• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home Syar'i Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Isra Mi’raj, Rasulullah SAW Menjadi Imam Shalat Bagi Para Nabi dan Meminta Keringanan Atas Shalat 50 Waktu

by Ave Rosa
18 Februari 2023 | 23:05 WIB
in Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
Reading Time: 7 mins read
A A
Isra Mi’raj, Rasulullah SAW Menjadi Imam Shalat Bagi Para Nabi dan Meminta Keringanan Atas Shalat 50 Waktu

Ilustrasi. Foto: dok. via hidayatullah. com

Avesiar – Jakarta

Sejak kecil, seorang Muslim telah dikenalkan tentang hari-hari besar Islam. Tidak terkecuali Isra Mi’raj, sebuah perjalanan istimewa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam atas perintah Allah Azza Wa Jalla. Di mana peristiwa inilah yang menjadi latarbelakang ringanya jumlah waktu shalat bagi umat Islam.

Isra Mi’raj atau bahasa Arab al-’Isrā’ wal-Mi‘rāj , adalah dua bagian perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam, karena pada peristiwa inilah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mendapat perintah untuk menunaikan shalat lima waktu sehari semalam. Beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke-17 di Al Qur’an, yaitu Surah Al-Isra.

Menurut tradisi, perjalanan ini dikaitkan dengan Lailat al-Mi’raj, sebagai salah satu tanggal paling penting dalam kalender Islam.

Kapan terjadinya Isra Mi’raj?

Isra Mi’raj terjadi pada periode akhir kenabian di Makkah sebelum Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam  hijrah ke Madinah. Menurut al-Maududi dan mayoritas ulama, Isra Mi’raj terjadi pada tahun pertama sebelum hijrah, yaitu antara tahun 620-621 M.

Menurut al-Allamah al-Manshurfuri, Isra Mi’raj terjadi pada malam 27 Rajab tahun ke-10 kenabian, dan inilah yang populer. Namun, Shafiyurrahman al-Mubarakfuri menolak pendapat tersebut dengan alasan karena istri pertama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, Siti Khodijah RA, meninggal pada bulan Ramadan tahun ke-10 kenabian, yaitu 2 bulan setelah bulan Rajab, dan saat itu belum ada kewajiban salat lima waktu.

Al-Mubarakfuri menyebutkan 6 pendapat tentang waktu kejadian Isra Mi’raj. Tetapi tidak ada satupun yang pasti. Dengan demikian, tidak diketahui secara persis kapan tanggal terjadinya Isra Mi’raj.

Bacaan Terkait :

Beberapa Peristiwa yang Rasulullah SAW Saat Mi’raj Tanyakan kepada Jibril AS

Peringatan Isra’ Miraj 2024 Warga Rivera Hill di Masjid Al Mubarok

Apa Arti Isra Mi’raj dan Perannya dalam Kehidupan Muslim

Load More

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam  masih berada di tengah periode dakwah yang akan menerobos jalan antara pencapaian kesuksesan dan penindasan, sementara ada sedikit harapan yang mulai terlihat, maka terjadilah peristiwa Isra’ dan Mi’raj ini. Mengenai kapan waktu terjadinya, terdapat perbedaan pendapat, di antaranya:

  • Peristiwa Isra terjadi pada tahun ketika Allah memuliakan Nabi-Nya dengan kenabian. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh Ath-Thabari.
  • Peristiwa ini terjadi lima tahun setelah diutusnya Muhammad menjadi Nabi. Pendapat ini dikuatkan oleh An-Nawawi dan Al-Qurthubi.
  • Peristiwa ini terjadi pada malam 27 Rajab tahun 10 dari kenabian. Pendapat ini dipilih oleh Allamah Al-Manshurfuri.
  • Peristiwa ini terjadi 16 bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Ramadhan tahun 12 dari kenabian.
  • Peristiwa ini terjadi I tahun 2 bulan sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Muharram tahun 13 dari kenabian.
  • Peristiwa ini terjadi I tahun sebelum hijrah, tepatnya pada bulan Rabi’ul Awwal tahun 13 dari kenabian.

Indikasi dari tiga pendapat pertama adalah bahwa kematian Siti Khadijah RA pada bulan Ramadhan tahun 10 dari kenabian. Siti Khadijah RA meninggal sebelum datangnya wahyu yang mewajibkan shalat lima waktu, sementara tidak ada perselisihan pendapat di kalangan para ulama bahwa shalat lima waktu diwajibkan pada malam Isra.

Sedangkan mengenai tiga pendapat terakhir lainnya, belum menemukan pendapat yang dapat menguatkan salah satu darinya, selain topik bahasan di dalam Surah Al-Isra yang menunjukkan bahwa peristiwa ini terjadi pada masa-masa akhir.

Para ulama hadits meriwayatkan rincian dari peristiwa ini, dan kami akan memaparkannya secara ringkas, Ibnul Qayyim berkata,

Menurut riwayat yang shahih bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam  diisra’kan dengan jasadnya dari Al-Masjid Al-Haram menuju Baitul Maqdis dengan mengendarai Al-Buraq, ditemani oleh Jibril Alaihissalam. Lalu ia singgah di sana serta menjadi imam shalat bagi para nabi, lalu menambat Al-Buraq pada Pintu masjid.

Kemudian pada malam itu, ia dinaikkan dari Baitul Maqdis menuju langit dunia. Malaikat Jibril meminta agar Pintu langit dibukakan untuk ia lalu terbukalah pintunya. Di sana, ia melihat Adam, bapak manusia. Ia memberi salam kepadanya lantas dia menyambutnya dan membalas salam tersebut serta mengakui kenabiannya. Allah juga menampakkan kepadanya ruh-ruh para syuhada dari sebelah kanannya dan ruh-ruh orang-orang yang sengsara dari sebelah kirinya.


Kemudian ia dinaikkan lagi ke langit kedua. Malaikat Jibril meminta agar dibukakan pintunya untuk ia . Di sana ia melihat Nabi Yahya bin Zakaria Alaihissalam dan Nabi Isa Alaihissalam, lalu menjumpai keduanya dan memberi salam. Keduanya menjawab salam tersebut dan menyambutnya serta mengakui kenabiannya. Kemudian dinaikkan lagi ke langit ketiga. Di sana ia melihat Nabi Yusuf Alaihissalam, lalu memberi salam kepadanya. Dia membalasnya dan menyambutnya serta mengakui kenabiannya.

Kemudian dinaikkan lagi ke langit keempat. Di sana ia melihat Nabi Idris Alaihissalam lalu memberi salam kepadanya. Dia menyambutnya dan mengakui kenabiannya. Kemudian ia dinaikkan lagi ke langit kelima. Di sana ia melihat Nabi Harun Alaihissalam lalu memberi salam kepadanya. Dia menyambutnya dan mengakui kenabiannya. Kemudian ia dinaikkan lagi ke langit keenam. Di sana ia bertemu dengan Nabi Musa Alaihissalam lalu memberi salam kepadanya. Dia menyambutnya dan mengakui kenabiannya.

 
Tatkala ia hendak berlalu, Nabi Musa menangis. Ketika ditanyakan kepadanya, “Apa yang membuatmu menangis?” Dia menjawab, “Aku menangis karena rupanya ada seorang yang diutus setelahku tetapi umatnya yang masuk surga lebih banyak dari umatku. Kemudian ia dinaikkan lagi ke langit ketujuh”.

Di sana ia bertemu dengan Nabi Ibrahim Alaihissalam, lalu ia memberi salam kepadanya. Dia menyambutnya dan mengakui kenabiannya. Kemudian ia naik ke Sidratul Muntaha, lalu dibawa naik ke Al-Bait Al-Ma’mur. Kemudian ia dinaikkan lagi menuju Allah Yang Maha Perkasa. Ia mendekat kepada-Nya hingga jaraknya tinggal sepanjang dua ujung busur atau lebih dekat lagi. Allah Subhanahu Wa Ta’ala mewahyukan kepada hamba-Nya ini dengan wahyu, mewajibkan kepadanya lima puluh waktu shalat.

Ia lalu kembali hingga melewati Nabi Musa Alaihissalam.

Dia lalu bertanya kepadanya, “Apa yang diperintahkan kepadamu?” Ia menjawab, “Lima puluh waktu shalat.” Dia berkata, “Umatmu pasti tidak sanggup melakukan itu, kembalilah ke Rabb-mu dan mintalah keringanan untuk umatmu!” 

Ia menoleh ke arah Jibril seakan ingin memintakan pendapatnya dalam masalah itu. Dia mengisyaratkan persetujuannya jika ia memang menginginkan hal itu. Lalu Jibril Alaihissalam membawa ia naik lagi hingga membawanya ke hadapan Allah, sedangkan Dia berada di tempatnya.

Ini adalah redaksi milik Al-Bukhari pada sebagian jalur periwayatannya. Lalu Allah meringankannya menjadi sepuluh waktu shalat. Kemudian ia turun hingga kembali melewati Nabi Musa lagi lantas memberitahukan tentang tersebut kepadanya.

Dia berkata kepadanya, “Kembalilah lagi kepada Rabb-mu”.  Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kemudian mengikuti saran Musa dan meminta keringanan kepada Allah Azza Wa Jalla, hingga akhirnya Allah Yang Maha Perkasa menurunkannya menjadi lima waktu shalat. Musa kemudian memerintahkan ia agar kembali kepada Allah Azza Wa Jalla dan memintakan keringanan lagi.

Lalu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, 

“Aku malu kepada Rabb-ku. Aku rela dengan hal ini dan berserah diri.” 

Setelah ia menjauh, datanglah suara memanggil, “Engkau telah menyetujui fardlu-Ku dan Aku telah memberikan keringanan untuk para hamba-Ku.”

Kemudian Ibnul Qayyim menyinggung perbedaan persepsi seputar rukyah (melihat) ia terhadap Rabb-nya Tabaraka wa Ta’ala. Dia juga menyebutkan ucapan Ibnu Taimiyyah mengenai hal ini, yang inti dari pendapat-pendapat yang disebutkan olehnya menyatakan bahwa melihat dengan mata telanjang sama sekali tidak valid.

Pendapat semacam ini tidak pernah diucapkan oleh seorang sahabat pun. Sedangkan nukilan yang berasal dari Ibnu Abbas tentang rukyah ia secara mutlak dan rukyah ia dengan hati, pendapat pertama ini tidak menafikan pendapat kedua. Ibnul Qayyim kemudian mengomentari, “Sedangkan firman-Nya Ta’ala di dalam surat An-Najm (artinya), “Kemudian dia mendekat lalu bertanlbah mendekat lagi.” 

Ungkapan ‘mendekat’ di sini bukan yang dimaksud di dalam kisah Isra. Ungkapan “mendekat” yang terdapat di dalam surat An-Najm tersebut adalah mendekat dan bertambah mendekatnya Jibril sebagaimana yang dikatakan oleh Aisyah binti Abu Bakar RA dan dan Ibnu Mas’ud.

 Arah pembicaraan di dalam ayat tersebut pun mendukungnya. Adapun ‘mendekat dan bertambah mendekat’ yang ada pada peristiwa Isra adalah jelas sekali menyatakan mendekat dan bertambah mendekatnya Rabb Tabaraka wa Ta’ala.

Di dalam Surah An-Najm tidak ditemukan sesuatu yang menyinggung tentang hal itu. Bahkan di sana terdapat penegasan bahwa Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam  melihat Jibril Alaihissalam dalam rupa aslinya yang lain di Sidratul Muntaha. Ini adalah Jibril yang dilihat oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam  sebanyak dua kali dalam rupa aslinya, pertama di bumi dan kedua di Sidratul Muntaha.

Apa Bedanya Isra dan Mi’raj?

Sering kali masyarakat menggabungkan Isra Mi’raj menjadi satu peristiwa yang sama. Padahal sebenarnya Isra dan Mi’raj merupakan dua peristiwa yang berbeda. Dalam Isra, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam “diberangkatkan” oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala dari Masjidil Haram hingga Masjidil Aqsa.

Lalu dalam Mi’raj, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam  dinaikkan ke langit sampai ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Di sini, Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam  mendapat perintah langsung dari Allah, untuk menunaikan salat lima waktu. Wallahua’lam. (ros/wikipedia)

Tags: Arti IsraArti Mi'rajAwal Peristiwa Shalat 5 WaktuIsra dan Mi'rajIsra Mi'rajKapan Isra Mi'rajPeristiwa Isra Mi'rajPeristiwa Perintah Shalat 5 WaktuRasulullah SAW Bertemu Allah Azza Wa Jalla
ShareTweetSendShare
Previous Post

Jawa Timur Semakin Kuat dengan Penambahan 1000 BTS Baru Smartfren

Next Post

Bela Palestina, Sederet Negara Amerika Latin Mengecam Pemukiman Israel

Mungkin Anda Juga Suka :

Bacalah Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

Bacalah Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

9 April 2026

...

Amalkan Doa dari Rasulullah SAW untuk Menghindari Bahaya Baik dari Bumi Maupun Langit dan Doa Anti Penyakit Berbahaya

Amalkan Doa dari Rasulullah SAW untuk Menghindari Bahaya Baik dari Bumi Maupun Langit dan Doa Anti Penyakit Berbahaya

25 Maret 2026

...

Contoh Kepemimpinan dari Rasulullah SAW yang Tawadu, Pendengar Baik, dan Berkasih Sayang

Contoh Kepemimpinan dari Rasulullah SAW yang Tawadu, Pendengar Baik, dan Berkasih Sayang

4 November 2025

...

Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Deretannya

Dalil Merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, Berikut Deretannya

3 September 2025

...

Larangan Mengganggu Tetangga yang Disabdakan Rasulullah SAW dari  Berbagai Hadits

Larangan Mengganggu Tetangga yang Disabdakan Rasulullah SAW dari  Berbagai Hadits

28 April 2025

...

Load More
Next Post
Bela Palestina, Sederet Negara Amerika Latin Mengecam Pemukiman Israel

Bela Palestina, Sederet Negara Amerika Latin Mengecam Pemukiman Israel

Pengguna Facebook dan IG Bakal Dikenakan Biaya Verifikasi oleh Meta

Pengguna Facebook dan IG Bakal Dikenakan Biaya Verifikasi oleh Meta

Discussion about this post

TERKINI

Tangguhnya Alice Callista, Pernah Hopeless Bangun dari Tidur, Lalu Bangkit, dan Majukan 46 Resto dll

28 April 2026

Dijadikan Lelucon ‘Janda yang Sedang Hamil’, Melania Trump Minta ABC Pecat Jimmy Kimmel

27 April 2026

Pabrik Senjata Israel di Inggris Didemo dan Diterobos Aktivis pro-Palestina Karena Berperan dalam Genosida di Gaza

26 April 2026

Imbas Serangan AS-Israel ke Iran yang Membuat Selat Hormuz Ditutup, 13 Juta Barel Hilang Setiap Hari

25 April 2026

Fatayat NU Memperingati Harlah Ke-76 dengan Ziarah dan Aksi Sosial Serentak

25 April 2026

Trump Ngebet Minta Iran Diganti Italia di Piala Dunia Sejak Maret, Italia Tidak Sudi

24 April 2026

Negara Asal Merek-merek Handphone yang Pernah dan Masih Diproduksi

24 April 2026

Pemilu Pertama Gaza Sejak Lebih dari Dua Dekade Kosong Akan Berlangsung di Deir al-Balah Sabtu Ini

23 April 2026

Iran Peringatkan Negara-negara Teluk Agar Tidak Mengizikan Wilayahnya Jadi Tuan Rumah Serangan

22 April 2026

Menjalani Usia Paruh Baya yang Identik dengan Midlife Crisis, Kiat Sehat Psikis dan Fisik

22 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video