Avesiar – Jakarta
Ukraina barat mengalami pemadaman listrik di sebagian wilayahnya dan kerusakan pada bangunan tempat tinggal di luar Kyiv. Kondisi tersebut terjadiKondisi usai Rusia melancarkan serangan pesawat nirawak terbesarnya terhadap Ukraina pada Senin malam dan Selasa pagi, dengan mengirimkan 188 pesawat nirawak ke negara itu terhadap berbagai target.
Dikutip dari The Guardian, Rabu (27/11/2024), di tengah ketidakpastian tentang bagaimana dinamika perang dapat berubah setelah Donald Trump menjabat pada bulan Januari 2025, pasukan Rusia bergerak maju dengan keras di sepanjang garis depan di wilayah timur negara itu,
Negara yang dipimpin Vladimir Putin itu juga bersumpah untuk melakukan “tindakan balasan” atas serangan baru Ukraina terhadap target militer di dalam Rusia yang menggunakan rudal jarak jauh yang dikirim oleh AS.
Disebutkan bahwa angkatan udara Ukraina mengatakan 76 pesawat nirawak ditembak jatuh semalam, karena pertahanan udara berjuang mengatasi serangan massal yang telah menjadi hal biasa dalam beberapa minggu terakhir.
“Sayangnya, ada serangan terhadap fasilitas infrastruktur penting, dan bangunan pribadi dan apartemen rusak di beberapa wilayah karena serangan pesawat nirawak besar-besaran,” kata angkatan udara dalam sebuah pernyataan.
Sedangkan Gubernur wilayah Ternopil barat Vyacheslav Nehoda, mengatakan di televisi bahwa sekitar 70 persen wilayah tersebut tidak memiliki listrik.
“Dampaknya buruk karena fasilitas tersebut terkena dampak yang signifikan dan ini akan berdampak pada pasokan listrik seluruh wilayah untuk waktu yang lama,” katanya. Beberapa bangunan rusak di sekitar Kyiv, tetapi tidak ada korban yang dilaporkan. (ard)













Discussion about this post