Avesiar – Jakarta
Persetujuan akhir terhadap paket bantuan masa perang senilai 95 miliar dolar untuk Ukraina, Israel, dan sekutu Amerika lainnya, akhirnya diberikan Senat AS, Selasa (13/2/2024), usai berminggu-minggu penundaan.
Dilansir The Guardian, Rabu (14/2/2024), dalam pemungutan suara menjelang fajar, Senat mengesahkan RUU tersebut dengan suara 70 berbanding 29, dengan mudah memenuhi ambang batas 60 suara yang diperlukan untuk meloloskan sebagian besar undang-undang di majelis tersebut.
Rancangan undang-undang tersebut disetujui oleh hampir seluruh anggota Partai Demokrat dan 22 anggota Partai Republik, yang mengungkap perpecahan mendalam di kalangan Partai Republik mengenai tanggung jawab Amerika terhadap sekutunya dan perannya di panggung dunia.
Program tersebut mencakup pendanaan sebesar 60 miliar dolar untuk Ukraina, di mana tentaranya kehabisan amunisi ketika negara tersebut berupaya mengusir pasukan Rusia hampir dua tahun setelah invasi. Sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk mendukung operasi militer Ukraina dan untuk mengisi kembali pasokan senjata dan peralatan AS yang telah dikirim ke garis depan.
Sebanyak 14 miliar dolar lainnya akan digunakan untuk mendukung operasi militer Israel dan AS di wilayah tersebut. Lebih dari 8 miliar dolar akan didonasikan untuk mendukung mitra AS di kawasan Indo-Pasifik, termasuk Taiwan, sebagai bagian dari upayanya untuk mencegah agresi Tiongkok.
Mereka juga mengalokasikan hampir 10 miliar dolar untuk upaya kemanusiaan di Ukraina, Israel, dan Gaza, di mana hampir seperempat penduduknya kelaparan dan sebagian besar wilayah tersebut telah dilanda bencana. Joe Biden telah mendesak Kongres selama berbulan-bulan untuk segera memberikan bantuan ke Ukraina, di mana para pemimpin militer telah memperingatkan bahwa tentara mereka kehabisan amunisi saat mereka berperang melawan Rusia di garis depan hampir dua tahun setelah invasi.













Discussion about this post