Avesiar – Jakarta
Dampak penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental di seluruh dunia, menurut data terbaru, sangat merusak pada Generasi Z.
Penelitian, dikutip dari terbitan berita The Guardian, Jum’at (28/4/2023), yang dilakukan oleh McKinsey Health Institute, melaporkan: “Generasi Z, rata-rata, lebih cenderung mengutip perasaan negatif tentang media sosial daripada generasi lain.”
Survei mengenai empat dimensi kesehatan: mental, fisik, sosial dan spiritual, dilakukan kepada sekitar 42.000 responden di 26 negara lintas benua. Pada tahap tersebut, Gen Z mendapat peringkat terburuk di semua kategori yang ada.
Disusul oleh generasi Milenial, kemudian oleh Gen X, dan generasi baby boomer. Satu dari tujuh baby boomer mengatakan kesehatan mental mereka menurun selama tiga tahun terakhir, dibandingkan dengan satu dari empat responden Gen Z.
Meskipun milenial dilaporkan lebih aktif di media sosial, 32 persen mengatakan mereka memposting setidaknya sekali sehari, sedangkan Gen Z menghabiskan paling banyak waktu di aplikasi, tetapi lebih pasif.
Dari studi tersebut tercatat bahwa 35 persen responden Gen Z menghabiskan lebih dari dua jam di media sosial setiap hari dibandingkan dengan 24 persen generasi millennial, dan 14 persen baby boomer.
Penggunaan media sosial yang pasif, menurut penelitian tersebut, seperti kegiatan men-scroll atau menggulir tanpa henti di TikTok atau Instagram, dapat dikaitkan dengan penurunan kesehatan dari waktu ke waktu.
Dampak negatif dari media sosial meningkat secara substansial untuk usia yang lebih muda secara keseluruhan.
Secara khusus pada 21 persen Gen Z wanita, hampir dua kali lebih mungkin melaporkan kesehatan mental yang buruk jika dibandingkan dengan rekan pria mereka, 13 persen di antaranya melaporkan kesehatan mental yang buruk.
Sebagian besar Gen Z wanita melaporkan citra tubuh dan kepercayaan diri yang buruk atau terdistorsi sebagai dampak negatif dari media sosial. The American Psychological Association menemukan “mengurangi penggunaan media sosial secara signifikan meningkatkan citra tubuh pada remaja dan dewasa muda”.
Namun, menurut penelitian itu, media sosial tidak semuanya buruk. Responden dari semua generasi melaporkan dampak positif dari media sosial dalam hal ekspresi diri dan konektivitas sosial. (ard)













Discussion about this post