• Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Home KAMU KUAT

Kreatifitas yang Cocok Bagi Gen Z, Apa Saja dan Manfaatnya Menurut Kamu

by Ave Rosa
3 Oktober 2025 | 23:57 WIB
in KAMU KUAT
Reading Time: 8 mins read
A A
Kreatifitas yang Cocok Bagi Gen Z, Apa Saja dan Manfaatnya Menurut Kamu

Ilustrasi: Foto: ist & dok. Avesiar.com. Kolase: Avesiar.com

KAMU KUAT – Avesiar

Anak-anak yang lahir antara tahun 1996 sampai tahun 2012 masehi mendapat predikat sebagai Gen Z. Dikutip dari Wikipedia, mereka adalah generasi setelah Generasi Milenial atau Gen Y. Generasi ini merupakan generasi peralihan Generasi Milenial dengan teknologi yang semakin berkembang. Beberapa di antaranya merupakan keturunan dari Generasi X dan Milenial.

Mereka juga disebut sebagai iGeneration, generasi net atau generasi internet. Mereka memiliki kesamaan dengan Generasi Milenial, tapi mereka mampu mengaplikasikan semua kegiatan dalam satu waktu seperti nge-tweet menggunakan ponsel, browsing dengan PC, dan mendengarkan musik menggunakan headset.

Lahir sebagai Gen Z, mereka banyak berhubungan dengan dunia maya. Sejak kecil anak-anak ini sudah mengenal teknologi dan akrab dengan gadget canggih, yang secara tidak langsung berpengaruh terhadap kepribadian mereka.

Karakteristik dan ciri – ciri umum mereka sebagai berikut:

• Merupakan generasi digital yang mahir dan gandrung akan teknologi informasi dan berbagai aplikasi komputer. Informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan pendidikan maupun pribadi akan mereka akses dengan cepat dan mudah.

• Anggota generasi Z tidak mengenal dunia tanpa smartphone atau media sosial. Ketika iPhone dirilis pada 2007, anggota tertua dari generasi ini baru berusia 11 tahun dan anggota bungsu belum dilahirkan. Mereka mengetahui semua seluk-beluk teknologi. Bahkan, kemampuan teknologi mereka seakan bawaan dari lahir.

• Sangat suka dan sering berkomunikasi dengan semua kalangan khususnya lewat jejaring sosial seperti facebook, twitter, line, whatsapp, telegram, instagram, atau SMS. Melalui media ini mereka jadi lebih bebas berekspresi dengan apa yang dirasa dan dipikir secara spontan.

Bacaan Terkait :

Kamu Kuat, Kanal Gaul Seputar Kehidupan Remaja yang Edukatif dan Inspiratif

Gen Z alias iGeneration, Inilah Karakteristik dan Ciri-ciri Generasi Kamu

Lahir Tahun Berapa, Ini Sebutan Generasi Anda dan Karakteristiknya

Kamu Gen Z yang Juga Disebut Generasi Micin, Ini Karakteristik dan Ciri-cirinya

Tren Kembali ke Ponsel Jadul: Solusi atau Tantangan Generasi Z?

Niat atau Sedang Hijrah? Simak Makna dan Definisinya Supaya Mantap  

Studi Terbaru: Media Sosial Sangat Merusak Kesehatan Mental Gen Z

Load More

• Ketika platform seperti Facebook dan Twitter pertama kali keluar, millennial dan generasi yang lebih tua menggunakannya tanpa memikirkan dampak. Seiring waktu, mereka menyadari bahwa mengumbar hidup di mata publik dapat dengan mudah menghantui mereka. Generasi Z telah belajar dari kesalahan-kesalahan tersebut dan memilih platform yang lebih bersifat privasi dan tidak permanen.

• Gen Z dikenal lebih mandiri daripada generasi sebelumnya. Mereka tidak menunggu orang tua untuk mengajari hal-hal atau memberi tahu mereka bagaimana membuat keputusan. Apabila diterjemahkan ke tempat kerja, generasi ini berkembang untuk memilih bekerja dan belajar sendiri.

• Cenderung toleran dengan perbedaan kultur dan sangat peduli dengan lingkungan sekitar. Tanpa diragukan lagi, generasi Z akan menjadi generasi yang paling beragam yang memasuki lapangan kerja dalam sejarah Amerika Serikat. Mereka terdiri dari berbagai bagian dari kelompok ras atau etnis minoritas. Mereka juga dibesarkan untuk lebih menerima dan menghormati lingkungan dibanding generasi orang-orang sebelumnya.

• Terbiasa dengan berbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan. Misalnya membaca, berbicara, menonton, dan mendengarkan musik secara bersamaan. Hal ini karena mereka menginginkan segala sesuatu serba cepat, tidak bertele-tele, dan berbelit-belit.

• Generasi Z menempatkan uang dan pekerjaan dalam daftar prioritas. Tentu saja, mereka ingin membuat perbedaan, tetapi hidup dan berkembang adalah lebih penting.

• Cenderung kurang dalam berkomunikasi secara verbal, cenderung egosentris dan individualis, cenderung ingin serba instan, tidak sabaran, dan tidak menghargai proses.

• Generasi Z benar-benar generasi pertama dunia digital. Smartphone dan media sosial tidak dilihat sebagai perangkat dan platform, tapi lebih pada cara hidup. Kedengarannya gila, tapi beberapa penelitian mendukung klaim ini. Sebuah studi oleh Goldman Sachs menemukan bahwa hampir setengah dari Gen Zers terhubung secara online selama 10 jam sehari atau lebih. Studi lain menemukan bahwa seperlima dari Gen Z mengalami gejala negatif ketika dijauhkan dari perangkat smartphone mereka.

• Cepat merasa puas diri bukanlah sebuah kata yang mencerminkan generasi Z. Sebanyak 75 persen dari Gen Z bahkan tertarik untuk memegang beberapa posisi sekaligus dalam sebuah perusahaan, jika itu bisa mempercepat karier mereka.

Melihat kenyataan dengan berbedanya kemampuan beradaptasi dengan teknologi, Gen Z tentu juga harus bersaing dalam mencapai apa yang kamu cita-citakan tentunya. Dengan kreatifitas yang kamu miliki sesuai zamannya, tentu terdapat kreatifitas tertentu yang akrab dengan karakteristik generasi kamu.

Seperti apa kreatifitas yang cocok dan memiliki manfaat tersendiri bagi generasi kamu, yuk kita simak pendapat beberapa remaja dan anak muda kepada kanal KAMU KUAT! Avesiar.com!

Azura Zahwa Ardani Harahap, mahasiswi semester 1, Ilmu Hukum,  Univ. Malikul Saleh Lhokseumawe

Azura Zahwa Ardani Harahap, mahasiswi semester 1, Ilmu Hukum,  Univ. Malikul Saleh Lhokseumawe. Foto: istimewa

“Gen Z menurut saya adalah generasi yang lahir pada akhir tahun 1990-an hingga awal tahun 2010-an. Tentu saya termasuk Gen Z karena saya merupakan kelahiran tahun 2007,” ucapnya.

Ditambahkannya, karakter Gen Z adalah karakter yang cukup mudah beradaptasi dengan teknologi dan cenderung menjadi pembuat konten trending di media sosial.

“Kreatifitas yang cocok bagi Gen Z menurut saya, membuat scrapbook online. Manfaatnya menambah kreatifitas dan memberikan kebebasan untuk membuat desain sesuai keinginan pribadi dan mengembangkan narasi visual yang personal,” ungkap Azura Zahwa.

Faza Nugroho, mahasiswa Ekonomi dan Bisnis, UNSIQ Jawa Tengah, Wonosobo

Faza Nugroho, mahasiswa Ekonomi dan Bisnis, UNSIQ Jawa Tengah, Wonosobo. Foto: istimewa

Sedangkan menurut Faza Nugroho, Gen Z adalah generasi yang lahir setelah Generasi Millenial yaitu berkisar mulai tahun 1997 sampai 2012. Faza lahir di tahun 2006, sehingga ia masuk ke dalam bagian dari Generasi Z.

“Karakter Gen Z saat ini yang paling melekat adalah melek akan teknologi. Gen Z sangat menguasai teknologi baik dari software maupun hardware. Selain itu, Gen Z juga menjadi generasi yang mengikuti tren terutama media sosial. Karakteristik Gen Z lainnya yaitu, suka dengan hal-hal instan, sehingga mereka mengusahakan hal dengan cara alternative,” bebernya.

Selain itu, lanjutnya, Karena Gen Z cenderung dekat dengan teknologi, sehingga kreatifitas mereka seringkali tidak lepas dari dunia maya, seperti menjadi content creator yang saat ini dijadikan pekerjaan oleh Gen Z yang cukup menjanjikan. Kreatifitas Gen Z dalam membuat suatu hal, imbuhnya, juga berdampak baik dalam berwirausaha, baik usaha kuliner, barang maupun jasa.

Galuh Ajeng Ratriningtyas, siswi kelas 12, SMK Negeri 6 Yogyakarta

Galuh Ajeng Ratriningtyas, siswi kelas 12, SMK Negeri 6 Yogyakarta. Foto: istimewa

“Yes, jelas aku bagian dari Gen Z. Gen Z itu sebutan buat generasi yang lahir di sekitar pertengahan 1990 sampai awal 2010-an. Jadi kalau dihitung, ya aku masuk banget ke range itu. Kadang orang bilang Gen Z itu generasi “internet”, soalnya dari kecil udah ketemu sama HP, medsos, sama semua hal digital. Tapi menurutku, Gen Z lebih dari sekadar generasi yang melek teknologi. Kita tuh keren, punya semangat besar, kuat mental, dan selalu nyari cara buat sukses dengan gaya kita sendiri. Nggak harus ikut jalur orang lain, karena kita punya jalan masing-masing,” ujarnya penuh semangat.

Bagi Galuh, jika membicarakan karakter, Gen Z memiliki keunikan tersendiri. Mereka baik hati, gampang connect sama orang lain, dan nggak terlalu suka drama yang ribet-ribet.

“Sombong? Nope, kami lebih suka humble, tapi tetep pede nunjukin skill kami. Pintar? Pastinya. Karena akses informasi gampang banget, jadi kita bisa belajar apa aja cuma modal kuota dan niat. Rajin juga, walaupun kadang lebih suka multitasking sambil dengerin musik, belajar, bahkan scrolling TikTok. hehe. Hemat? Ya relatif sih, tapi kebanyakan Gen Z lebih smart dalam ngatur duit. Dan yang paling khas, kreatif abiezzz. Kami bisa ngubah hal sepele jadi sesuatu yang menarik dan relate buat orang lain,” ujarnya panjang lebar.

Jika ditanya kreativitas apa yang cocok buat Gen Z, Galuh menjawab cukup banyak. Tapi salah satu yang paling pas, menurutnya, membuat konten digital. Dari sekadar review makanan, daily vlog, membuat desain lucu, sampe membahas topik serius dengan cara fun.

“Konten digital ini bukan cuma bikin kami punya hobi, tapi juga bisa ngebangun rasa percaya diri. Kami jadi berani ngomong, berani nunjukin diri, dan dikenal orang lain lewat karya kami. Bahkan kalau konsisten, bisa jadi personal branding yang ngasih kami peluang kerja atau bisnis,” paparnya optimis.

Kreatifitas Gen Z lainnya, kata Galuh, bisa muncul melalui beberapa hal seperti:

• Musik atau seni visual : bikin lagu, cover, ilustrasi digital, atau komik online.

• Gaming dan e-sport : bukan cuma main, tapi juga jadi streamer atau analis game.

• Social project : bikin campaign online tentang isu lingkungan atau sosial, yang bisa ngasih impact positif.

Manfaatnya, lanjutnya, jelas besar. Selain dapat pengalaman, mereka juga bisa mendapatkan uang dari hobi. “Plus, karya kreatif bikin kita punya legacy kecil-kecilan yang orang lain bisa nikmati. Jadi, intinya kreativitas itu bukan cuma gaya hidup Gen Z, tapi juga jalan buat survive dan grow di dunia sekarang yang super cepat berubah,” pungkasnya.

Ali Hakim, siswa kelas 12, SMA IZADA, Pondok Aren, Tangerang Selatan

Ali Hakim, siswa kelas 12, SMA IZADA, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Foto: istimewa

Ali Hakim punya pendapat yang cukup menarik juga. Kata dia, Gen Z itu adalah anak-anak kelahiran tahun 1997-2012, ia yang lahir tahun 2008 memang termasuk dalam katagori Gen Z. Namun, paradigma Gen Z sekarang ini lebih mengarah pada suatu sifat yang dimiliki oleh anak-anak dalam rentang waktu kelahiran tertentu yang mana secara sifat dan perilaku memang lebih menonjol dibandingkan generasi lain dikarenakan ana-anank muda sekarang memang diisi oleh kelahiran yang termasuk dalam katagori Gen Z

“Gen Z cenderung memiliki sifat yang lebih terbuka terhadap hal-hal baru dan keberagaman. Biasanya lebih adaptif dikarenakan pengaruh teknologi, dan memiliki kepedulian pada isu sosial yang lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya, namun umumnya Gen Z memiliki ketahanan mental yang lebih rendah dibandingkan generasi sebelumnya, hal ini merupakan dampak dari adanya transisi pola asuh, dan kepekaan terhadap mental health yang justru sering disalahartikan oleh sebagian orang sebagai ‘anti stress’,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, Gen Z dikenal sebagai generasi yang kreatif dan penuh ide-ide segar. Kreativita yang cocok bagi Gen Z sangat beragam, terutama karena mereka tumbuh di era digital yang serba cepat. Salah satu bentuk kreativitas yang banyak digeluti adalah membuat konten digital, seperti video di YouTube, TikTok, Instagram, maupun podcast. Kegiatan ini bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi wadah ekspresi diri, memperluas relasi, dan bahkan bisa menjadi peluang kerja yang menjanjikan.

“Selain itu, banyak Gen Z yang tertarik pada desain dan seni digital, seperti ilustrasi, editing video, desain grafis, hingga musik digital. Aktivitas ini melatih rasa seni sekaligus membuka peluang untuk bekerja freelance atau bahkan membangun usaha sendiri,” beber Ali.

Usai membaca pendapat mereka di atas, bagaimana pendapat kamu sendiri? Apakah sama, atau berbeda? Jika ingin menuangkang pendapat, kamu bisa mengisi kolom komentar di akhir berita ini. (adam/rizka)

Tags: Gen ZiGenerationKreatifitas Gen Z
ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Menangkap Aktivis Greta Thunberg dan Menguasai Enam Kapal Bantuan untuk Gaza

Next Post

Pinjaman Lunak BMM MADADA yang Digagas Kemenag – Baznas Mencegah Pinjol dan Judol

Mungkin Anda Juga Suka :

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

Cara Jadi Mahasiswa Tokcer dan Bahkan Bintang Kelas di Kampus

14 Januari 2026

...

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

Jenis-jenis Usaha Sederhana yang Cocok untuk Remaja dengan Modal Kecil

14 Oktober 2025

...

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

Kapan Kamu Pernah Mengalami Homesick?

13 Oktober 2025

...

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

Masakan yang Kamu dan Keluargamu Suka Ketika di Rumah dan Bepergian

10 Oktober 2025

...

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

Apa Makna Kecukupan Sesuai Agama dan Kamu Menyikapinya?

9 Oktober 2025

...

Load More
Next Post
Pinjaman Lunak BMM MADADA yang Digagas Kemenag – Baznas Mencegah Pinjol dan Judol

Pinjaman Lunak BMM MADADA yang Digagas Kemenag - Baznas Mencegah Pinjol dan Judol

Greta Thunberg Menurut Para Aktivis ‘Dipukuli dan Dipaksa Mencium Bendera Israel’

Greta Thunberg Menurut Para Aktivis ‘Dipukuli dan Dipaksa Mencium Bendera Israel’

Discussion about this post

TERKINI

Munas XVI IPSI 2026 Dibuka Presiden Prabowo, Pencak Silat Budaya Bangsa Menuju Olimpiade

11 April 2026

Sumber Senior Iran Sebut AS Setuju Cairkan Aset Iran Demi Pembicaraan di Islamabad, Seorang Pejabat AS Membantah

11 April 2026

Luar Biasanya Manfaat Setiap Gerakan Shalat untuk Fisik dan Psikis Menurut Penelitian Medis

11 April 2026

Berupaya Ganti Masjid Al Aqsa Jadi ‘Kuil Ketiga’, Pemukim Israel Coba Selundupkan Hewan untuk Dikorbankan

10 April 2026

Diskon 20 Persen, Restoran Tekko Cabang Sakura Garden City Jakarta Timur Dibuka

10 April 2026

Iran Kembali Tutup Hormuz dan Eropa Kecam Israel Akibat Serangan ke Lebanon yang Tewaskan Lebih dari 200 Jiwa

9 April 2026

Bacalah Doa-doa Penyembuh yang diajarkan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam

9 April 2026

Menhan AS Terancam Dimakzulkan, Anggota Parlemen Akan Ajukan Pasal-pasal Terkait Perang Terhadap Iran

8 April 2026

Setuju Gencatan Senjata 2 Pekan, Berikut Pernyataan Resmi Menlu Iran Tentang Pertimbangan Kesepakatan Bersyarat

8 April 2026

Transformasi dan Restrukturisasi BUMN Diminta Presiden Prabowo Harus Tuntas Tahun Ini

7 April 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Cyber
  • Kontak

© 2017 Avesiar.com - All Rights Reserved

  • Nasional & Opini
    • Politik
    • Hukum
    • Sosial
    • Budaya
    • HanKam
    • Daerah
    • Kesehatan
    • Edukasi
    • Opini
    • English Version
  • World
    • Economy
    • Politic
    • Law
    • Culture
    • Islam
    • Freedom for Palestine
    • Umra & Hajj
    • Tourism
  • Ekonomi
    • Bisnis & Wirausaha
    • Common
    • Islami
    • Property
    • CSR
  • Nusantara
    • Metro
    • Urban
    • Guru Kita
    • Prestasi
    • Profil Perubahan
    • Wisata
  • Healtech
    • Hidup Sehat
    • Riset
    • Teknologi
    • Gadget
  • Auto-Sport & Hobby
    • Aneka Olah Raga
    • Sepeda
    • Golf
    • Auto
    • Fauna & Flora Care
  • Change
    • Motivasi
    • Entrepreneurship
    • Pensiun Sehat
  • Syar’i
    • Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam
    • Muslim Fashion
    • Harmoni Keluarga
    • Griya Harmoni
    • Psikologi
    • Masjid & Activity
  • People & Activity
    • Figure
    • Community
    • Society
    • Social
    • Event
    • Podcast Ladders to be Leaders
  • KAMU KUAT
    • Podcast KAMU KUAT
  • Youth
    • Smart Teens
    • Students
    • School Story
    • Campuss Story
    • Millennial
  • Kuliner
    • Resto
    • Kaki Lima
    • Resep
  • City Jour & Video