Avesiar – Jakarta
Pengelola masjid dan musala di jalur mudik mendapat imbauan dari Kementerian Agama agar tetap beroperasi selama 24 jam. Hal itu sebagai salah satu poin tertuang dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Panduan Penyelenggaraan Ibadah Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 1446 H/2025 M.
Kebijakan tersebut menurut Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad bertujuan memberikan pelayanan optimal bagi para pemudik. Selain operasional nonstop, pengelola masjid juga diimbau menyediakan fasilitas pendukung seperti toilet bersih, area istirahat, serta air minum atau makanan ringan untuk takjil.
“Kami ingin memastikan masjid menjadi home base bagi pemudik yang membutuhkan tempat istirahat dan layanan ibadah selama perjalanan,” ujar Abu di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag, Senin (24/3/2025).
Kemenag juga mengimbau pemasangan penanda lokasi masjid yang jelas agar mudah diakses pemudik. Abu menekankan bahwa peran masjid selama mudik harus lebih dari sekadar tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang pelayanan umat.
“Edaran ini mengingatkan kembali khittah masjid sebagai pusat pelayanan masyarakat, terutama bagi mereka yang sedang dalam perjalanan panjang,” katanya berpesan.
Pengelola masjid dan para pemudik juga diajak Kementerian Agama untuk bersama-sama menjaga kebersihan, kenyamanan, serta keamanan lingkungan masjid dan musala. Edaran ini akan disebarkan ke seluruh daerah dalam dua pekan ke depan, beriringan dengan persiapan skenario arus mudik oleh Kementerian Perhubungan.
“Kami ingin masjid yang ramah sekaligus tertib. Partisipasi masyarakat sangat krusial dalam mewujudkan kenyamanan bersama. ,” katanya menambahkan.
Kemenag berharap fasilitas di masjid dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pemudik dengan adanya Surat Edaran yang dikelurkan tersebut. (put)













Discussion about this post