KAMU KUAT – Jakarta
Siapa bilang sahabat sejati hanya bisa dengan sesama manusia? Bagi Sebagian dari kita, sahabat terbaik justru hadir dalam bentuk makhluk berbulu yang lucu, setia, dan selalu ada di setiap momen. Apakah untuk menghibur, menemani, atau sekadar menjadi penghangat di pangkuan saat hari terasa berat. Yups, siapa dia.. sebagian memanggil dengan nama anabul, makhluk berbulu.
Salah satu makhluk berbulu yang dipelihara oleh banyak orang adalah kucing. Pecintanya disebut cat lovers atau sebutan dalam bahasa klasik adalah Ailurophile (pecinta kucing).
Umat Islam diperintahkan untuk senantiasa menyayangi dan mencintai makhluk ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta’ala, bukan hanya manusia melainkan juga terhadap hewan, termasuk kucing.
Sebagaimana yang tertulis dalam hadis berikut:
“Barangsiapa menyayangi meskipun terhadap hewan sembelihan, niscaya Allah akan merahmatinya pada hari kiamat.” (HR. Bukhari).
Dalam memelihara kucing, setiap orang memiliki ceritanya sendiri. Pada ulasan kali ini, beberapa teman kanal KAMU KUAT! berbagi kisahnya.
Muhamad Raihan Setiawan, Semester 7

Muhamad Raihan Setiawan yang saat ini kuliah semester 7, di Universitas Lambung Mangkurat, Kalimantan, mengatakan ia punya anabul kesayangan namanya Kiden. Menurut Raihan, kucing yang sudah dekat dengan kita sebenernya paham apa yg kita maksud.
“Dia mengerti, kalau dah punya ikatan batin biasanya kucing paham apa yang kita ngga bolehin, apa yg kita minta. Namun, ternyata kebersamaan aku dengan kiden tidak lama, entah bagaimana ketika pulang Sholat Idul Fitri, Kiden tergeletak lemas di bawah kolong mobil. Sedih, sudah pasti. Karena selama dia ada, selalu menjadi teman terbaik untuk aku., Ketika kiden masih hidup, aku tidak memperlakukan secara special hanya perawatan biasa seperti membersihkan kotorannya, lalu memberi makan dan bermain bersama jika ada waktu,” ujarnya.
Argya Rembyung Wrastri, Kelas 8, MTsN 1 Tangerang Selatan.

Cerita menarik lainnya dari gadis yang biasa dipanggil Iyung. Ia sangat menyukai hewan berbulu yang biasa kita panggil anabul. Tapi lain ceritanya dengan Mama Iyung. Mama Iyung sangat takut dengan keberadaan anabul.
“Mama aku takut banget sama kucing. Sedangkan aku seneng dari kecil sama kucing, butuh proses yang cukup lama sampai akhirnya mamaku memperbolehkan aku bermain dengan kucing, awalnya hanya sampai teras saja. Namun, lama-lama diizinkan masuk ke rumah,” katanya.
Menurut Iyung, kucing yang pertama kali diperbolehkan masuk adalaah bayi kucing yang dibawa ayahnya dari kantor. Ia memberi nama kucing itu Eya dam Mimi. Akhirnya Mama Iyung mengizinkan dibawa masuk ke dalam rumah, tapi harus dengan box atau kandang. Sejak itu Mama Iyung mulai berani dan lebih sayang dengan kucing, bahkan merawat dan membersihkan kucing itu.
“Semenjak itu kucingku itu melahirkan banyak anak kucing. Sampai akhirnya dibagi-bagikan kepada catlovers lainnya. Walau sebenarnya sedih sekali, tapi dari pada aku tidak bisa mengurus semuanya. Kalau dikumpulkan semua mungkin kucingku ada 20 lebih,” ungkapnya.
Namun, lanjutnya, sekarang tidak ada satupun kucing yang masuk kerumah sejak Mama Iyung mendengarkan tausiah dari salah satu ustadz terkenal. Hal tersebut karena takut najis dari kotoran kucing. Oleh karena itu, sekarang Iyung hanya memelihara sampai dengan teras rumah saja dan tidak dibawa masuk.
Shazia Danica Haura B, kelas 11, sekolah di SMAN 2 TANGSEL

“Aku suka kucing kayanya dari aku umur 3 tahun, soalnya pas umur segitu aku punya kucing pertamaku. Kucingku kalo untuk sekarang cuma ada 1. Sebelumnya kucing pertamaku sempet hilang di Surabaya. Trus akhirnya ayahku beli 2 kucing lagi. Nah, akhirnya kita pindah ke Jakarta. Trus sempet ada yang ngasih kucing lagi, cuma dia ngga bertahan lama.
Menurut Shazia. Tidak lama kemudian salah satu kucing yang dari surabaya juga tidak bertahan lama dan akhirnya hanya tersisa 1 yang ia bawa dari Surabaya itu. “Nama kucingku Pipo, jenis Persia. Sampai sekarang sudah 11 tahun. Kalo umur kucing disetarain sama umur manusia bisa sekitar 60 tahunan. Untuk perawatan, biasanya sih cuma mandiin sebulan sekali,” imbuhnya.
Selama punya kucing, lanjut Shazia, senengnya ketika mereka masih kecil, karena mereka lebih aktif. “Kalo udah menuju dewasa udah agak malas buat bergerak. Trus kejadian sedihnya pas kucing aku keguguran dan harus diangkat rahimnya. Dari situ lumayan agak sensitif kucingku, sama kayanya pas kucingku ngga ada yang buat aku sedih,” ucapnya.
drh. Astrid Salsabila, Khahiyangan Vet

Sedangkan seorang dokter hewan bernama drh. Astrid Salsabila, dari Khahiyangan Vet, mengatakan bahwa mempersiapkan diri kita memelihara anabul salah satunya harus siap bertanggung jawab. Untuk tahapannya yaitu:
– beri makan dan minum secara teratur
– rajin bersihkan kandang / ruangan dan litter box anabul
– sering ajak anabul bermain
– grooming anabul secara rutin
Yang harus dipersiapkan ketika hendak memelihara anabul :
1. Persiapan pakan anabul
Ada berbagai macam merek pakan yg dijual di petshop. Wajib memperhatikan kandungan gizi pada pakan anabul. Sesuaikan dengan kebutuhan anabul dan tentu sesuaikan dengan budget kita. Misal, kita mau adopsi kucing kitten maka berikanlah pakan khusus kucing kitten.. Dan karena pakan tidak boleh ganti2 merek jd pastikan pembelian pakan sesuai dengan kondisi keuangan kita ya
2. Siapkan ruangan untuk kucing
Tentunya ruangan harus nyaman, bersih memiliki sirkulasi udara yg bagus dan sinar matahari yg cukup. Berikan juga litterbox dan pasir untuk melatih kucing agar bisa pup dan pipis di litter box
3. Kunjungan rutin ke dokter hewan
Pastikan langsung membuat appointmen dengan dokter hewan untuk mendapatkan lebih banyak edukasi dan tips dalam merawat anabul karena pemberian vitamin dan obat obatan pada anabul tidak boleh sembarangan.
Kita pun harus selalu menjaga kebersihan dan kesehatan anabul karena Jelas sangat berdampak. Ada beberapa penyakit pada anabul yang dapat menular ke manusia. Yang paling sering menular adalah ringworm.
Menurut dokter hewan Astrid Salsabila, ringworm adalah infeksi kulit umum yang disebabkan oleh jamur, dengan gejala khas berupa ruam melingkar (berbentuk seperti cincin) yang biasanya berwarna merah dan gatal. dan scabies (kudis)adalah salah satu masalah kulit yang menimbulkan rasa gatal.
Untuk itu yang harus kita lakukan adalah grooming dan perawatan rutin ke dokter hewan ya. Serta jaga kebersihan lingkungan anabul dan berikan pakan bergizi, rutin bersihkan kandang/ruangan anabul, rutin bersihkan dan ganti pasir anabul di litter box, rutin grooming anabul, rutin menyisir rambut anabul, dan rutin membersihkan telinga anabul.
So, bagi kamu yang belum, pastikan kamu pasti sudah siap jika ingin memeliharanya ya. (rst)













Discussion about this post