Avesiar – Jakarta
Amerika Serikat dapat menghadapi “Vietnam kedua” jika mengerahkan pasukan darat dalam perang tersebut, kata seorang pejabat senior, sebagai peringatan dari Iran.
“Bacalah apa yang terjadi di Vietnam,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh dalam sebuah wawancara dengan Sky News yang diterbitkan pada hari Senin, dilansir TRT World, Selasa (17/3/2026).
Ia mengatakan pasukan Amerika dapat menghadapi hasil yang serupa di Iran.
“Mereka memahami bahwa mereka yang menyeret mereka ke dalam perang ini juga dapat menyeret mereka ke dalam rawa,” tambahnya.
Khatibzadeh mengatakan Iran siap untuk terus berperang selama diperlukan dan saat ini tidak fokus pada upaya penyelesaian diplomatik.
Diplomat senior Iran itu tidak mengesampingkan negosiasi tetapi mengatakan terserah kepada Amerika Serikat dan sekutunya untuk mengajukan proposal yang akan mengakhiri konflik secara definitif.
Khatibzadeh juga menuduh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyeret AS ke dalam perang.
“Mereka harus berpikir dua kali ketika berurusan dengan Iran dan tidak menerima nasihat dari mereka yang tidak mengenal Iran, yang selama beberapa dekade ingin memenangkan perang melawan Iran dengan uang pajak dan darah tentara Amerika.
Netanyahu dan rezim Israel memiliki agenda sendiri untuk menjadikan perang ini kemenangan bagi mereka dengan mengorbankan semua orang,” katanya. (ard)












Discussion about this post