Avesiar – Jakarta
Kiamat akan segera datang di saat zaman dalam kebingungan untuk mengarsir yang haq dan batil. Demikian disampaikan Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar saat memberikan taujihat pada acara Pelantikan PCNU Surabaya di Auditorium Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa), Sabtu (5/7/2025), dilansir laman Nahdlatul Ulama.
Salah satu tanda terjadinya kiamat tersebut, menurut KH Miftachul Akhyar, manusia yang terjerembab dalam kubangan bias kebenaran ini sangat sulit menemukan jalan keluarnya.
“Di hadits yang lain disebutkan, kebingungan itu antara lain, yang benar dianggap pengkhianat. Orang yang bisa dipercaya dianggap pengkhianat. Pengkhianat dianggap orang yang bisa dipercaya, dianggap pahlawan,” jelasnya dalam tayangan siaran langsung YouTube Pelantikan PCNU Kota Surabaya.
Dikatakannya, bahwa pada masa seperti itu banyak orang berlomba-lomba bicara soal kepentingan bersama. Padahal, sejatinya untuk kepentingan pribadi dan golongannya saja. Golongan semacam ini, Kiai Miftach menegaskan golonan semacam itu disebut Rasulullah dengan ruwaibidhah.
“Orang yang tidak punya hati, tidak punya perasaan, yang hanya kepentingan pribadi, lalu membicarakan masalah kepentingan umat, kepentingan bangsa,” tegas Pengasuh Pondok Pesantren Miftachus Sunnah, Surabaya itu.
Dalam masa seperti itu, lanjutnya, tidak ada golongan yang selamat kecuali orang-orang yang memiliki pendirian kokoh serta disiplin terhadap keputusan bersama organisasi. Jika tidak demikian, kalangan semacam ini masih terpapar imma’ah (ikut-ikutan arus) atau fomo.
“Yang penting semangat saat sekarang, (yakni) kecerdasan bisa membedakan mana yang hak. Tidak ikut-ikutan situasi yang ada di luar rancangan. Sebuah perilaku yang terus-menerus dilakukan padahal ini sesuatu yang jelek,” tegasnya dalam acara yang dihadiri Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Rais Syuriah PBNU Prof Muhammad Nuh, dan Rektor UNUSA Prof Achmad Jazidie. (adm)













Discussion about this post