Avesiar – Kairo
Niat pihak berwenang Israel untuk menghancurkan sejumlah desa Palestina di daerah Masafer Yatta di Tepi Barat yang diduduki mendapat kecaman Mesir. Mengutuk rencana tersebut, Mesir menekankan pada Sabtu (8/5/2022) bahwa praktik semacam itu merusak peluang untuk mencapai solusi dua negara dan membangun perdamaian yang komprehensif dan adil di wilayah.
Kementerian Luar Negeri Mesir menyatakan keprihatinan besar atas niat pihak berwenang Israel untuk menghancurkan sejumlah desa Palestina di daerah Masafer Yatta di Tepi Barat yang diduduki, dan risiko konsekuensinya akan menggusur ribuan warga Palestina dari desa-desa itu.
Kementerian juga menegaskan penolakannya terhadap laporan tentang rencana untuk membangun sekitar 4.000 unit pemukiman baru di wilayah Palestina yang diduduki, menekankan bahwa hal itu merupakan pelanggaran mencolok terhadap aturan hukum internasional dan keputusan legitimasi internasional.
Duta Besar Ahmed Hafez, juru bicara Kementerian Luar Negeri Mesir, menegaskan kecaman total (kementerian) terhadap kebijakan pemukiman di wilayah Palestina, baik melalui pembangunan pemukiman baru atau perluasan yang sudah ada, serta menyita tanah, dan menggusur warga Palestina.
“Melanjutkan tindakan sepihak seperti itu mengarah pada peningkatan ketegangan dan berkontribusi untuk memicu siklus kekerasan, karena hal itu merusak peluang untuk mencapai solusi dua negara dan membangun perdamaian yang komprehensif,” tegasnya dikutip dari Arab News. (ard)













Discussion about this post