Avesiar – Jakarta
Perusahaan aplikasi sosial media TikTok telah menyewa seorang wanita yahudi mantan tentara Israel bernama Erica Mindel, sebagai Manajer Kebijakan Publik baru untuk mengawasi ujaran kebencian, dikutip dari The New Arab, Kamis (31/7/2025).
Profil LinkedIn-nya menyebutkan bahwa wanita tersebut memulai perannya pada Juli 2025. Ia bertanggung jawab atas pembentukan kebijakan TikTok terkait ujaran kebencian, pemantauan konten, pengelolaan strategi jangka panjang, dan bertindak sebagai pakar platform terkait antisemitisme.
Tidak hanya itu, deskripsi pekerjaan tersebut mencatat bahwa Mindel akan menganalisis tren ujaran kebencian, dengan fokus pada konten antisemit, dan mewakili posisi kebijakan TikTok di forum internal dan eksternal.
Wanita itu sebelum bergabung dengan TikTok telah bekerja dari tahun 2022 hingga 2025 sebagai kontraktor untuk Departemen Luar Negeri AS selama pemerintahan Biden, mendukung Deborah Lipstadt, Utusan Khusus untuk Memantau dan Memerangi Antisemitisme.
Ia juga pernah bekerja sebagai Asisten Direktur Pengembangan Program di Komite Yahudi Amerika (AJC) selama dua tahun. Tugasnya ketika itu, dikutip dari The New Arab, yaitu membantu memimpin delegasi kebijakan ke Israel untuk tokoh-tokoh politik, media, agama, sipil, dan akademisi.
“Saya tahu kesejahteraan orang Yahudi di seluruh dunia dan keamanan Israel akan menjadi isu penting seumur hidup bagi saya,” kata dia soal serangan Israel tahun 2014 di Gaza, yang dikenal sebagai Operasi Protective Edge.
Manajer pengawas ujarana kebencian di TikTok itu pindah ke Israel setelah lulus kuliah dan bertugas selama dua setengah tahun di militer Israel sebagai instruktur di Korps Lapis Baja.
Sebagaimana diketahui, TikTok telah dikecam dalam beberapa tahun terakhir karena penanganannya terhadap konten antisemit.
Disebutkan bahwa, The New Arab telah menghubungi TikTok untuk meminta komentar mengenai penunjukan tersebut. (ard)











Discussion about this post