Avesiar – Jakarta
Finlandia melalui undang-undang baru membatasi penggunaan ponsel di sekolah-sekolah di negara tersebut yang mulai berlaku pada hari Jumat, menjelang pembukaan kembali sekolah-sekolah tersebut setelah liburan musim panas.
Dikutip dari TRT World, Jum’at (1/8/2025), negara Nordik yang telah lama dikenal dengan pendidikan berkualitas tinggi tersebut mengalami penurunan peringkat dalam pemeringkatan OECD yang mengukur kompetensi siswa berusia 15 tahun dalam matematika, literasi, dan ilmu pengetahuan alam.
Larangan penggunaan ponsel oleh siswa berusia tujuh hingga 16 tahun selama jam pelajaran berlangsung itu, berupa amandemen Undang-Undang Pendidikan Dasar yang telah disahkan pada bulan April.
Saat ini, ponsel dan perangkat seluler lainnya hanya dapat digunakan di dalam kelas dengan izin guru untuk tujuan pembelajaran dan sebagai alat bantu atau untuk alasan kesehatan.
Sebuah sekolah di kota Varkaus di bagian timur Finlandia, dilaporkan lewat siaran pers publik Finlandia, Yle, akan mewajibkan sekitar 700 siswanya untuk menyimpan ponsel mereka di dalam tas atau di loker sepanjang hari, termasuk saat istirahat.
Sementara di kota Tampere di bagian barat Finlandia, siswa dapat menggunakan ponsel selama istirahat tetapi hanya di luar gedung sekolah.
Dalam putaran terakhir penilaian OECD untuk tahun 2022, 41 persen siswa Finlandia mengatakan penggunaan sumber daya digital mengganggu mereka dalam semua atau sebagian besar pelajaran matematika, angka yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata OECD sebesar 31 persen.
Kebijakan tersebut tidak hanya terjadi di Finlandia. Sebagaimana diketahui, awal tahun ini, Denmark mengumumkan pelarangan penuh ponsel di sekolah, dengan alasan kekhawatiran tentang sekolah yang “dijajah oleh platform digital.”
Senada, kebijakan serupa telah diadopsi di Prancis, yang melarang penggunaan telepon di sekolah pada tahun 2018. Negara ini sedang menguji coba “jeda digital” untuk anak di bawah 15 tahun. Norwegia juga baru-baru ini memberlakukan batasan usia minimum yang ketat untuk menggunakan media sosial, yaitu 15 tahun.
Hongaria tahun lalu memberlakukan pembatasan yang lebih ketat, yaitu siswa tidak diperbolehkan menggunakan telepon di ruang kelas.
Demikian hanya dengan Belgia, penggunaan ponsel pintar untuk siswa di sekolah dasar dan menengah di wilayah berbahasa Prancis dan ibu kota Brussel telah dilarang pada tahun ajaran baru.
Tindakan-tindakan tersebut secara kolektif mencerminkan kekhawatiran yang semakin meningkat di seluruh Eropa tentang dampak teknologi digital terhadap pembelajaran dan kesejahteraan anak-anak. (ard)













Discussion about this post