Avesiar – Jakarta
Ancaman Iran untuk menyerang pangkalan-pangkalan AS jika Washington campur tangan di negara tersebut direspon dengan akan ditariknya sebagian personel oleh militer AS dari pangkalan-pangkalan di Timur Tengah, menurut seorang pejabat AS,dikutip dari The Guardian, Rabu (14/1/2026).
Penarikan tersebut, menurut seorang pejabat AS kepada Reuters dan Associated Press pada hari Rabu, merupakan tindakan pencegahan. Sementara para diplomat mengatakan bahwa beberapa pasukan telah disarankan untuk meninggalkan pangkalan al-Udeid di Qatar.
Pangkalan al-Udeid di Qatar pada bulan Juni diserang Iran, setelah AS menyerang fasilitas pengayaan nuklir di Iran, meskipun serangan itu telah diantisipasi dan sebagian besar bersifat simbolis.
Para pejabat Iran telah memperingatkan AS untuk tidak campur tangan dalam protes nasional karena Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi untuk menyerang negara tersebut. Presiden AS sebelumnya telah berjanji untuk “menyelamatkan para demonstran” jika otoritas Iran terus membunuh mereka.
Iran telah memberi tahu negara-negara regional yang menjadi tuan rumah pangkalan AS, seperti Arab Saudi dan Turki, bahwa mereka akan menyerang pangkalan-pangkalan tersebut jika terjadi serangan AS, kata seorang pejabat senior Iran, dikutip dari The Guardian.
Pemerintah Iran telah memberi sinyal bahwa para demonstran yang ditahan akan menghadapi persidangan dan eksekusi yang cepat dan mengabaikan ancaman Trump.
“Jika kita ingin melakukan suatu pekerjaan, kita harus melakukannya sekarang. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus melakukannya dengan cepat. Jika terlambat, dua bulan, tiga bulan kemudian, itu tidak akan memiliki efek yang sama. Jika kita ingin melakukan sesuatu, kita harus melakukannya dengan cepat,” kata kepala peradilan Iran, Gholamhossein Mohseni-Ejei, kepada media pemerintah.
Disebutkan bahwa Trump memperingatkan pada hari Selasa bahwa AS akan mengambil “tindakan yang sangat keras” jika eksekusi terhadap para demonstran dimulai.
“Jika mereka melakukan hal seperti itu, kami akan mengambil tindakan yang sangat keras,” kata Trump kepada CBS News dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada Selasa malam, beberapa jam sebelum presiden AS dijadwalkan untuk diberi pengarahan tentang skala korban di Iran.
Dilaporkan, bahwa megara-negara tetangga Iran, termasuk Turki, Mesir, dan Arab Saudi, telah mencegah AS untuk campur tangan di Iran dan memperingatkan bahwa melakukan hal itu dapat memicu “perang skala penuh”.
Seorang diplomat yang berbasis di Kairo mengatakan kepada Associated Press, perang itu “pasti” akan memiliki konsekuensi yang parah “tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga pada ekonomi global”, menunjuk pada potensi respons oleh milisi yang didukung Iran di seluruh wilayah tersebut.
Pada Selasa malam, Departemen Luar Negeri memperingatkan warga AS untuk segera meninggalkan Iran. Negara-negara Barat lainnya mengeluarkan peringatan perjalanan serupa. (ard)













Discussion about this post