Senin.

Penyebab Monday Blues Menurut Wyatt Fisher, PsyD, gangguan ini disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:

Bacaan Terkait :

Solusi Masalah HIV/AIDS Bandung, Wagub Usulkan Poligami Sementara Sosiolog Unpad Sebut Berbahaya

Anak Mengamuk atau Tantrum, Bagaimana Menyikapinya?

Ikhtiar Kecil dengan Validasi Iman

Load More

1. Kondisi tempat kerja yang tidak kondusif.

2. Tekanan kerja yang terlalu berat.

3. Tidak dapat beristirahat secara total di akhir pekan, baik fisik maupun mental.

Hal ini juga bisa terjadi pada pelajar, di mana mereka merasa tidak siap menghadapi kegiatan sekolah atau di kampus yang cenderung berat di hari Senin.

Faktor kondisi jalanan yang macet atau ada deadline penting setiap Senin juga bisa jadi pemicunya.

Ciri-Ciri Monday Blues

Umumnya, kondisi ini mulai terasa di Minggu sore atau malam. Ciri-ciri tersebut akan semakin jelas saat bangun di hari Senin pagi dan berlanjut hingga seharian.

Berikut ciri-cirinya:

  • Merasa sangat malas dan tidak bersemangat menyambut hari Senin.
  • Mengalami penurunan mood yang drastis.
  • Mudah tersinggung, marah tanpa alasan yang jelas, dan kesal pada situasi sekitar
  • Mengalami penurunan kondisi fisik. Misalnya sakit kepala, mual, sakit perut atau tubuh yang lemas tetapi ketika diperiksakan ke dokter semua fungsi tubuh normal.
  • Tidak fokus.
  • Merasa stres dan cemas hanya dengan membayangkan kejadian buruk yang mungkin terjadi besok.
ILUSTRASI. Freeoik.

Cara Mengatasi Monday Blues dilansir Healthline, bisa dengan langkah berikut:

1. Tetap menjaga rutinitas walau akhir pekan

Menurut konselor Kathryn Ely, mengubah drastis kebiasaan harian di akhir pekan dapat meningkatkan kemungkinan Monday Blues. Walaupun akhir pekan, tetap lakukan keseharian seperti biasa. Misalnya jam tidur, pola makan, mandi, dll.

2. ‘Disconnect’ selama akhir pekan

Jauhkan gawai, berhenti membalas email, dan aktifkan penerima pesan suara untuk telepon dari klien selama akhir pekan. Manfaatkan waktu untuk beristirahat dan healing.

3. Jangan mengubah pola tidur

Kebiasaan buruk sebagian orang adalah tidur larut malam dan bangun menjelang siang saat weekend. Mengubah pola tidur akan mempengaruhi mood dan jam biologis di hari Senin. Tetap tidur dengan pola biasa dan manfaatkan pagi dengan berolahraga sebagai ganti bekerja.

4. Sisihkan sedikit waktu untuk mengerjakan tugas Senin

Ketika ‘disconnect’ mustahil dilakukan, sisihkan satu atau dua jam untuk mengerjakan pekerjaan yang tersisa. Hal ini akan mengurangi tanggung jawab di hari Senin.

5. Jangan terlalu banyak jadwal di hari Senin

Awali hari Senin tanpa jadwal yang padat dan berkejaran. Sisihkan waktu lima menit di sela setiap pergantian tugas. Hal ini akan menjadikan tubuh tidak terbebani berlebihan.

6. Tuliskan keresahan Anda

Ketika keresahan yang dialami sudah sangat mengganggu, tuliskan semuanya pada kertas atau buku catatan. Cobalah tanyakan hal-hal berikut pada diri:

  • Apa emosi yang sebenarnya kurasakan? Kemarahan, kesedihan, ketakutan?
  • Apa yang sebenarnya membuatku tertekan? Tugas-tugas atau seseorang?
  • Apa langkah yang dapat kulakukan untuk menghalau kekhawatiran ini? Jalan-jalan sebentar? Merencanakan kegiatan mengasyikkan minggu depan?

Dengan memetakan kekhawatiran dan perasaan negatif, akan lebih mudah mencari jalan keluarnya.

7. Renungkan penurunan motivasi yang dialami

Masih menurut Kathryn Ely, Monday Blues belum tentu tanda bahwa beban pekerjaan terlalu berat. Jika seseorang tidak menyukai kegiatannya sepanjang pekan bahkan hingga Jum’at tiba, tentu perasaan itu masih tersisa sampai Senin berikutnya. Cobalah mengidentifikasi sumber kecemasan dengan merefleksikan dari mana gangguan ini muncul. Jika telah menemukan sumbernya, akan lebih mudah mengatasinya.

8. Petakan kembali Senin Anda

Jika sulit untuk memulai hari kerja dengan mengurangi jadwal atau menghindari hal yang berat, maka cobalah trik ini. Di awal hari, gunakan 30 menit pertama untuk menuliskan pencapaian dan tujuan masa depan.

Hal ini akan membantu merefleksikan garis besar pemikiran serta menghubungkan pekerjaan saat ini dengan tujuan besar masa depan.

9. Bicarakan dengan orang yang tepat

Seringkali curhat kepada orang terdekat akan meringankan beban pikiran. Ketika merasa sangat resah, cobalah bicarakan dengan pasangan, atau sahabat saat makan siang di hari Senin. Perasaan didengarkan dan dipahami akan menghangatkan jiwa.

10. Rencanakan sesuatu yang menyenangkan

Senin bisa menjadi hari yang menyenangkan juga, kok. Rencanakan sesuatu yang menyenangkan di waktu makan siang atau sepulang kerja. Misalnya, makan siang di tempat yang sedang hits atau bermain futsal setelah jam kerja berakhir.

11. Lakukan kebaikan ke orang lain

Daripada menggerutu tentang hari Senin yang menyebalkan, cobalah untuk menjadikan hari Senin orang lain menyenangkan. Dengan begitu, Anda akan teralihkan dari kekhawatiran akan hari Senin.

12. Beri penghargaan pada diri sendiri

Beri penghargaan pada diri atas pencapaian di hari Senin, walaupun kecil. Misalnya, sarapan dengan menu kesukaan untuk bangun dengan semangat hari ini. (dwi)

Tags: Hari SeninI Hate MondayKerjaMengapa SeninMonday BluesSetiap SeninSolusi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Sukses, Short Course – Motivasi Buka-bukaan Cara Membuat dan Mengelola Media

Next Post

Ayah, Islam Menjelaskan Keutamaan Bekerja Mencari Nafkah untuk Keluarga  

Mungkin Anda Juga Suka :

Keren Nih, Gen Z Bakal Punya Program Jejak Muda dan Dakwah Digital yang Disiapkan PBNU

Keren Nih, Gen Z Bakal Punya Program Jejak Muda dan Dakwah Digital yang Disiapkan PBNU

27 Oktober 2026

...

Camilan yang Membuat Gigi Anda dan Anak-anak Berlubang serta Cara Menyiasati dalam Menikmatinya

Camilan yang Membuat Gigi Anda dan Anak-anak Berlubang serta Cara Menyiasati dalam Menikmatinya

11 Oktober 2026

...

Mengenali Playing Victim, Penyebab, Ciri-ciri Umum, Cara Bijak Menghadapi Agar Tidak Ikut-ikutan

Mengenali Playing Victim, Penyebab, Ciri-ciri Umum, Cara Bijak Menghadapi Agar Tidak Ikut-ikutan

29 September 2026

...

Hal Unik ke Mana Perginya Lemak Ketika Anda Menurunkan Berat Badan

Hal Unik ke Mana Perginya Lemak Ketika Anda Menurunkan Berat Badan

29 Agustus 2026

...

Kurangnya Kemampuan ADHD untuk Mempertahankan Realitas Emosional Suatu Hubungan dan Cara Memperkuat Ketahanan Emosional

Kurangnya Kemampuan ADHD untuk Mempertahankan Realitas Emosional Suatu Hubungan dan Cara Memperkuat Ketahanan Emosional

4 Agustus 2026

...

Load More
Next Post
Ayah, Islam Menjelaskan Keutamaan Bekerja Mencari Nafkah untuk Keluarga  

Ayah, Islam Menjelaskan Keutamaan Bekerja Mencari Nafkah untuk Keluarga  

Pengacara Nawawi Bahrudin, Direktur LBH Pers 2012-2018 yang Peduli Masyarakat Termarjinalkan

Pengacara Nawawi Bahrudin, Direktur LBH Pers 2012-2018 yang Peduli Masyarakat Termarjinalkan

Discussion about this post

TERKINI

Pasukan AS Disebut Mundur Lebih dari 1000 Kilometer dari Perbatasan Iran

7 November 2026

Transaksi Syariah dengan Jenis-jenis Akadnya

6 November 2026

Dibuka pada 5–10 November, Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027

5 November 2026

Akui Kekalahan Partai Republik Imbas Perang dengan Iran, Trump Tidak Menyesali Memulai Perang Tersebut

5 November 2026

Presiden Meminta Proses Hukum Dugaan Penyadapan Berjalan Objektif dan Transparan, KSP Dijabat Letjen TNI Ariyo Windutomo

4 November 2026

Komisi Fatwa MUI Gelar FGD, BPOM Ungkap Bahaya Obat Bius Etomidat dan Ketamin yang Terkandung di Sejumlah Vape

4 November 2026

Pemilu AS Sedang Berlangsung, Pertaruhan Utamanya Adalah Kendali Atas Senat dan DPR AS

3 November 2026

Di Hadapan Komisi Fatwa MUI Wadirtipidnarkoba Ungkap Penggunaan Vape Disusupi THC, Ketamin, hingga Etomidat

3 November 2026

Juru Bicara Iran Tegaskan Selat Hormuz Tidak Akan Dibuka Kecuali AS Mengakhiri Blokade

2 November 2026

Cara Masuk Islam Kembali Setelah Murtad

1 November 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT!
    • Kanal Kamu Kuat
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video