Avesiar – Jakarta
Hancurnya bendungan Kakhovka di Ukraina menyisakan korban tewas yang jumlahnya bertambah. Ddikutip dari The New Arab, Ahad (18/6/2023), pejabat Kyiv mengatakan korban tewas bertambah menjadi 16 orang. Sedangkan pejabat Rusia menyebut bahwa 29 orang tewas di wilayah yang dikuasai Moskow.
Bendungan Kakhovka yang jebol pada 6 Juni lalu melepaskan banjir melintasi petak besar tanah di Ukraina selatan dan di bagian Ukraina yang diduduki Rusia, menghancurkan lahan pertanian, dan memutus pasokan ke warga sipil.
Dikutip dari The New Arab, evakuasi dilakukan pada lebih dari 3.600 orang di wilayah Kherson dan Mykolaiv, sementara 31 orang masih hilang dan sekitar 1.300 rumah masih terendam banjir, kata kementerian dalam negeri Ukraina melalui saluran Telegramnya pada Sabtu malam.
Andrei Alekseyenko, ketua administrasi yang dipasang Rusia di wilayah Kherson yang diduduki Moskow, mengatakan di aplikasi pesan Telegram bahwa jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 29 orang.
Ukraina menuduh Rusia meledakkan bendungan era Soviet, di bawah kendali Rusia sejak awal invasi pada tahun 2022.
Sebuah tim ahli hukum internasional yang membantu jaksa Ukraina dalam penyelidikan mereka mengatakan dalam temuan awal pada hari Jumat bahwa “sangat mungkin” keruntuhan di wilayah Kherson Ukraina disebabkan oleh bahan peledak yang ditanam oleh Rusia.
Sedangkan Kremlin menuduh Kyiv menyabotase bendungan pembangkit listrik tenaga air, yang menampung waduk seukuran Great Salt Lake AS, untuk memutus sumber utama air Krimea dan mengalihkan perhatian dari serangan balasan yang “tertatih-tatih” terhadap pasukan Rusia. (ard)













Discussion about this post