• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Media Sosial, Bermanfaat Sekaligus Menciptakan Stress Bagi Remaja? Kata Mereka

by Avesiar
11 Februari 2025 | 23:18 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 7 mins read
A A
Media Sosial, Bermanfaat Sekaligus Menciptakan Stress Bagi Remaja? Kata Mereka

Ilustrasi. Foto: Freepik dan ist. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Jakarta

Media sosial telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan remaja masa kini. Dari sekadar scrolling hingga berbagi konten, platform seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp sudah menjadi ruang ekspresi dan komunikasi yang luas. Tetapi, seberapa besar pengaruh media sosial terhadap remaja. Namun, bagaimana sebenarnya dampaknya? Apakah lebih banyak manfaat atau justru tekanan yang muncul?

Berikut beberapa pendapat dari para remaja menyikapi peranan media sosial yang makin berkembang.

Saskia Atha Faliza, siswi kelas 12, SMA Negeri 31 Jakarta

Saskia Atha Faliza, siswi kelas 12, SMA Negeri 31 Jakarta. Foto: istimewa

Saskia mengungkapkan bahwa dirinya bisa menghabiskan sekitar 17 jam sehari di media sosial, termasuk saat di sekolah. Aktivitas yang dilakukan pun beragam, mulai dari scrolling, chatting, hingga sesekali posting. Media sosial dianggap sebagai tempat yang memperluas akses informasi dan koneksi sosial.

“Banyak sih manfaatnya, bisa memperluas informasi, menjalin hubungan dengan teman atau keluarga, serta bebas berekspresi lewat platform yang ada,” ujarnya.

Selain itu, media sosial juga bisa meningkatkan rasa percaya diri, terutama saat harus tampil di depan orang banyak. Namun, semua tergantung pada bagaimana cara seseorang menggunakannya.

“Depends,  Sesuai kita menggunakan dengan bijak atau tidak. Tapi menurut saya, media sosial banyak memberikan manfaat positif karena banyak informasi penting seperti pendidikan,” tambahnya.

Bacaan Terkait :

Google dan Meta Dipanggil, TikTok dan Roblox Diberi Surat Peringatan, Bigo Live dan X Dapat Apresiasi

Harus Membayar 6 Juta Dolar Karena Produknya Dirancang untuk Kecanduan Remaja, Meta dan YouTube Rencana Banding

Prihatin 50 Persen Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual, Komdigi Tunda Akses ke Medsos Sampai Usia 16 Tahun

Media Sosial Akan Dilarang untuk Anak di Bawah 15 Tahun di Denmark Akibat Melonjaknya Anak serta Remaja yang Cemas dan Depresi

Cek 15 Tips Bijak Menggunakan Media Sosial

Dai Tidak Boleh Diam di Medsos, Imbau Waketum MUI di Standardisasi Dai ke-24

Peran Teknologi Informasi dalam Mendorong Kebebasan Berekspresi dan Hak Asasi Manusia

Load More

Meski media sosial membawa banyak manfaat, ada juga risiko yang mengintai, salah satunya cyberbullying. Meski belum pernah mengalaminya secara langsung, remaja ini sadar bahwa banyak kasus perundungan online terjadi di kalangan anak muda.

“Saya pribadi tidak pernah mengalami cyberbullying secara langsung, tapi saya tahu banyak kasus yang terjadi, terutama di kalangan remaja. Cara saya menghadapinya mungkin dengan memberikan edukasi kepada pelaku serta memberikan dukungan kepada korban,” jelasnya.

Selain itu, ia juga berhati-hati dalam menjaga privasi dan keamanan akun.

“Saya tidak sembarangan membagikan data pribadi seperti alamat, nomor telepon, atau info sekolah di media sosial. Saya juga selalu berhati-hati dalam menjaga privasi akun.”

Di tengah kesibukan scrolling dan chatting,

Saskia  juga sesekali membuat konten di TikTok, meskipun sifatnya masih random.

“Konten TikTok sih random aja. Mungkin seperti makeup,” katanya.

Meskipun sederhana, hal ini menunjukkan bagaimana media sosial menjadi wadah bagi remaja untuk berekspresi dan mengeksplorasi kreativitas mereka.

Nur Dewi Indriani, mahasiswa semester 6, Fakultas Hukum, Universitas Pamulang

Nur Dewi Indriani, mahasiswa semester 6, Fakultas Hukum, Universitas Pamulang. Foto: istimewa

Dewi berbagi pengalamannya tentang penggunaan media sosial. Ia menghabiskan sekitar 3 hingga 4 jam sehari untuk scrolling, chatting dengan teman dan keluarga, serta memposting momen spesial seperti perjalanan atau kegiatan menarik.

“Tentu saja, waktu ini bisa berbeda-beda tergantung aktivitas saya hari itu. Kalau lagi santai atau ada banyak konten menarik, bisa lebih lama, tapi kalau sedang sibuk, bisa lebih singkat juga,” ujarnya.

Bagi banyak remaja, media sosial bukan hanya tempat untuk mencari hiburan, tetapi juga sebagai sumber informasi dan inspirasi.

Remaja ini menyadari bahwa media sosial memiliki dua sisi. Di satu sisi, platform ini dapat menjadi tempat yang penuh manfaat. “Banyak remaja yang menemukan komunitas atau konten yang mendukung pengembangan diri dan kreativitas mereka,” katanya.

Namun, di sisi lain, media sosial juga bisa menimbulkan tekanan.

“Ada perasaan harus selalu tampil sempurna atau mengikuti tren tertentu. Hal ini bisa mempengaruhi kesehatan mental jika tidak bijak dalam menggunakannya,” tambahnya.

Meski begitu, ia sendiri tidak pernah merasa insecure karena media sosial.

“Justru, saya lebih sering merasa terinspirasi oleh konten-konten yang saya temui. Banyak video atau postingan dari creator yang memberikan motivasi dan tips pengembangan diri,” ungkapnya.

Bagi sebagian remaja, media sosial justru bisa meningkatkan rasa percaya diri.

“Saya merasa lebih percaya diri ketika berbagi pencapaian kecil atau hal-hal yang saya banggakan dengan teman-teman di media sosial, karena mereka memberikan dukungan positif,” katanya.

Selain itu, ia juga mulai membuat konten sendiri.

“Saya juga suka membuat video dan membagikannya. Harapan saya, video-video saya bisa bermanfaat dan memberi inspirasi kepada orang lain, seperti halnya konten-konten yang saya temui.”

Menurutnya, media sosial bisa menjadi alat yang sangat bermanfaat jika digunakan dengan cara yang tepat.

“Banyak remaja yang mendapatkan inspirasi, informasi berguna, dan kesempatan untuk mengembangkan diri lewat media sosial,” jelasnya.

Bahkan, banyak content creator yang berhasil mendapatkan penghasilan dari konten mereka.

“Ini membuka peluang bagi remaja untuk berkarya, mengembangkan bakat, dan mendapatkan penghasilan,” tambahnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa ada sisi negatif yang perlu diwaspadai, seperti tekanan sosial dan paparan konten yang tidak sehat.

“Kuncinya adalah menjaga keseimbangan, memilih konten yang positif, dan selalu berhati-hati dengan informasi yang kita konsumsi atau bagikan.” Ujar Dewi menutup wawancara

Muhammad Faathin Naufal, mahasiswa semester 2, Universitas Multimedia Nusantara

Muhammad Faathin Naufal, mahasiswa semester 2, Universitas Multimedia Nusantara. Foto: istimewa

Naufal ini mengaku aktif di Instagram dan Rednote, dengan waktu penggunaan sekitar 2–3 jam sehari. “Biasanya saya sekadar menonton hiburan di waktu kosong saat kuliah atau mencari ide konten untuk saya buat. Saya lebih memilih menonton video di YouTube dibanding scrolling media sosial,” katanya.

Sebagai mahasiswa informatika, ia tidak hanya menggunakan media sosial untuk hiburan, tetapi juga menjadikannya sebagai bahan penelitian.

“Ini pernah saya jadikan riset untuk proyek akhir semester 1, di mana kami menemukan bahwa setiap platform media sosial memiliki karakteristik audiens yang berbeda-beda. Banyak yang membandingkan antara pengguna TikTok, X, dan Instagram,” ungkapnya.

Dari riset tersebut, ia menyadari bahwa dampak media sosial sangat bergantung pada latar belakang individu yang menggunakannya.

“Banyak pengguna, terutama Gen Z, yang mudah terpengaruh oleh pernyataan atau ‘fakta’ di media sosial, meskipun tidak memiliki sumber dan data yang valid. Akibatnya, media sosial dijadikan patokan atau standar dalam kehidupan,” jelasnya.

Menurutnya, hal ini menunjukkan betapa pentingnya sistem content filtering, agar informasi yang tersebar lebih akurat dan tidak menyesatkan.

Sebagai mahasiswa informatika, ia memiliki pandangan yang cukup tegas terhadap keamanan media sosial.

“Saya bisa mengatakan bahwa media sosial sama sekali tidak aman, karena terlalu mudah mendapatkan informasi pribadi seseorang secara online,” ujarnya.

Ia bahkan pernah menjadi korban pencurian data secara online.

“Jejak digital itu nyata, dan siapa pun bisa mengaksesnya. Sering kali, informasi tersebut diperjualbelikan di pasar gelap online,” ungkapnya.

Dosen-dosennya pun pernah menjelaskan bahwa hal ini menjadi semakin umum. Salah satu indikasinya adalah banyaknya spam messages atau pesan dari nomor tak dikenal yang sering dikaitkan dengan scam, judi online, atau bentuk penipuan lainnya.

“Saya kurang bisa menjelaskan secara teknis bagaimana cara mereka melakukan ini, tapi yang jelas, keamanan di media sosial sangat rentan,” tambahnya.

Media sosial memiliki dampak besar bagi remaja, baik positif maupun negatif. Dengan penggunaan yang bijak, platform ini bisa menjadi alat untuk mendapatkan informasi, memperluas relasi, serta meningkatkan rasa percaya diri. Namun, penting juga untuk tetap waspada terhadap risiko seperti cyberbullying dan menjaga privasi dengan baik.

Pada akhirnya, media sosial adalah alat yang kekuatannya tergantung pada bagaimana kita menggunakannya. Jadi, gunakan dengan bijak dan tetap waspada!

Media sosial adalah alat yang bisa memberikan manfaat besar atau justru membawa dampak negatif—semuanya tergantung bagaimana kita menggunakannya. Dengan bijak memilih konten, menjaga keseimbangan, serta memanfaatkan media sosial untuk hal-hal yang positif, remaja bisa mendapatkan banyak manfaat tanpa harus terjebak dalam tekanan yang berlebihan.

Media sosial memiliki dua sisi: bisa menjadi alat yang bermanfaat untuk hiburan, informasi, dan riset, tetapi juga menyimpan ancaman keamanan yang tidak boleh diabaikan. Dengan meningkatnya kasus pencurian data dan penyebaran informasi yang tidak valid, pengguna terutama generasi muda harus lebih berhati-hati dan bijak dalam menggunakan media sosial. (Resty)

Tags: Bahaya Media SosialFungsi Media SosialManfaat Media SosialMedia Sosial
ShareTweetSendShare
Previous Post

Cerpen: Pelangi dalam Secangkir Kopi (bagian 1)

Next Post

Cerpen: Pelangi dalam Secangkir Kopi (bagian 2)

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Cerpen: Pelangi dalam Secangkir Kopi (bagian 2)

Cerpen: Pelangi dalam Secangkir Kopi (bagian 2)

Rencana AS Soal Pemindahan Warga Gaza Ditolak Somalia, Meskipun ke Negaranya

Rencana AS Soal Pemindahan Warga Gaza Ditolak Somalia, Meskipun ke Negaranya

Discussion about this post

TERKINI

Trump Posting di Truth Social Ngamuk-ngamuk Dianggap Dirayu Netanyahu untuk Perang Lawan Iran dan Kredibilitasnya 32 Persen

21 April 2026

Pematangan Giant Sea Wall Pantura Dipercepat, Ratas Dipimpin Presiden Prabowo

21 April 2026

Negosisasi Putaran Dua Akan Kembali Dimediasi Pakistan dalam Beberapa Jam, Iran Belum Konfirmasi dan Trump Kembali Ancam

20 April 2026

Tingkatan Rezeki Dalam Islam, Harta Ternyata Ada di Bagian Ini

20 April 2026

Iran Memaksa AS Akui Sistem Pertahanannya yang Murah dan Efektif

19 April 2026

Hormuz Kembali Ditutup Buntut AS Tidak Buka Blokade, Dua Kapal Kena Tembakan Iran

18 April 2026

Imbas Naiknya Kekerasan Perempuan di Ruang Digital, Pemerintah Awasi dan Bisa Tutup Platform yang Abai

18 April 2026

Kabar Baik Dibukanya Selat Hormuz, Saham Melonjak dan Harga Minyak Anjlok 10 Persen

17 April 2026

Paus Leo Tidak Takut pada Trump, Menyebut Dunia Sedang Dihancurkan Segelintir Tiran Saat Berseteru dengan Gedung Putih

16 April 2026

Polemik Alat Vape Disalahgunakan, Menelusuri Hukum Rokok Elektrik

15 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video